My Love My Dokter

My Love My Dokter
persiapan


__ADS_3

beberapa Minggu kemudian.


Di sebuah ballroom hotel yang sangat sibuk dan juga riweh, terlihat para pekerja berseliweran kesana-kemari seolah tak ada habisnya, mereka sibuk mempersiapkan tempat dimana salah satu kelurga Wijaya akan melangsungkan izab kabul.


Ballroom mewah nan luas itu disulap bak menjadi kerajaan Jawa, banyak ukiran kayu menghiasi setiap sudut ruangan, kursi pun di tata melingkar mengelilingi sebuah joglo buatan, lengkap dengan lampu kristal di atasnya menambah kemewahan interior yang di rancang sendiri oleh nyonya besar Wijaya.


Di tengah kesibukan itu, Maria datang dengan mendorong stroller ditemani oleh sang cucu dan juga calon besan Retno, kedua wanita yang tak lagi muda itu mengontrol langsung persiapan acara besar itu, untuk sekedar mengisi waktu luang.


"Bagaimana Bu Retno, apakah ada yang anda ingin tambahkan?" Tanya Maria kepada Sang calon besan, membuat Retno merasa di hargai walaupun dia juga puas dengan hasil kerja Maria.


"Tidak ada Bu, ini sangatlah bagus" Jawab bude Retno dengan kagum melihat hasil kerja keras Maria dan tim.


"Syukurlah kalau bu Retno juga suka dengan desain saya, dan saya juga minta tolong untuk kordinasi warga klantan Bu Retno yang urus, saya masing harus mengurus beberapa kolega yang akan hadir di resepsi malam hari, agar semua berjalan secara bersamaan " Ucap Maria dengan wajah yang serius.


"Bu Maria tenang saja dan serahkan kepada saya" Jawab Retno dengan senyum di sambut pelukan hangat oleh Maria, entahlah nyonya besar Wijaya itu sangat senang dengan sosok Retno, yang sangat santun dan menyenangkan tidak seperti teman-temannya yang lain.


Mereka pun melanjutkan mengontrol persiapan wedding Nino and Risa, yang akan digelar sangat megah dan juga mewah, untuk menyambut tamu khusus di sore hari yang di dominasi oleh tetangga dan kelurga dekat kedua belah pihak, karena akan ada acara adat dari kelurga Risa yang berasal dari Jawa.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Mansion keluarga Wijaya.


Suasana sore hari ini sedikit mendung, seperti suasana hati sang tuan muda yang sangat mendung di hiasi dengan kilatan petir kemarahan.


Rama mendadak marah ketika mendapat kan sebuah video yang lagi booming di kalangan para pengusaha, video pesta *** yang di lakukan oleh para penjabat tinggi negara, dengan seorang model papan atas Yang Rama kenal.


Di video berdurasi beberapa menit itu, memperlihatkan bagaimana ganasnya permainan sang model melayani nafsu birahi para pria hidung belang itu.


Entahlah dia merasa jijik dan juga kasian kepada sang putra, harus lahir dari rahim seorang ibu yang sangat tidak berakhlak itu.


Rasa penyesalan seketika muncul, mengingat bagaimana dia menikmati tubuh wanita itu hingga lahir seorang bayi lucu, bayi yang akan memikul beban berat sebagai pewaris kerajaan bisnis Wijaya group.


Dia begitu kecewa dengan apa yang Vanesa lakukan, sebagai wanita yang sudah memiliki anak harusnya dia menjaga image, agar sang anak bisa menilai baik kepada sosok figur seorang ibu itu.


Tamun apa yang di pikiran Rama salah besar, pria itu harus menelan pil pahit ketika melihat kelakuan ibu dari anak nya tersebut, kelakuan yang sangat jauh dari pikiran seorang Rama putra Wijaya.

__ADS_1


Ditengah kegundahan, pintu dengan keras di buka memperlihatkan Xelo dan Exel memasuki kamar, kedua pria itu nampak senyum penuh arti kepada sahabatnya itu.


"Gue punya video bagus untuk Lo" Ucap Xelo dengan tersenyum smirk, membuat Rama jengah dan memutar kedua bola matanya dengan malas.


"Gue udah tau" Jawab Rama dengan menatap kosong ke arah jendela.


"Gila kuat juga tuh cewek, sewa yok buat bertiga" Ucap Xelo dengan bercanda berharap Rama terpancing emosi.


"Dih gue sayang ***** gede gue yang limited edition ini"Ucap Exel menimpali dengan mengelus benda pusaka miliknya.


Rama pun hanya diam seribu bahasa, mendengar obrolan sang sahabat yang dia tau menyindir kebodohan dirinya.


"Apa Lo mau berharap lebih lagi kepada wanita itu?" Tanya Exel dengan serius, membuat Rama kebingungan dengan pertanyaan sang sahabat.


"Kalau pun iya kita tak masalah, itu pilihan mu walaupun jujur kita enggak rela" Ucap Exel lagi ketika melihat Rama hanya diam tanpa melakukan upaya balasan.


"Kamu putra mahkota Wijaya, Ratusan ribu nyawa bergantung kepada kepemimpinan mu, banyak lensa kamera juga siap membidik dirimu di mana pun dan kapan pun, kejadian ini sangat memalukan untuk Natan besar nanti, yang pasti akan meninggalkan jejak digital nantinya " Saran Exel lagi dan lagi.


"Udah lah Xel, mau Lo nasehatin model apa kalau dia nya masih cinta bisa apa, kita sebagai teman hanya bisa ngasih saran, kalau di terima syukur kalau enggak bodo amat, gue cuma mau ngomong jika Vanes itu sudah kelas rongsokan, tau rongsokan kan Lo bekas nya barang bekas, kelas paling hina di peringkat paling ******" ucap xelo tak tahan untuk berkomentar, dia begitu kesal dengan sikap Rama yang mendadak lembek jika menyangkut nama Vanesa.


"Suruh citak datang kemari kita bereskan kekacauan ini, gue akan urus dahulu video ini jangan sampai ada jejak nantinya, dan untuk perempuan dan para anak buahnya gue akan bereskan sendiri nantinya" Ucap Rama dengan penuh dendam, membuat Xelo dan Exel tersenyum melihat kekejaman sang tuan muda telah kembali.

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote


lama banget review nya huaaaa


__ADS_2