
zhera pun menuntup pintu, saat baru Zhera menutup pintu ada suara dari luar.
tidak mungkin kan noval sampai secepat ini.
zhera pun membuka pintu rumah kembali
" aaaaaa Mahmuuudddd " di sambut chacha yang antusias
" zheeeraaaaa " mirna tak kalah hebohnya
Mirna dan Chacha pun rebutan menciumi pipi vano
" ih kalian satu satu " ucap zhera
" ayo masuk " aja zhera
mereka pun masuk
" dedek Vano gemeush Banget " ucap mirna sambil mengelus elus Pipi vano
" Zhe ganteng banget anak Lo " tambah chacha
" iyalah bapaknya aja ganteng. gue nya aja cantik gini " jawab Zhera percaya diri
" hahahha iya iya " sahut chacha
" maaf ya Zhe, kita baru bisa ke sini, soalnya banyak Banget tugas kuliah " ucap Mirna
" iya ngga papa "
" Zhe dedek vano pake ASI atau formula? " tanya chacha
" ASI "
" ha serius loh? " Mirna tak percaya
" ya iya gue serius "
" rasanya gimana nyus*in " tanya chacha penasaran
" aish, sana nikah lalu punya anak, biar ngerasain gimana rasanya " jawab Zhera
" gue serius zhera, gimana rasanya? " tanya Chacha lagi penasaran
" agak geli sih, mungkin karena belum terbiasa. apalagi anak cowok, nyus*nya juga lebih banyak "
" oh gitu " chacha dan Mirna manggut manggut
" wah ngga nyangka zhera sudah menjadi seorang ibu " ucap Mirna tersenyum
" gue bahagia banget mir. rasa sakit pas melahirkan terbayar sudah ketika mendengar tangisan vano " ucap zhera berkaca kaca
__ADS_1
Mirna tersenyum
kini chacha tengah sibuk menciumi pipi Vano
" Zhe, Lo kalau menyusui vano di mana? " tanya Mirna kepo
" di kamar lah "
" eh kalian ada di sini " tanya noval tiba tiba datang
" iya pak noval " jawab Mirna tersenyum
" saya ke atas dulu "
" baik pak " jawab Mirna dan Chacha
biarpun noval bukan lagi dosennya, tapi mereka masih memanggil Noval dengan sebutan pak
.2 jam kemudian Mirna dan Chacha pun pamit pulang
" Zhe kita pulang dulu ya " pamit Chacha
" iya hati hati ya "
" dedek Vano nanti kita ketemu lagi ya " ucap Mirna mencium pipi Vano
" iya sayang. aunty aunty pamit pulang dulu ya " kata chacha mencium pipi vano
" yaudah Zhe kita pulang ya " pamit Mirna
" iya "
" dadah dedek Vano " chacha melambaikan tangan
********
di malam hari vano terus saja menangis, itu membuang zhera kebingungan
" mas, Vano nangis terus" ucap zhera khawatir
" coba kamu susuin "
zhera pun terdiam
" kenapa Zhera? bukankah aku sudah katakan, kamu harus terbiasa meny*sui vano di depanku, apa kamu akan seperti ini terus? " ucap noval tegas
" kamu meny*sui vano di depanku, bukan di depan orang lain " kata noval lagi
zhera pun mengangguk
Zhera menarik tank top nya ke atas, zhera memegang dadanya untuk menempel di mulut vano
__ADS_1
. noval tidak mengerti di pikiran istrinya itu, kenapa istrinya itu harus malu.
saat berhubungan badan saja noval sudah melihat lekuk tubuh istrinya, masa hanya karena meny*sui vano dia merasa malu.
Noval membuang wajahnya, dia tidak ingin membuat bagian bawahnya mengeras.
karna zhera juga masih masa nifas
vano tetap saja menangis dan tidak ingin di sus*i, zhera kebingungan dan khawatir vano sakit.
Zhera menurunkan tank top nya kembali
" mas, vano ngga mau di sus*i "
Noval langsung mengecek kening vano, tapi tidak panas
" sini aku Gendong "
Noval pun mengambil alih vano dari gendongan Zhera
seketika tangis vano berhenti saat di gendong Noval
" uh anak pinter, jangan nangis ya sayang. ini Daddy " noval mencium kening vano
" ah akhirnya " zhera tersenyum dan mencium pipi vano
*******
kini usia Vano sudah 3 bulan, dan sekarang mereka sedang perjalanan pulang dari mall
Vano terus merengek, itu membuat Zhera bingung
" coba kamu sus*in " kata Noval melirik zhera
" botol yang berisi ASI udah habis mas " jawab Zhera
" ya kamu sus*in langsung "
" mas aku malu ini di jalan "
Noval pun langsung memberhentikan mobilnya, dan melepaskan jaketnya, dan menutupi tubuh Vano
" ngga keliatan kan ? " tanya noval
zhera pun tersenyum
" iya mas "
zhera langsung menyusui vano dengan menutupinya dengan jaket noval.
Noval juga tak rela jika miliknya itu di lihat orang
__ADS_1