My Lecturer, My Husband

My Lecturer, My Husband
dedek vano


__ADS_3

zhera pun menuntup pintu, saat baru Zhera menutup pintu ada suara dari luar.


tidak mungkin kan noval sampai secepat ini.


zhera pun membuka pintu rumah kembali


" aaaaaa Mahmuuudddd " di sambut chacha yang antusias


" zheeeraaaaa " mirna tak kalah hebohnya


Mirna dan Chacha pun rebutan menciumi pipi vano


" ih kalian satu satu " ucap zhera


" ayo masuk " aja zhera


mereka pun masuk


" dedek Vano gemeush Banget " ucap mirna sambil mengelus elus Pipi vano


" Zhe ganteng banget anak Lo " tambah chacha


" iyalah bapaknya aja ganteng. gue nya aja cantik gini " jawab Zhera percaya diri


" hahahha iya iya " sahut chacha


" maaf ya Zhe, kita baru bisa ke sini, soalnya banyak Banget tugas kuliah " ucap Mirna


" iya ngga papa "


" Zhe dedek vano pake ASI atau formula? " tanya chacha


" ASI "


" ha serius loh? " Mirna tak percaya


" ya iya gue serius "


" rasanya gimana nyus*in " tanya chacha penasaran


" aish, sana nikah lalu punya anak, biar ngerasain gimana rasanya " jawab Zhera


" gue serius zhera, gimana rasanya? " tanya Chacha lagi penasaran


" agak geli sih, mungkin karena belum terbiasa. apalagi anak cowok, nyus*nya juga lebih banyak "


" oh gitu " chacha dan Mirna manggut manggut


" wah ngga nyangka zhera sudah menjadi seorang ibu " ucap Mirna tersenyum


" gue bahagia banget mir. rasa sakit pas melahirkan terbayar sudah ketika mendengar tangisan vano " ucap zhera berkaca kaca

__ADS_1


Mirna tersenyum


kini chacha tengah sibuk menciumi pipi Vano


" Zhe, Lo kalau menyusui vano di mana? " tanya Mirna kepo


" di kamar lah "


" eh kalian ada di sini " tanya noval tiba tiba datang


" iya pak noval " jawab Mirna tersenyum


" saya ke atas dulu "


" baik pak " jawab Mirna dan Chacha


biarpun noval bukan lagi dosennya, tapi mereka masih memanggil Noval dengan sebutan pak


.2 jam kemudian Mirna dan Chacha pun pamit pulang


" Zhe kita pulang dulu ya " pamit Chacha


" iya hati hati ya "


" dedek Vano nanti kita ketemu lagi ya " ucap Mirna mencium pipi Vano


" iya sayang. aunty aunty pamit pulang dulu ya " kata chacha mencium pipi vano


" yaudah Zhe kita pulang ya " pamit Mirna


" iya "


" dadah dedek Vano " chacha melambaikan tangan


********


di malam hari vano terus saja menangis, itu membuang zhera kebingungan


" mas, Vano nangis terus" ucap zhera khawatir


" coba kamu susuin "


zhera pun terdiam


" kenapa Zhera? bukankah aku sudah katakan, kamu harus terbiasa meny*sui vano di depanku, apa kamu akan seperti ini terus? " ucap noval tegas


" kamu meny*sui vano di depanku, bukan di depan orang lain " kata noval lagi


zhera pun mengangguk


Zhera menarik tank top nya ke atas, zhera memegang dadanya untuk menempel di mulut vano

__ADS_1


. noval tidak mengerti di pikiran istrinya itu, kenapa istrinya itu harus malu.


saat berhubungan badan saja noval sudah melihat lekuk tubuh istrinya, masa hanya karena meny*sui vano dia merasa malu.


Noval membuang wajahnya, dia tidak ingin membuat bagian bawahnya mengeras.


karna zhera juga masih masa nifas


vano tetap saja menangis dan tidak ingin di sus*i, zhera kebingungan dan khawatir vano sakit.


Zhera menurunkan tank top nya kembali


" mas, vano ngga mau di sus*i "


Noval langsung mengecek kening vano, tapi tidak panas


" sini aku Gendong "


Noval pun mengambil alih vano dari gendongan Zhera


seketika tangis vano berhenti saat di gendong Noval


" uh anak pinter, jangan nangis ya sayang. ini Daddy " noval mencium kening vano


" ah akhirnya " zhera tersenyum dan mencium pipi vano


*******


kini usia Vano sudah 3 bulan, dan sekarang mereka sedang perjalanan pulang dari mall


Vano terus merengek, itu membuat Zhera bingung


" coba kamu sus*in " kata Noval melirik zhera


" botol yang berisi ASI udah habis mas " jawab Zhera


" ya kamu sus*in langsung "


" mas aku malu ini di jalan "


Noval pun langsung memberhentikan mobilnya, dan melepaskan jaketnya, dan menutupi tubuh Vano


" ngga keliatan kan ? " tanya noval


zhera pun tersenyum


" iya mas "


zhera langsung menyusui vano dengan menutupinya dengan jaket noval.


Noval juga tak rela jika miliknya itu di lihat orang

__ADS_1


__ADS_2