My Lecturer, My Husband

My Lecturer, My Husband
takut flashback


__ADS_3

" Daddy kenapa ada di sini? " tanya vano. tapi Noval tak bergeming, noval hanya menatap zhera


" daddy ayo kita jalan jalan " rengek vano. tapi Noval tetep tak bergeming. zhera mendekati vano dan menarik tangan Vano


" vano jalan jalannya sama mommy aja ya. biarkan Daddy mu di sini " ucap zhera melirik Noval datar


" ngga mau " kekeh vano


" vano Ayo! " zhera menarik tangan Vano dan keluar dari ruangan seya


" ngga mau . vano mau sama Daddy " vano mulai menangis


" vano diam! " bentak zhera yang sudah kesal dengan suaminya di tambah vano yang tak menurut padanya. vano pun semakin menangis


" hikss Daddy "


di sana Noval pun langsung keluar dari ruangan seya dan pergi mengejar istri serta putranya


" Noval " panggil seya. tapi noval tak menggubrisnya


" ish ini gara gara zhera dan anak nya itu " kesal seya


" tapi tidak apa apa, ini pasti bakal ada perang dunia " kata seya lagi tersenyum menang


Noval pun mengejar istri dan anaknya.


setelah bertemu keduanya, Noval berjongkok mengahadap vano


" sayang " panggil noval pada putranya

__ADS_1


" maafin Daddy ya " kata Noval menghapus air mata putranya


" vano mau jalan jalan? " tanya Noval. vano langsung mengangguk


" ayo kita jalan jalan "


" beneran Daddy ? " tanya vano antusias


" iya sayang " jawab noval mencium kedua pipi putranya


" vano jangan nangis lagi ya " kata Noval. vano menangguk


" anak pinter " Noval menggendong vano.


Noval melihat zhera, zhera langsung membuang wajahnya


Noval, zhera dan vano pun pulang untuk bersiap pergi jalan jalan.


" vano pengen ke mana? " tanya Noval


" beli mobil mobilan " jawab vano


" iya boleh "


zhera hanya mendengar obrolan antara bapak dan anaknya tanpa ia ikut menimbrung.


setengah jam kemudian mereka bertiga pun telah sampai di rumah


di kamar zhera tak berucap sekatah patahpun pada suaminya

__ADS_1


" zhera " panggil Noval. zhera tak menjawabnya


" Zhera maafkan aku telah membohongimu "


" zhera " panggil Noval lagi


" aku benar benar kecewa sama kamu mas, kamu bohongin aku, kamu bilang mau ketemu klien tapi nyatanya kamu menemui mantanmu itu " ucap zhera emosi


" zhera aku - " belum selesai Noval menjawab


" dan lagi kamu ngga perduli dengan anak anak, kamu malah sibuk ngurusin mantanmu itu.


bahkan hari weekend pun kamu tidak ada waktu buat mereka.


ya aku tau kamu tidak pergi ke kantor kemarin, tapi aku pura pura tidak tau, kamu tau bagaimana rasanya tau tapi pura pura tidak tau " kata Zhera tak bisa menahan air matanya


" seya sedang sakit zhera " kata Noval mencoba membuat zhera mengerti


" dia punya keluarga mas. telepon aja keluarganya, kamu ngga perlu capek capek jagain dia " kata Zhera


" sudah lama orang tuanya Tinggal di luar negri " kata Noval mencoba membuat zhera mengerti lagi


" ya suruh aja mereka pulang buat ngurus anaknya. jadi ngga perlu ngerepotin orang lain " ucap zhera dingin


" apa mungkin juga mantanmu itu sengaja minta kamu buat temenin dia biar bisa berduaan " kata Zhera lagi menatap noval dingin. zhera hendak pergi ke kamar mandi


" kamu minta sama kamu mas, kamu ngga perlu nemenin dia lagi. suruh aja orang tuannya pulang. atau bila perlu kamu bayar orang buat urusin tuh si seya " kata Zhera lagi lalu berlalu ke kamar mandi


Noval diam mencerna setiap ucapan zhera.

__ADS_1


di kamar mandi zhera menangis, dia benar benar marah dan kecewa dengan suaminya.


jika suaminya sering berduaan dengan mantannya itu zhera takut akan membuat suaminya flashback bersama mantannya itu


__ADS_2