
Disebuah butik ternama.
Di Butik yang nampak mewah di penuhi aneka gaun yang tersusun rapi, kini keluarga Wijaya sedang berkumpul untuk melakukan fitting baju, sebenarnya sang desainer sudah menawarkan diri untuk datang ke mansion, agar para anggota kelurga paling berpengaruh itu tak perlu repot-repot untuk datang, namun niat baik itu di tolak oleh sang nyonya besar.
Maria ingin mengajak anggota keluarganya datang ke butik itu, membuat sang desainer terharu sekaligus bangga, bisa melihat bahkan berbagi oksigen dengan orang-orang hebat ini.
"Saya mau gaun white simpel, tetapi ada taburan Cristal Swarovski sebagai dasar, dan untuk motif saya mau batu mulia yang warna warni membentuk bunga, untuk batu mulia saya percayakan kenapa anda mau pakai jenis apa, tetapi pesan saya cuman satu motif harus sangat detail sedetail detail nya, tidak ada satu cacat pun" Ucap Maria ketika membahas desain gaun untuk pernikahan Risa.
Risa yang duduk di samping Maria hanya hanya bisa diam, dengan hati mengucap rasa syukur sebesar-besarnya, entahlah amal apa yang telah di buat hingga tuhan membalas nya dengan begitu berlebih.
Di ruangan lain, Nino dan Divan juga memilih baju yang pas untuk mereka, dan pilihan Nino jatuh kepada sebuah jas berwarna hitam dengan bahas khusus, nampak simpel tapi sangat mewah jika harus bersanding dengan gaun Risa yang spektakuler itu, Divan juga menentukan pilihan nya yang sangat rahasia, karena outfit yang dia pilih ada campur tangan Xelo, sangat membuat Nino khawatir dengan trek record kejahilan dua sejoli itu.
"Oke, sudah beres" Ucap xelo dengan senyum bangga telah berhasil menyelesaikan misi dari Maria, yaa Xelo lah yang ditugaskan mengatur baju untuk kedua sahabatnya, karena Exel sedang menemani Rama keluar untuk pertama kalinya setelah kejadian memilukan itu.
"Sudah selesai Elo?" tanya Maria ketika mendengar ucapan Xelo, dengan tangan menimang bayi Natan yang terbangun dari tidurnya.
"Beres Tan, aku pilih outfit yang simpel tapi akan sangat mengguncang dunia, ketika melihat keseluruhannya" Jawab Xelo dengan begitu bangga nya, dia sangat yakin dengan ide brilian nya yang akan menguras habis tabungan kedua sahabatnya itu.
"Oke, Tante percaya sama kamu tinggal tunggu Nino dan Divan selesai habis itu kita ke mall" Ucap Maria di angguki oleh Xelo.
Tak begitu lama Nino nampak keluar dengan Divan di gendongan nya, bocah itu nampak memarkan senyum tampannya, dan mengedipkan mata genit kepada Xelo ketika kedua wajah tampan itu saling bertemu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Sebuah villa mewah yang berada di pinggir pantai.
Semilir angin berhembus dengan kencang bersamaan dengan suara deburan ombak, mengiringi sebuah mobil yang berjalan dengan santai, melewati jalan di bibir pantai.
Mobil itu pun berhenti tepat di depan pintu utama, disambut dengan puluhan pria berbaju hitam yang berjajar dengan rapi, sang pemilik mobil pun turun memperlihatkan dua orang remaja.
"Gilak ram ini tempat apa?" Tanya Exel dengan kagum melihat lobi villa yang sudah seperti hotel bintang lima, dengan penjagaan super ketat.
Rama tak menjawab dan hanya mengarahkan tangannya memberitahu jalan yang akan mereka lalui, sampai lah mereka di sebuah ruangan dimana mereka bisa melihat seluruh aktivitas di lantai satu.
Nampak banyak orang sibuk di depan komputer dengan layar yang begitu lebar, ada juga yang sedang merakit senjata api dengan berbagai jenis, dan ada juga yang sedang merancang kendaraan lapis baja.
"Welcome to my bisnis, disini seluruh perusahaan di dunia menitipkan data pentingnya, disini seluruh senjata ilegal dan legal di produksi dan dirancang, dan masih banyak lagi aktivitas yang aku kendalikan dari sini" Ucap Rama dengan senyum membuat Exel yang terkagum-kagum menoleh kepadanya.
"You crazy bro, gue tak percaya bisa kenal dengan sosok sekeren elo" Ucap Xelo dengan bangga dan juga masih tak percaya.
__ADS_1
Rama hanya tersenyum menanggapi pujian dari sahabat nya, hingga sebuah ketukan terdengar memperlihatkan citak memasuki ruangan bersama dengan beberapa pria di belakangnya.
"Selamat siang tuan, senang bisa melihat anda kembali" Sapa citak bersama dengan beberapa jajaran nya.
"Langsung ke pembicaraan utama, gue harus pulang dengan cepat" Ucap Rama dengan tegas membuat citak menganggukkan kepalanya dan duduk di depan, diikuti anak buahnya dan juga Exel
"Baik tuan, saya sudah menemukan orang yang ada di belakang Vanesa, dia adalah Harmoko Santoso kepala polisi di negara kita, dan juga beberapa anggota dewan yang memiliki power dan jabatan strategis di negara ini, dan satu lagi dia adalah nona Klara orang yang juga memiliki andil besar dalam hal ini" Ucap citak melapor kan seluruh investigasi nya, langsung membuat Rama memancarkan kemarahan.
"Apa hubungannya Vanesa dengan Harmoko?"Tanya Rama dengan marah, membuat citak dan Exel kebingungan dengan sikap tuan muda.
Yaa Rama ingat betul dengan kejadian di mall saat dia bersama dengan Exel, disana dia melihat ada sedikit konflik antar Vanesa dan Harmoko, hingga Rama menduga ada hal yang tidak beres antara dua orang itu.
"Harmoko memiliki hubungan khusus dengan Vanesa, bahkan Vanesa lah orang di balik perceraian Harmoko dengan sang istri, dan kejadian itu bermula ketika Vanes mengandung tuan muda Natan di usia tiga bulan, saya juga sudah melakukan tes DNA untuk berjaga-jaga, tapi dengan syukur hasil menunjukan jika tuan muda Natan anak kandung anda tuan" Ucap citak dengan jelas membuat Rama dan Exel tercengang dengan tingkah ibu dari pewaris Wijaya group itu.
Prangggg
Sebuah meja kaca hancur berkeping-keping, Rama dengan tatapan tajam melihat citak dan anak buahnya satu persatu, membuat semua orang bergidik ngeri melihat aura kekejaman mulai kembali lagi.
"Gue mencoba untuk diam dan mengambil hikmah dari peristiwa kemarin adalah teguran bagi gue, tetapi gue salah tuhan seakan tidak mengizinkan gue untuk bertobat, habisi semua yang terlibat di dalam kejadian ini, tapi ingat bawa Vanesa menghadap ke hadapan ku tanpa luka segores pun"
Bersambung
jangan lupa like coment and favorit
__ADS_1