
Pagi yang indah ditambah dengan dinginnya angin segar, mendadak menjadi mencekam dengan aksi baku tembak para pengawal maxton dengan dua pria misterius.
Hal itu terjadi ketika Alex baru saja datang dengan membawa sarapan pagi untuk sang adik, namun di saat dia membuka pintu dirinya mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa, dia melihat dua orang pria berseragam dokter mengacungkan pistol ke arah Xelo yang masih terlelap.
Dia pun langsung berteriak membuat dua pria misterius itu panik dan berlari, namun sayang Alex tak kuasa menahan dan memutuskan menyelamatkan sang adik.
Para pengawal pun dengan cepat mengejar dan terjadilah aksi baku tembak, membuat seluruh isi rumah sakit panik dan histeris, para pengawal Hartono yang melihat keributan langsung gabung dan membantu melumpuhkan dua pria pembunuh itu.
Tak butuh waktu lama, dua penjahat itu berhasil dilumpuhkan dengan timah panas tertancap di sebagian anggota tubuhnya, mereka tak ingin membunuh nya yang hanya membuat mereka kehilangan informasi.
"Bawa mereka ke ruang ICU, beri penjagaan ketat 24jam jangan sampai mereka kabur ataupun bunuh diri"Perintah Budi Hartono dengan geram.
Dia pun segera berlalu menuju ke ruangan Xelo, dimana penjagaan bertambah ketat karena Exel sudah dipindahkan ke ruangan Xelo agar lebih mudah dalam pengamanan.
"Apa kalian baik-baik saja?"Tanya Budi sedikit panik melihat kekacauan di pagi hari ini.
Exel dan Xelo nampak baik-baik saja, tapi tidak dengan Alex pria sedikit shock membuat tubuhnya seketika melemas.
"Pah segera hubungi Tante Maria, aku yakin ini ulah Vanesa yang hendak melenyapkan kita"pinta Exel kepada sang papa.
Dia merasakan tekanan yang luar biasa sekarang, Exel dan Xelo nampak penasaran dengan sosok yang berada di belakang Vanesa, hingga dia mampu menggulingkan tuan muda Rama dan memporak porandakan tiga kelurga paling berkuasa.
Budi dengan cepat menghubungi Anton, untuk meminta perlindungan kepada keluarga Wijaya, dia juga memberitahukan untuk sedikit waspada karena musuh sudah bergerak dengan nekat.
__ADS_1
Anton pun segera memberitahukan Maria tentang musibah yang dialami oleh Axel dan Xelo, Maria pun menyarankan agar mereka berdua tinggal di mansion Wijaya, selain sebagai tempat paling aman disini mereka juga berbicara dengan langsung, kepada nyonya besar Wijaya group.
Alex dan Budi menyetujui, mereka percaya dengan kekuatan besar keluarga Wijaya, apalagi dengan kejadian barusan akan membuat mereka sedikit tak nyaman, karena mereka yakin berita tadi akan menyebar dengan luas, karena Singapura sebagai negara independen tanpa berpihak ke perusahaan manapun.
.
.
.
.
.
Berbeda dengan di rumah sakit, di mansion kita sedang merayakan hari bahagia Nino dan Risa, setelah melihat berita lamaran Nino semalam yang tersebar luas hingga trending di berbagai media sosial.
Maria dengan semangat merancang konsep pernikahan, ketika Risa dan Nino menyerahkan semua nya kepadanya, dua calon pengantin itu percaya pilihan Maria adalah pilihan yang terbaik, sedangkan untuk gaun Nino mau Risa sendiri yang memilih tanpa campur tangan siapa pun.
"Entar untuk tema akan ada dua, di sore hari Bu Retno usul untuk mengunakan ada Jawa, karena keluarga Risa berasal dari pulau Jawa and untuk malam hari, aku memilih tema modern klasik dengan interior full white and full Cristal" Ucap Maria dengan seluruh konsep yang telah dia rancang.
Nino dan Risa pun nampak puas, terlebih Risa wanita itu sedikit terbaru ketika Maria meminta pendapat bude, dengan mengadakan adat Jawa ketika izab kabul.
"Untuk tanggal apakah kalian sudah menentukan?"Tanya Anton dengan memangku baby Natan yang nampak anteng, bermain dengan Divan di sebelah nya.
__ADS_1
Risa dan Nino nampak saling pandang, jujur mereka belum menentukan tanggal ataupun hari yang baik, untuk acara sakral yang akan mereka gelar dalam waktu beberapa hari kedepan.
"Tiga Minggu dari sekarang, itu hari baik dan tidak terlalu cepat ataupun lama" Ucap Maria tegas dengan mata fokus melihat laptop bersama dengan bude Retno di samping nya.
Nino dan Risa nampak mengangguk setuju, karena Maria sudah mewanti-wanti agar acara di serahkan kepadanya, dan mereka di perintahkan untuk fokus ke acara inti dan gaun.
Mereka pun mengobrol dengan santai, hingga mereka tak menyadari sang bocah tidak sedang bersama mereka, Divan merasa bosan dan memilih menemani Rama yang asik dengan kegiatan barunya, yaitu menonton anime secara maraton.
"Uncle Boleh Ivan bobok sini?"Tanya Divan meminta izin dan diangguki oleh Rama, bahkan dia menepuk pelan kasur kosong di sebelah nya.
Divan pun dengan cepat naik dan membaringkan tubuhnya di samping Rama, bocah itu memeluk erat uncle kesayangannya itu, hingga suara isak tangis terdengar bersamaan dengan tetesan air mata membasahi baju Rama.
"You ok?"Tanya Rama dengan membelai lembut rambut Divan dengan penuh kasih sayang.
"Uncle Ivan sedih mama sama papa mau nikah, tapi uncle belom sembuh Ivan gak mau liat Oma sama Opa nangis Mulu saat Ivan pulang sekolah, meleka sedih loh sambil pelukan beldua sama dedek Natan juga" Curhat Divan merasakan sedih ketiak melihat Anton dan Maria menangis, disaat Divan pulang sekolah dan hendak menyapa nya.
"Uncle kan sudah sembuh, cuman butuh waktu saja untuk bisa jalan, Divan tenang saja nanti saat mama Risa dan papa Nino menikah, uncle akan sembuh uncle akan menjadi orang yang sangat berbahagia, dan menggendong Divan bersama uncle Axel dan Xelo" Ucap Rama dengan meneteskan air mata, apa yang dia katakan memang benar dia sudah berangsur angsur membaik.
Hanya saat-saat tertentu saja dia teringat kejadian memilukan itu, hingga dia langsung histeris dan segera ingin berlari, Karena itu lah dia memilih untuk maraton menonton film agar otak kecil nya selalu bekerja, hingga dia lelah dan tertidur dengan sendirinya.
"Jadi benel, uncle Xelo dan Axel mau kesini kata Oma, meleka mau nemenin papa sama Mama nikah yaa uncle?"Tanya Divan dengan polos membuat Rama seketika terkejut dan juga senang.
Dia semakin tak sabar untuk bertemu dua sahabat nya itu, meskipun dia tau Axel dan Xelo akan memarahi nya Habis-habisan, karena ulah tololnya yang membuat nyawa mereka bertiga hampir melayang.
__ADS_1
bersambung........