
3 hari kemudian Zhera Masih mual mual dan muntah muntah.
berkali kali noval mengajak Zhera ke dokter tapi Zhera menolaknya.
saat sore tiba Zhera sedang menatap matahari yang akan terbenam.
tiba tiba Noval duduk di samping Zhera
" masuk " bisik Noval
Zhera melirik noval lalu mengangguk
#DI KAMAR
saat Zhera sedang merapikan selimut tiba tiba Noval memeluknya dari belakang.
Zhera berbalik menghadap ke arah Noval
" besok pagi saya akan berangkat keluar kota untuk membuka cabang baru " ucap Noval melepaskan pelukannya
tiba tiba wajah Zhera menjadi sedih
" mas berapa hari di sana? " tanya Zhera sendu
" kurang lebih seminggu "
Zhera langsung memeluk Noval, dia benar benar tidak ingin jauh dari suaminya
" mas jangan lama lama, aku ngga mau di tinggal sendiri " pinta Zhera
" ada bi Inah. bi Inah akan selalu menemanimu " sahut noval mengelus rambut Zhera
" aku maunya mas Noval bukan bi inah " protes Zhera cemberut
" kamu tidak ingin jauh dari saya? " goda Noval dan langsung mencium bibir Zhera
kini ciuman itu menjadi sangat panas.
akhirnya mereka berhubungan lagi, Noval memuaskan nafsunya kepada Zhera karena akan jauh darinya
#
#
#
keesokan harinya Noval yang pergi barangkat keluar kota dan Zhera yang pergi ke kampus
Zhera tidak bersemangat ke kampus, dia begitu sangat merindukan suaminya itu walaupun baru berpisah beberapa jam
#
#
#
saat malam tiba Noval mengvideo call Zhera
" Zhera bagaimana keadaanmu? " tanya Noval
__ADS_1
" aku baik mas "
" mungkin saya beberapa hari ke depan tidak menghubungimu Zhera " ucap noval sedih
" kenapa? "
" ada banyak pekerjaan di sini.
jaga dirimu baik baik ya, jika kamu menginginkan sesuatu katakan pada bi Inah " titah Noval
wajah Zhera menjadi sangat sedih
" yaudah mas juga hati hati. mas cepet pulang, aku kangen " Zhera tersenyum malu lalu mematikan vc nya
di seberang sana noval yang merasa senang karena Zhera merindukannya.
Noval juga begitu sangat merindukan Zhera.
dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang menemui zhera
#
#
#
Hueekk
Hueekk
Hueekk
pagi hari Zhera menyambutnya dengan muntah muntah
" jika ada mas Noval mualku tidak akan selama ini "
Noval adalah obatnya saat mual mual, tentu saja mengobatinya dengan yang enak enak😆
Tokk
Tokk
Tokk
terdengar suara ketukan pintu
Zhera keluar melihat siapa yang mengetuk pintu kamar
" bi Inah " setelah membuka pintu
" nona Zhera apa nona baik baik saja? " tanya bi Inah khawatir
" iya bi. saya baik baik saja "
" tapi nona Zhera terlihat pucat " bi Inah khawatir
" apa nona Zhera muntah muntah lagi? " lanjutnya khawatir
Zhera hanya mengangguk
__ADS_1
" nona Zhera kedokter ya biar bibi temenin " pinta bi Inah
" Tidak usah bi. saya hanya masuk angin "
" tapi - "
" tidak apa apa bi nanti juga baikan kok. oh ya bibi ada apa panggil saya? " tanya Zhera
" di bawah ada nyonya besar " jawab bi inah
" oh baiklah saya akan ke bawah "
" ya sudah bibi permisi " pamit bi Inah lalu pergi
5 menit kemudian Zhera ke bawah menemui ibu mertuanya
" mama " sapa Zhera duduk di samping Vida
" eh sayang. bagaimana kabarmu? " tanya vida mengelus rambut menantunya
" baik ma "
" kata bi Inah kamu sering mual dan muntah muntah. benar begitu? " tanya vida tersenyum
ha tersenyum? seharusnya kan khawatir
" iya ma " jawab Zhera
" kamu udah cek ke dokter? " tanya vida
Zhera menggelengkan kepalanya
" kenapa? " tanya vida lagi
" nanti juga hilang sendiri ma " jawab Zhera polos
Vida tersenyum
" kapan terakhir kamu haid? " tanya vida menatap Zhera
Zhera mengingat ngingat terakhir kali dia haid saat dia menikah.
dan usia pernikahannya sudah 1 bulan lebih 10 hari.
itu artinya dia telat hampir setengah bulan
" terakhir pas Zhera menikah ma " jawab Zhera yang mengerti arah pertanyaan ibu mertuanya
vida tersenyum
" di sini pasti sedang tumbuh noval junior " ucap vida yakin sambil mengelus perut Zhera
mata Zhera terbelalak, apakah benar dia sedang hamil?
" Noval kapan pulang? " tanya vida
" kurang lebih seminggu lagi ma "
" ya sudah kamu harus jaga kesehatan, dan kalau ada apa apa jangan lupa kasih tau mama. mama pulang dulu ya " pamit Vida tersenyum
__ADS_1
" mama hati hati ya " Zhera menyalimi Vida
Vida tersenyum lalu pergi