
Rumah sakit Artanegara.
"Gak mauuuuu, jangan sentuh gue gak mau akhhhhhhhhhh"Teriak Rama histeris ketika perawat akan memeriksa nya, pria itu mendadak seperti kesetanan dan hendak melarikan diri.
Untung saja Nino datang di waktu yang tepat, dengan cepat dia rangkul tubuh itu dengan Kuat, melawan tenaga Rama yang memberontak dengan Kuat.
"Lepasin, lepasin gue!!!!!!"Teriak Rama semakin histeris hingga salah satu dokter memutuskan menyuntikan obat tidur ke infus, dan benar saja teriakan itu perlahan tak terdengar bersamaan dengan melemah nya tubuh Rama.
"Saya Risa tuan muda memerlukan tindakan khusus, kalau saya boleh saran sebaiknya beliau di rawat di rumah saja, dengan fasilitas medis kita pindahkan, beliau belum siap untuk melihat orang yang berbeda-beda yang akan memperburuk trauma nya"
"Untung saja tuan muda masih lemah, kalau semua luka sudah sembuh saya pastikan beliau akan melakukan tindakan yang akan sulit kita halau" Ucap salah satu dokter senior memberikan saran kepada bos nya itu.
Disini bukan hanya Rama saja fokus mereka, tetapi juga ratusan pasien lain yang memiliki hak sama atas kesembuhan dan kenyamanan, dan itu akan terganggu jika tuan muda histeris lagi, mungkin hari ini hanya berteriak ketakutan tapi di kemudian hari bisa saja dia hendak membela diri dan menyerang, dan pasti akan sulit melawan pria yang menguasai beberapa ilmu beladiri itu.
Nino pun akhirnya sependapat sama, dia pun memerintahkan para anak buahnya untuk mempersiapkan kamar khusus Rama di mansion keluarga Wijaya, dan untuk Maria dan Anton dia sudah memberitahukan nya melewati pesan, dan mereka setuju asalkan itu yang terbaik untuk Rama dan semuanya.
Bangsal Rama telah siap untuk ditarik keluar, membuat para pengawal berjaga dengan ketat dan mengosongkan jalan untuk beberapa saat.
Bangsal Rama pun akhirnya keluar dengan didorong beberapa perawat, tak butuh waktu lama mereka telah sampai di sebuah mobil Van khusus yang sudah disiapkan, disana ada citak yang dengan setia menunggu sang bos besar.
Mobil pun berjalan dikemudian langsung oleh Nino dan citak di samping nya, Nino mengemudikan dengan sedikit kencang agar ketika Rama bangun dia telah sampai di kamar pribadinya.
Nino pun sedikit memelankan lajunya ketika memasuki pekarangan luas yang berada di halaman depan mansion Wijaya, di depan pintu terlihat Maria, Retno, Risa dan Divan.
Mereka tidak sabar menyambut kedatangan sang putra mahkota, bangsal Rama diturunkan dan dibawa ke dalam kamar miliknya, ditemani oleh para dokter khusus.
Sedangkan Nino, Maria dan citak berkumpul ke ruangan Pribadi Maria, dimana obrolan rahasia biasanya dilakukan disana.
"Apa yang kamu dapat?"Tanya Maria langsung tanpa basa-basi, dia sudah sangat geram dan ingin menuntut balas atas apa yang di alami Rama.
"Kami sudah melakukan investasi, dan mendapatkan bukti bahwa penculikan tuan muda begitu rapi sekali, membuat kami yakin otak dari kejadian ini bukan lah orang sembarangan, banyak sekali bukti mengarah ke berbagai arah, salah satu nya hampir setengah dari pelaku yang sudah kami bunuh berasal dari oknum penegak hukum, yang berarti ada oknum dari pemerintah di belakangnya"
"Dan juga mereka menjual tubuh tuan muda ke pada para wanita, yang rata-rata mereka berasal dari instansi pemerintah, itu semakin memperkuat dugaan kita kepada musuh bebuyutan tuan muda, yaitu nona Klara yang kami deteksi memiliki pasangan oknum pejabat" Ucap citak memberikan penjelasan membuat bola mata Maria dan Nino membulat dengan sempurna.
Klara adalah orang yang paling Rama benci sekaligus Rama cari, wanita itulah yang hampir saja merusak rumah tangga Maria dan Anton, dengan menjebak Anton dengan obat perangsang dan memperkosanya.
Rama saat itu sangat marah, dan mencari wanita itu namun sayang Klara telah berhasil melarikan diri, amarah Rama yang sudah berada di ujung tanduk seketika meledak, ketika kelurga besar Klara muncul ke publik dan menuduh kelurga Wijaya telah meneror Klara, mereka juga menyebutkan bahwa Klara adalah kekasih gelap Anton hingga membuat Maria marah dan mengancam mereka.
Rama pun seketika merespon, tepat setelah jumpa pers Rama memerintahkan seluruh anak buahnya, untuk membunuh semua nya hingga tak ada yang tersisa.
__ADS_1
"Dan satu lagi, mungkin kita bisa mempertanyakan kejadian ini ke tuan Richard, saya kira dia tau semuanya terlebih pulau tempat tuan muda di sekap milik tuan Richard " ucap citak dengan melirik ke arah Nino diikuti oleh Maria.
"Siapa pun yang terlibat dalam kejadian ini harus mendapatkan balasan yang setimpal, saya mungkin tidak terlalu marah melihat putra ku mati dengan di bunuh, tetapi siksaan yang di dapat Rama begitu keji dan sangat tidak manusiawi, ingat urus sampai tuntas kasus ini siapa pun yang hendak menghalangi habisi, meskipun itu aparat negara" Perintah Maria dengan tegas segera di angguki oleh citak.
.
.
.
.
.
Di sebuah taman belakang mansion, Divan nampak asik bermain dengan beberapa hewan yang di pelihara di sekitar mansion, bocah itu nampak senang kejar-kejaran dengan kelinci membuat dia tertawa riang.
"Apakah nanti saat kita punya anak, dia akan setampan Divan?"Tanya Nino dengan menyandarkan kepalanya di pundak Risa.
Yaa mereka sedang menikmati waktu sore sambil mengawasi Divan, angin sore yang semilir menambah kesan romantis hingga satu pasang manusia itu betah.
"Pasti mungkin lebih tampan, tidak cuma tampan tapi juga pintar nantinya" jawab Risa dengan mengelus rambut Nino dengan lembut, membuat sang kekasih nyaman.
"Mendapatkan pasangan baik itu adalah anugrah, tetapi menemukan pasangan yang ingin berubah menjadi baik sesuatu yang sangat istimewa, aku akan setia menunggu sampai kamu siapa dalam segala hal, pesan ku cuman satu cobalah berdamai dengan masa lalu, niscaya hidup akan lebih damai dan tenang "Jawab Risa membuat Nino tersenyum dengan menunjukan gigi mahalnya.
Tak berselang beberapa lama, Divan memutuskan untuk beristirahat, bocah itu nampak begitu sulit mengatur nafas saking kelelahan nya.
"Mama mau minum Boleh?"Tanya Divan merayu dengan tatapan puppy eyes nya.
Risa pun seketika menggelengkan kepalanya, dia tahu yang di masuk oleh Divan yaitu minuman bersoda, yang pastinya tidak biak untuk kesehatan bagi anak-anak ataupun orang dewasa.
Bersambung.........
**Selamat jalan sayang...
Jiwamu kini menjadi cahaya nan terang
Namamu selalu kusebut dalam linang
Melepasmu menjadi bidadariku nan terbang
__ADS_1
Engakau jiwa yang sesaat kujaga
Menjadi peneguh atas gontainya langkah
Kini dirimu diam tanpa kata
Terbujur dengan siraman semerbak do'a
Aku menguci rasa yang tak mampu terwakilkan kata
Gejolaknya meledak remukkan seluruh jiwa
Hanya tangisku yang sedari terpecah
Mewakili secuil duka yang tak terbendung raga
Aku hanya mampu memegang jemarimu yang tak lagi bergerak
Dingin menghempaskan kenangan yang berserak
Entah dipurnama keberapa hati mampu beranjak
Meratapi badai duka yang kian bergolak
Pergilah dalam surga yang menantimu bahagia
Pijaki tangga do'a yang kubangun dengan air mata
Iklasku jadikanmu bidadari adanya
Senyummu kunanti dalam mimpi nan indah
Selamat jalan sayang
Do'aku akan selalu ada untukmu
Raihlah surgamu nan indah
Meski duka yang melepaskanmu adanya
__ADS_1
Selamat jalan.....semoga surga terindah menjadi tempatmu adanya**