My Love My Dokter

My Love My Dokter
Sadar


__ADS_3

Mall terbesar di kota ini.


Di tengah keramaian mall, terlihat seorang wanita mencuri perhatian seluruh pengunjung, wanita itu tampil dengan begitu sederhana namun sayang berkelas, dengan outfit kebanggaan oversize T-SHIRT putih, celaan pendek dan juga sneaker Nike Jordan, membuat wanita berdarah cina indo itu semakin mirip dengan wanita-wanita Korea, dan satu lagi Tas Hermes crocodile berharga satu milyar pemberian Maria dia pakai, membuat kesan santai nan glamor.


"Pak apakah Divan sudah dalam perjalanan kemari?" Tanya Risa kepada pengawal utusan langsung dari citak, pasalnya pengawal memberitahu bahwa dia tidak perlu menjemput, dan menunggu nya di tempat yang sudah di beritahu kan oleh Maria.


"Tuan muda Divan sudah ada di parkiran nona, dan juga nyonya besar sudah hadir terlebih dahulu di restoran" jawab pengawal berbadan tinggi kekar itu.


Risa pun tidak menjawab dia langsung menuju tempat mereka janjian, dia tak enak jika harus membuat Maria menunggu begitu lama.


Tibalah mereka di sebuah restauran bintang lima, dimana para kaum elit berkumpul untuk sekedar makan siang ataupun nongkrong bersama.


Kehadiran Risa langsung menyita perhatian para mata pria, mereka terpesona dengan kecantikan Risa yang natural tanpa polesan, terlebih lagi paha mulus nan putih Risa terekspose dengan jelas, semakin membuat para menelan Slavina.


"Maaf Tan, bude Risa telat"Sapa Risa kepada Maria dan Retno yang tengah asik mengobrol, dan tak lupa cucu kesayangan Wijaya yang ada di stroller.


"Kamu jika baru sampai kok, iyakan Bu Retno?"Tanya Maria dengan senyum.


"Iya kami juga baru sampai, bagaimana dengan pekerjaan mu nak apakah sudah selesai?"Ucap bude Retno kembali bertanya, Maria pun juga sedikit penasaran dengan perkembangan bisnis calon mantunya itu.


"Kemarin aku sempat ngobrol dan juga sharing bersama, Rama, Xelo dan Exel, mereka menyarankan untuk salah satu proyek dijadikan untuk gudang dulu, kebetulan salah satu proyek memiliki tanah yang sedikit lebih luas, jadi Risa buat gudang dan dua proyek masih terus berjalan bahkan sudah 50%" Jelas Risa membuat bude Retno dan Maria mengangguk kan kepala.


"Apa yang di katakan Rama, Exel dan Xelo memang benar, kamu harus banyak-banyak belajar sama mereka walaupun umur mereka masih muda, tetapi ilmu yang mereka miliki begitu tinggi sehingga bisa membantu mu di kemudian hari"


"Tante di waktu kemarin tidak sengaja melihat proyek mini market kamu, dan tempat nya begitu strategis Tante juga yakin minimarket kamu akan profit besar, Tante akan bantu kamu di iklan agar bisnis kamu bisa dikenal lebih luas" Ucap Maria dengan panjang lebar.

__ADS_1


Risa begitu bersyukur Tuhan begitu baik, mempertemukan nya dengan orang-orang hebat berhati malaikat ini, dia tak lupa bersyukur dengan karunia Tuhan yang telah diberikan kepada nya.


Suasana bertambah ramai dan juga riuh, ketika Divan datang bersama para rombongannya, bocah itu begitu senang melihat banyak makanan telah siap untuk dia makan, tak lupa dia mengambil posisi di sebelah Baby Natan yang asik meminum susu di botol favoritnya.


Acara makan siang begitu damai dan penuh suka cita, hal itu berhasil membuat Maria sedikit melupakan kesedihannya, ketika melihat kondisi psikologis Rama yang tiba-tiba histeris, dia juga tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya area kejantanan, dan juga lubang belakang sang putra yang sangat memprihatinkan.


Ditengah kehangatan keluarga Wijaya dan Risa, terlihat seorang wanita tengah mengawasi dengan tatapan tak suka, dia sudah tahu lama siapa perempuan yang begitu di cintai oleh nyonya besar Wijaya itu, membuat dia iri dan tak terima orang asing itu merebut apa yang seharusnya jadi posisinya.


"Gue akan rebut apa yang harus jadi milik gue ".


.


.


.


.


.


Di sebuah ruangan yang mewah dengan begitu banyak fasilitas didalam nya, kini Steffy maxton tengah menunggu pemeriksaan putra mahkota nya, Xelo sudah tersadar satu jam yang lalu dan kini dia harus bersabar menunggu pemeriksaan.


"Mah, kak Alex mana?"Tanya Xelo dengan pelan, tenaganya masih Minim membuat dia begitu sulit untuk bergerak bahkan berbicara.


"Dia sebentar lagi sampai, apa kamu butuh sesuatu sayang?"Tanya Steffy dengan cepat dan juga sedikit panik.

__ADS_1


Xelo pun tersenyum melihat kekhawatiran sang mama, dan dia sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi sang kakak, yang akan lebih parah dari sang mama.


"Aku tidak apa-apa mah"Ucap Xelo mencoba menenangkan wanita yang paling dia sayangi itu, jari lentiknya menggenggam tangannya seolah memberikan kekuatan.


Tak begitu lama pintu terlihat terbuka dengan kasar, menampilkan sosok pria tampan berwajah bule masuk dengan tergesa-gesa, pria itu langsung memeluk Xelo dengan erat menggambarkan bagaimana khawatir nya saat ini.


"Adik kakak sudah bangun"Ucap Alex dengan meneteskan air mata, pria itu begitu panik dan juga takut yang sangat luar biasa, ketika mendapat kabar sang adik ditemukan dengan keadaan babak belur.


Di detik itu juga dia seperti mendapat hantaman yang begitu keras, hingga membuat kedua kakinya melemas dan tak bertenaga, dengan cepat dia mengajak sang mama yang kebetulan sedang berada di Inggris untuk segera pulang, dia begitu trauma dengan kematian sang papa dan dia tak mau mengulangi kesalahan yang sama.


"Terimakasih, terimakasih sudah khawatir and sorry aku tak bisa menjaga diri" ucap Xelo dengan membalas pelukan sang kakak.


Mereka pun akhirnya berbicara dengan santai, hingga Alex tak sengaja menyingung tentang bagaimana bisa kejadian itu terjadi, Xelo pun seketika mendapatkan kembali ingatan nya.


Pria itu seketika mengingat kedua sahabatnya, Alex pun memberitakan bagaimana Xelo dan Exel di temukan dalam keadaan babak belur dan tak sadarkan diri.


Alex juga memberitahu kondisi Rama dengan detail, dari siksaan yang dia dapatkan dan juga bagaimana dia diselamatkan, hingga kondisi psikologis nya yang terganggu


Xelo langsung mengutuk dirinya sendiri, ketika Alex memperlihatkan kondisi Rama saat baru disematkan, dia merasa bersalah tidak bisa melindungi sahabat terbaik nya itu.


Xelo akhirnya menceritakan bagaimana awal mula kejadian ini terjadi, dari Rama ketemuan dengan Vanesa dan berhubungan badan, Sampai dia dan Exel mencoba menyelamatkan sang sahabat yang tengah tak sadarkan diri.


Namun sayang di tengah jalan mobilnya di cegat oleh puluhan orang yang tak dikenal, hingga pertarungan sengit tak terelakkan Hinga dia kalah jumlah dan tumbang tak sadarkan diri.


Xelo yakin betul Vanesa yang ada di balik kejadian ini, dia pun ingin segera keluar dari rumah sakit hingga dia bisa menjenguk kedua sahabatnya, dan membalas tindakan yang dia curigai Vanes sebagai dalang di balik semua ini, dia akan menghukum wanita itu dengan cara lebih keji lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote


__ADS_2