
Bangunan kosong.
Di sebuah ruangan yang begitu luas, kini berkumpul puluhan pria berbadan kekar berdiri mengelilingi sebuah kasur, yang menjadi tempat bos mereka memadu kasih dengan seorang tawanan.
"Emmmmm" suara lenguhan dari seorang wanita dengan lincah mengerakkan tubuhnya, hingga benda pusaka itu bisa masuk dan keluar dengan nyaman di dalam sarang.
"Ram akhhhhhhhh" cairan lengket seperti santan keluar dari pisang kenyal Rama, membuat wanita itu kegirangan dan menjilati cairan hasil kerja kerasnya.
"Emmmm, emmmmm" Rama berusaha mengeluarkan suara dan memberontak, namun sayang mulutnya tertutup lakban dan tubuhnya terlilit tali dengan kuat, membuat pria hanya bisa mengeluarkan air mata, mengisyaratkan betapa lelah dan sakitnya tubuhnya setelah dipaksa melayani puluhan wanita.
Yaa penculik itu menjual tubuh sang tuan muda untuk mengahasilkan pundi-pundi uang, mereka berfikir itulah siksaan yang kejam hingga membuat Rama terbuai dengan kenikmatan dan merasakan kesakitan, sekaligus menghasilkan uang untuk mereka.
"Silahkan pergi, dan pakailah pakaian mu kembali" Ucap salah satu wanita, memberitahu sang pelanggan bawa waktu sewa telah selesai.
"Terimakasih Vanes, aku sangat puas dengan pelayanan sang tuan muda, aku tak menyangka bisa menyentuh dan menikmati tubuh yang sangat sempurna ini" ucap pelanggan dengan meraba perut six pack yang sangat menggoda.
Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan yang sangat luas itu, tinggal lah Vanessa, Rama dan puluhan pengawal mengelilingi ranjang pesakitan.
"Bagaimana sayang, apakah kamu suka dengan hiburan yang ku kasih?"Ucap Vanesa dengan meraba dada bidang Rama dan turun ke bagian intim, Vanes sedikit bergidik ngeri melihat tanda kepemilikan tercetak jelas di seluruh tubuh, membuktikan betapa ganasnya para pelanggannya itu.
"Uhuhu, senjata yang sangat perkasa Ku" Ucap Vanes menggenggam bagian tubuh kebanggaan Rama, yang kini terlihat sangat mengenaskan.
"Akan aku buat kamu menderita dan mati secara perlahan"Ucap Vanes membuat Rama histeris dan memberontak, tapi sayang lilitan itu begitu kuat hingga tak berefek sedikit pun ketika mengahadapi perlawanan Rama.
"TUNJUKAN KEJANTANAN KALIAN DAN BUAT TUAN MUDA MENJERIT KESAKITAN" Perintah Vanesa kepada seluruh anak buahnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mansion keluarga Wijaya.
Citak telah berhasil menemukan tempat sang tuan muda disekap, anak buahnya pun dengan cepat mengepung dari arah darat, udara dan air, karena tempat itu markas salah satu mafia yang dipimpin oleh Richard, untuk memberikan perlindungan kepada para penjabat di negara ini, tak ayal jika pria tua itu berhasil mendapatkan bala bantuan yang begitu hebatnya.
Kabar itu telah sampai di Mansion utama, membuat semua orang terbangun lebih awal tepat jam 3 dini hari, Risa pun ikut berkumpul dan duduk di samping Maria yang langsung memeluk tubuhnya, wanita itu tak henti-hentinya menangis meratapi nasib putra kebanggaan nya itu.
Anton pun juga nampak fokus ke arah laptop yang terhubung dengan drone, untuk memantau keadaan tempat kejadian dari udara.
Tak di pungkiri, penculikan Rama akan menjadi pertempuran terbesar sepanjang sejarah keluarga Wijaya, Ratusan ajudan berkeahlian khusus di turunkan dibawah kendali the king Rmls, kelompok mafia yang di pimpin oleh Rama.
Tak hanya itu maxton dan Hartono group juga mendukung secara penuh, ketika tuan muda mereka ikut menjadi korban yang membuat Exel dan Xelo terbaring di rumah sakit dalam keadaan kritis, namun mereka tak ikut terjun langsung Selain kurangnya anak buah mereka, Anton juga melarang mereka untuk turun langsung yang hanya akan membuat ribet.
.
.
.
.
"Pulau ini begitu sedikit lebih luas bos, membuat kita dengan mudah bersembunyi tapi sulit melakukan operasi dengan cepat" Ucap salah satu ajudan melewati sambungan.
"Maju!!!!"
Perintah citak membuka pertempuran jarak dekat di mulai, pihak lawan dengan sekuat tenaga mengahalau Agar pasukan Rama mudur dengan mengeluarkan beberapa tembakan, namun sayang mereka kalah jauh dalam hal jumlah, membuat citak dan anak buahnya berhasil menembak mati musuh dengan cepat.
Pagi yang mendung dan mulai gerimis ini menjadi saksi, siapa yang akan kembali membawa kemenangan atau dikembalikan dengan kondisi mengenaskan.
Tepat setelah hampir satu jam saling tembak, citak dan anak buahnya berhasil memasuki gedung dan menggeledah, mencoba mencari di mana tuan muda di sekap.
Duarrrrrrrr.
Sebuah pemandangan menjijikan terlihat jelas di depan mata citak dan beberapa anak buahnya, mereka melihat tuan muda mereka diikat dan di perkosa oleh puluhan pria.
"Bubur mereka!!!!!!!!!!!!".
__ADS_1
Teriak citak di sambut dengan suara tembakan menggema, memberondong puluhan ajudan yang sedang bertelanjang bulat itu, tak sampai satu menit puluhan pria keji itu tergeletak tak bernyawa, dengan darah segar bercucuran.
Citak segera berlari melepaskan ikatan Rama, pria sedikit merinding dengan keadaan Rama yang sudah tak beraturan, tanda kepemilikan tercetak di hampir seluruh tubuhnya, ditambah cairan kental seperti santan memenuhi lubang bagian belakang.
Tanpa jijik citak menggendong tuan muda dengan berlari, diikuti seluruh anak buahnya dari belakang, helikopter segera diturunkan untuk membawa tuan muda ke rumah sakit terdekat, citak yakin nyawa Rama dalam bahaya sekarang membuat dia panik hingga tanpa sadar, air mata menetes dari matanya.
"Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada dirimu tuan, aku mohon bertahanlah" Ucap citak kepada Rama yang terbaring lemas berselimutkan baju citak.
"Yaa tuhan, kenapa engkau begitu tega memberikan siksaan kepada nya"
.
.
.
.
.
Seluruh anggota keluarga Wijaya langsung menuju rumah sakit, setelah citak memberitahu jika Rama telah berhasil diselamatkan, Risa, Divan dan baby Natan pun juga ikut, meninggalkan bude Retno yang memutuskan menunggu di mansion.
Nino yang satu mobil dengan Risa dan Divan nampak gelisah, pria itu tak bisa membayangkan apa yang telah terjadi dengan sepupu nya itu, hingga dia tak berani melihat kondisi mengenaskan Rama yang sangat menjijikan untuk dilihat.
"Papa uncle lama kenapa?"Tanya Divan dengan polos nya, membuat Nino menoleh dan tersenyum ke arahnya.
"Uncle lama jatuh nak, jadi harus dirawat doain uncle Rama yaa biar cepat sembuh"Jawab Nino berbohong, dia tak mau otak kecil Divan terkontaminasi.
"heeh kalau endak semoga uncle cepat sembuh, kan mau bikin sulples(Surprise)"Ucap Divan membuat Nino dan Risa bingung dan penasaran.
Namun mereka memilih diam dan menanggapi dengan senyum kecil, mereka tau ini bukan waktu yang telah untuk menanyakan hal-hal yang tidak penting.
Tak butuh waktu lama, kini rombongan mereka telah sampai di rumah sakit Artanegara, rumah sakit terbesar yang di miliki oleh perusahaan Nino Artanegara.
"Doain papa kamu yaa sayang"Ucap Maria dengan mengeluarkan air mata, melihat cucu pertama yang baru dia ketahui itu.
__ADS_1
bersambung .........
Jangan lupa like coment and vote,