
Apartemen Nino Artanegara.
"Papa piling nya kabul Mulu!!!!"Teriak Divan ketika capek main kejar-kejaran dengan pembersih otomatis itu.
Nino yang tengah duduk sambil bermain laptop nampak menoleh, pria itu tersenyum melihat sang anak duduk di lantai dengan raut wajah cemberut, menggambarkan betapa lucunya bocah itu.
Nino pun mengambil remote yang berada di atas meja, simsalabim benda berbentuk mirip piring itu seketika berhenti, membuat Divan beranjak dari duduknya dan segera menangkap buruannya.
"Dapat, aku tak kan melepaskan mu lagi piling jahat" Ucap Divan dengan memukul pembersih otomatis dengan sedikit keras.
"Divan boleh papa minta tolong?"Tanya Nino kepada sang anak, membuat Divan segera berjalan mendekat jika ada orang mengajaknya berbicara.
"Boleh, minta tolong apa papa?"Tanya balik Divan dengan wajah cute nya, segera mendapat hadiah cubitan di pipi oleh sang papa.
"Gemes banget"
"Papa minta tolong liat mama selesai atau belom" Perintah Nino, dia sebenarnya bisa saja melihat Risa sendiri, tetapi calon istrinya itu sedang di satu kamar bersama dengan sang make up artist, membuat dia canggung untuk menghampiri nya.
"Oce Ivan panggil, lama benget kebulu lapal Ivan"Ucap Divan dengan cadel, lagi-lagi berhasil membuat Nino terkekeh dengan tingkah sang anak.
Dengan cepat Divan berlari ke sebuah kamar yang letaknya tak begitu jauh dari ruang tamu, Divan pun mengetuk pintu setelah sampai di depan pintu yang memisahkan dirinya dan sang mama.
"Halo Tante, Ivan Boleh masuk?"Tanya Divan dengan senyum khas nya, membuat sang make up artist gemas dan mempersilahkan masuk.
Mata Divan seketika terbelalak melihat sang mama nampak berbeda, Risa begitu cantik dengan make up tipis, rambut di sanggul kepang ditambah balutan gaun mewah berwarna putih bertaburkan Cristal Swarovski, yang begitu seksi memperlihatkan pundak dan lengan mulus itu, dan satu lagi belahan dari telapak kaki hingga pinggul, mengekspose jelas paha putih kaki bagian kanan, menunjukkan betapa sexy nya sang pemilik tubuh.
Solah tak cukup, Sang stylish menambahkan kalung emas berliontin batu mulia berwarna biru, disamakan dengan anting, gelang dan cincin, tak lupa sepatu high heels berwarna hitam nampak mecing dengan tas Hermes jenis crocodile hasil minjam dari Maria, karena tas berharga selangit itu tertinggal di apartemen Nino.
"Mama cantik, tapi Ivan endak suka sama baju mama" Kritik sang anak dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
Risa pun nampak kebingungan, dia sendiri tak tau kalau Nino membelikan gaun model seperti ini, meskipun pilihan Nino sangat bagus dan pas buat dia, tetapi dia sedikit tak nyaman ketika dengan komentar Divan yang dia anggap sangat jujur itu.
"Loh kan Divan sama papa yang beliin, mama gak tau loh"Ucap Risa sedikit berjongkok Hinga tubuh mereka hampir sejajar, Divan pun langsung menetralkan raut wajahnya, dia baru menyadari jika gaun itu pilihan dirinya dan sang papa.
Membuat bocah kecil itu segera berlari meninggalkan kamar Risa, menuju ruang tamu dimana sang papa sedang duduk dengan laptop di pangkuannya.
"Papaaaaaaa!!!" teriak Divan menggema ke seluruh penjuru ruangan, membuat Nino yang tengah fokus langsung menoleh ke sumber suara, dia pun nampak bingung melihat ekspresi marah dari sang anak.
"Why?"Tanya Nino dengan bingung.
"Tuh"Tunjuk Divan kepada sang mama, membuat fokus Nino beralih ke arah Risa yang berjalan mendekat ke arah mereka.
Sama dengan Divan, matanya seketika terbelalak bersamaan dengan detak jantung yang berdegup dengan kencang, dia pun berulang kali menelan kasar Slavina nya, ketika melihat pundak mulus dan juga paha tinggi jenjang.
"Papa liat baju mama jelek, Ivan gak suka" Ucap Divan ngambek dengan tangan dilipat di depan dada.
"Sexy" Ucap Nino dengan mata masih fokus ke arah sang istri.
"Astaga bukan nya ini terlalu sexy dan terbuka?"Tanya Nino sedikit kesal dan menatap tajam Risa, dia membayangkan tatapan liar para teman pria Risa ketika melihat tubuh sexy sang pacar.
"Gak papa aku suka, bagus banget meskipun sedikit dingin"Ucap Risa dengan berlenggak lenggok memamerkan tubuh indahnya.
Nino pun tak kuasa menahan nafsu yang sudah memberontak di bagian sana, membuat dia dengan cepat menarik Risa ke dalam sebuah kamar.
"Apaan sih, kasar banget tau gak" Ucap Risa melepaskan tarikan tangan Nino dengan kasar.
"Ganti baju aku gak mau kamu pakai baju ini"Ucap Nino dengan tatapan tajam.
"Kenapa sih Nin, kan kamu sendiri yang memilih dan membeli nya, kenapa sekarang seolah aku yang salah?"Tanya Risa dengan sedikit ketakutan melihat tatapan membunuh dari Nino.
__ADS_1
"Oke aku salah dan aku akan bertanggung jawab, kita ke butik sekarang dan beli gaun yang lebih tertutup" Jawab Nino dengan pasrah ketika menyadari kesalahannya.
"Enggak kita sudah telat, dan aku tidak mau itu terjadi"Jawab Risa langsung mendapat tatapan tajam Nino.
"Ganti baju atau kita tidak datang?"Tanya Nino dengan mengintimidasi berfikir Risa takut dengan ancaman nya.
"Tidak dua-duanya karena aku akan datang sendirian"
.
.
.
.
.
SMA bunga bangsa
Sebuah lapangan yang sangat luas kini nampak penuh dengan aneka ragam mobil yang berjejer rapi, Acara reuni yang di adakan para alumni juga di hadiri oleh para siswa-siswi kelas sepuluh hingga dua belas, membuat suasana sangat lah ramai dan meriah.
Aula sekolah juga di sulap sedemikian rupa hingga menjadi ballroom mewah bak hotel bintang lima, para siswa dan siswi nampak sudah datang dengan baju kelas mereka yang tak kelas modis.
Mereka nampak berjejer menyambut kakak-kakak kelas mereka, para siswi seketika bergemuruh ketika Dito datang dengan balutan jas, yang nampak pas di tubuh tinggi itu.
Namun teriakan seketika terdiam ketika melihat mobil Rolls-Royce berhenti, menampilkan sosok wanita cantik yang turun dengan anggun.
Gemerlap gaun nya nampak memukau ketiak lampu menyorot ke arah nya, semua Siswa-siswi langsung mengeluarkan ponsel, mereka tak mau ketinggalan moments indah dan membanggakan ini.
__ADS_1
Bersambung......
sorry saya terkendala di alur, akun saya belum balik membuat otak kecil itu mengingat dengan keras, kerangka dan draft yang sudah saya siapkan