
Sebuah mall terbesar di kota ini.
Suasana di sebuah pusat perbelanjaan sangatlah ramai, para pengunjung silih berganti memadati berbagai toko yang berjajar rapi di berbagai sudut.
Di antara pengunjung itu terlihat seorang pria tengah berjalan dengan gagahnya, pria itu tak henti-hentinya mengumbar senyum penuh kegembiraan, bagaimana tidak sebentar lagi dia akan bertemu sang mantan istri dan juga sang anak, dan dia berniat membawa mereka berdua kedalam pelukan hangat yang akan dia berikan.
Pria itu mencari sebuah tempat di mana sang mantan akan menemuinya, tak butuh waktu lama dengan petunjuk yang dia dapat, pria itu telah sampai di depan restoran bintang lima.
Jujur ada sedikit rasa segan untuk masuk, namun demi sang mantan dia memberanikan diri untuk masuk, dan benar saja sebelum sampai di dalam langkah nya harus terhenti, di saat satu pelayan menghampiri dan memberikan pertanyaan.
"Dengan bapak siapa, dan apakah sudah reservasi terlebih dahulu?" Tanya pelayanan itu dengan ramah, Namun membuat sang pria ketakutan dia baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini, dan dia tak tahu harus bagaimana sekarang.
"Saya Dito Mahendra, dan saya mendapat undangan teman saya untuk kesini, dan teman saya itu bernama Risa"Ucap Dito dengan sedikit gagu dan juga nervous.
Wajah nya pun semakin meneteskan keringat dingin, ketika pelayan itu kebingungan dan nampak membuka handphone besar, mengecek sesuatu.
"Mohon maaf reservasi atas nama Dito Mahendra tidak ada nama Risa, melainkan atas nama Divan putra Mahendra atau bapak mengenal nya?" Tanya pelayanan itu langsung membuat Dito seperti mendapat angin segar.
"Iya itu nama putra saya" Jawab Dito dengan semangat langsung membuat pelayanan terkejut dan juga panik.
"Mohon maaf tuan, mari saya Antar ke meja yang sudah di reservasi sebelumnya" Ucap pelayanan itu dengan cepat membuat Dito bingung.
Dia pun memilih ikut di belakang pelayan itu, alangkah terkejutnya dia saat melihat interior mewah memenuhi di sudut ruangan, membuat dia bak sedang berada di sebuah kerajaan, tak Sampai di situ dia tambah terperangah melihat ruangan besar nan mewah khusus untuknya, disana telah siap dengan beberapa menu makanan yang di dominasi dengan hotspot .
Lain dengan Dito, lain juga dengan Xelo, Exel , Rama dan juga Divan, ke empat pria itu nampak sibuk dengan dirinya masing-masing, Rama yang terus mengeluh karena tak bisa melihat apa-apa karena Xelo menutup kepala Rama dengan topeng.
__ADS_1
Sedangkan Divan bocah itu nampak cemberut di gendongan Exel, karena ngambek ingin dibelikan mainan robot yang terpampang di store yang baru saja dia lewati.
"Uncle ivan mau itu" Ucap Divan merengek dalam gendongan Exel, membuat Exel sedikit tak tega namun enggan untuk menuruti, karena waktu yang telah Xelo tentukan sudah terlewat.
"Iya nanti setelah ini uncle belikan, janji besok pagi sudah ada di rumah, saat Divan Divan bangun bobok" Ucap Exel mencoba membujuk sang bocah.
"Janji?" Tanya Divan dengan tatapan menyelidik, membuat Xelo tertawa dan menganggukkan kepala.
Xelo yang melihat interaksi dua pria itu nampak jengah, dia memutar dua bola matanya dengan malas, dan segera memerintahkan salah satu pengawal untuk membelinya.
"Yeahhhh makasih uncle" Ucap Divan dengan meraih kepala Xelo dan memberikan hadiah kecupan.
"Dih dasar kalau ada mau nya aja kalem nih bocah, biasanya ngereog" Ucap Xelo membuat Exel dan Rama tertawa.
"Dih diem ram, daripada trauma Lo balik lagi sabar-sabar" Jawab Xelo semakin mempercepat langkahnya.
Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai dimana Dito telah menunggu, sebuah restauran bintang lima yang memiliki menu spesial Jepang.
Rama pun akhirnya bisa melihat gemerlap lampu, membuat rindunya kepada keindahan duniawi sedikit terobati, dia pun langsung menampilkan wajah tegas dan penuh dengan mengintimidasi, ketika melewati semua pengunjung yang rata-rata dari kalangan kelas atas itu.
"Surprise!!!!!!!!"
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Dito, selamat yaaaaaa" Ucap Xelo dengan menyalami Dito membuat pria yang tengah menikmati desert itu terkejut dan juga bingung.
Divan pun turun dari gendongan Exel dan berlari ke arah sang papa, dengan cepat Dito menangkap dan membawanya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Ram, kayaknya tuh bapak agak aneh deh gue takut dia tobat beneran" Ucap Exel setengah berbisik ketika melihat interaksi Dito dan juga Divan, Dito nampak sangat kangen dengan Divan dan mencoba mencurahkan seluruh kasih sayang.
"Biarin, bikin ulah tinggal potong tuh leher kasih makan dogy" Jawab Rama dengan datar namun membuat semua orang gemetar ketika mendengarnya.
Dito tampak celingukan seperti mencari sesuatu, membuat Xelo ikut celingukan dan mencari apa yang Dito cari.
"Lo cari Tante Risa, dia gak bisa Dateng jadi kita yang wakili" Ucap Rama seolah tau apa yang pria itu cari.
Terlihat ada raut kecewa dari wajah Dito, namun dia mencoba menghibur diri dengan mengajak sang anak makan, Xelo, Rama dan Exel pun ikut bergabung dan memakan aneka menu itu.
"Apa tujuan anda mengajak Tante Risa ketemu?" Tanya Rama ditengah-tengah keasyikan menikmati makanan, membuat semua orang mengalihkan fokus ke arahnya, kecuali Divan dia nampak fokus dengan film di handphone sang papa, dengan mulut mengunyah daging.
"Hanya kangen dengan Divan, selebihnya tidak ada" Jawab Dito tak sepenuhnya bohong.
Tetapi bukan Rama kalau puas hanya dengan satu jawaban, pria itu nampak mengerutkan keningnya mengaktifkan mode curiga.
"Kenapa baru sekarang, kemana aja sebelum nya selama saya kenal dan dekat dengan keluarga Tante Risa, tak pernah tuh anda muncul pernah sih tapi bikin rusuh" Ucap Rama dengan menyindir saingan kakak nya itu.
Dito pun nampak tak terprovokasi dia tetap tenang menghadapi sang tuan muda, dengan tangan sibuk menyuapi sang buah hati, Xelo dan Exel pun nampak mengamati dan sedikit kagum dengan pembawaan Dito, yang tak sedikitpun getar dan itu sangat mengagumkan.
"Saya sedang bertanya dengan anda tuan Dito Mahendra!!" Ucap Rama dengan geram ketika tak mendapatkan jawaban.
"Tak ada jawaban untuk pertanyaan anda, saya mengaku salah di masa lalu tetapi saya mencoba memperbaikinya untuk masa depan" Jawab Dito masih saja tenang tanpa mengalihkan Padangan nya dari sang buah hati.
"Saya tak yakin untuk itu, ingat sebentar lagi Tante Risa akan menikah, kami dengan sepenuh hati mengundang anda dan seluruh warga desa, saya minta anda tak menghalangi ataupun mencoba menggagalkan, dia sudah terlalu lama berjuang dan berkorban atas semua penderita yang anda berikan, saya mohon biarkan dia berbahagia bersama dengan pilihannya"
__ADS_1