My Lecturer, My Husband

My Lecturer, My Husband
test pack


__ADS_3

malam harinya mereka sedang membakar sosis


dan yang membakar adalah Noval.


zhera dan nenek yang tengah asyik mengobrol


" zhera. Noval bagaimana terhadapmu? " tanya nenek


" mas Noval sangat baik nek " Zhera tersenyum


" nenek seneng dengernya. Karna Noval jadi sangat dingin setelah di tinggal pacarnya " ucap nenek


" selalulah bersama Noval saat suka maupun duka " lanjutnya


" iya nek. zhera akan selalu bersama mas noval apapun keadaannya " Zhera menatap nenek


" nenek percaya. kamu orang yang baik " nenek menggenggam tangan Zhera


" nek Zhera ke mas Noval dulu ya. Zhera Pengen ngebantuin " pamit Zhera


" Iyah "


zhera menghampiri Noval yang sedang sibuk membakar sosis


" mas aku bantuin ya " ijin Zhera


" ngga usah kamu duduk aja " tolak Noval


" tapi mas aku pengen "


" yaudah ini kamu kipasin. hati hati " suruh noval


zhera pun mulai mengipasi


beberapa menit kemudian


" awww sakit " jerit zhera


zhera tak sengaja tangannya menempel di pemanggangan


Noval langsung meraih tangan Zhera


" bukankah saya sudah katakan untuk berhati hati " panik noval meniup niup tangan zhera


" maaf mas "


Noval masih meniup niup tangan Zhera.


zhera memperhatikan wajah suaminya dari dekat

__ADS_1


" tampan " batin Zhera


" aku ngga papa mas. hanya kaget saja " ucap Zhera langsung menarik tangannya


" beneran ngga papa? saya ambilin kotak P3k ya "


" ngga usah mas. aku baik baik aja " tolak Zhera


" beneran?? "


" Iyah "


beberapa menit kemudian mona menghampiri Noval dan Zhera


" kak noval aku bantuin ya? " tawar mona


" ngga usah "


mona dan Noval pun mengobrol begitu sangat asyik, sampai Zhera di acuhkan.


merasa dirinya diacuhkan, Zhera langsung pergi duduk di tempat lain.


Noval yang melihat istrinya pergi dalam keadaan cemburut


" mona tolong kamu kipasin dulu " pinta Noval dan langsung pergi menghampiri Zhera


" kamu kenapa?? " tanya Noval pada Zhera


entah kenapa akhir akhir ini Zhera sensitif, jadi lebih ngambekan


#


#


#


#


keesokan harinya Noval dan Zhera berpamitan pada nenek Karna mereka akan pulang


" nek, Zhera pamit pulang ya, nenek yang sehat sehat ". ucap Zhera mengelus punggung tangan nenek


" iya Zhera sayang. yang sering datang ke sini ya. nenek berharap jika kalian datang ke sini membawa kabar baik. nenek pengen punya cicit " pinta nenek tersenyum


zhera dan Noval hanya tersenyum


Mona yang berada merasa kesal atas permintaan nenek pada mereka


" kak Noval hati hati ya " ucap mona menghampiri Noval

__ADS_1


Noval hanya tersenyum kecil


kini Noval dan Zhera pun pulang ke rumah


#


#


#


seminggu kemudian Noval sedang di luar kota untuk beberapa hari kedepan Karna perusahaannya sedang membuka cabang baru.


seperti biasa pagi ini Zhera muntah muntah,


walau dia tidak enak badan tapi dia harus tetap berangkat kuliah


#


#


DI KAMPUS


" Zhe Lo kenapa?? Lo sakit? wajah Lo pucat " tanya Mirna khawatir


" gue ngga papa kok. cuma sedikit ngga enak badan aja " jawab Zhera


" Zhe kalau Lo sakit ngga usah berangkat dulu " titah Chacha


" udah gue ngga papa " ngeyel Zhera


#


#


sore harinya Zhera pulang kuliah, dan dia selalu kepikiran kenapa dia sering mual dan muntah muntah.


Dan dia juga sudah telat 1 bulan.


apakah dia sedang hamil??


zhera pernah mencari tau di internet ciri ciri orang yang sedang hamil, dan Zhera mengalaminya itu sekarang.


zhera kalut Dengan pikirannya.


agar tak selalu kepikiran Zhera memutuskan untuk membeli test pack.


zhera begitu gugup saat membeli test pack


" mba saya mau beli test pack" pinta Zhera pada mba pelayan

__ADS_1


pelayanan itu pun langsung mengambil test pack dan memberikannya kepada zhera


dan ternyata di situ ada sepasang mata yang melihat zhera sedang membeli test pack


__ADS_2