
Bara menghabiskan banyak sekali waktunya untuk memanjakan Clara dan menggoda nya. Bara bahkan mengesampingkan kebutuhan biologisnya karena ingin mencharge hatinya dengan Clara dan anaknya sambil mencari nama.
"Cla, kamu juga bantu cari nama dong," pinta Bara lalu mengecup bibir Clara yang baru selesai minum susu.
"Aku pengen baby girl. Namanya cewek semua," ucap Clara lembut.
"Kalo boy gimana?" tanya Bara sambil mengecup kening Clara.
"Ayahnya dong yang namain," jawab Clara lalu memeluk suaminya.
"Huft aku nemunya nama cewek mulu," keluh Bara lalu mengelus punggung clara dan mulai memeluknya erat.
"Ya udah kita catat aja dulu," saran Clara lalu duduk di tempat tidur dengan notes kecil di tangannya.
Bara mulai mencatat tiap nama yang terlintas di benaknya. Sambil sesekali mengecup istrinya yang tengah membaca di sampingnya, atau menanyakan pada Clara dan anaknya tentang nama-nama yang sudah di buatnya.
"Kalo Anabel?" tanya Bara pada istrinya.
"Anakku bukan arwah gentayangan yang merasuki boneka kak," ucap Clara santai menolak nama dari suaminya.
__ADS_1
"Hmm iya juga ya," ucap Bara setuju lalu mencoret nama di notesnya "Sayang, kamu jangan baca mulu dong," sambung Bara sambil menarik buku yang tengah dibaca istrinya.
"Aku ada kuis pak Bara. Jadi aku harus belajar," jawab Clara lalu meletakkan bukunya di atas pangkuannya.
"Nanti kan bisa belajar sama aku aja," jawab Bara lalu menutup buku Clara dan memasukkannya ke koper agar Clara hanya fokus berlibur dengannya.
Kakak masih sama. Mungkin cuma kekhawatiranku aja kalo dia bakal kepincut kak Tina lagi. Batin Clara lalu tersenyum manis.
"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Bara yang jadi salah tingkah melihat istrinya yang tersenyum manis saat menatapnya.
"Enggak aku cuma kepikiran kakak bakal kepincut sama kak Tina lagi. Padahalkan gak mungkin. Hahaha aduh. Pikiranku jadi aneh-aneh aja," jawab Clara sambil tertawa kecil.
"Iya dong. Lagian Tina juga cuma," ucap Bara tertahan.
Cinta pertamaku. Sambung Bara dalam hati.
"Mantan. Sampah," ucap Bara lalu duduk dan memijit lembut kaki Clara.
Clara hanya mengangguk lalu tersenyum sambil mengelus perutnya. Bara hanya ikut tersenyum melihat istrinya yang terlihat senang dengan jawabannya.
__ADS_1
Clara. Aku hanya miliknya. Setelah ini akan kusudahi semua perasaan tololku ini! Batin Bara penuh keyakinan.
###
Pagi menjelang, Clara masih terlelap dalam sekapan hangat suaminya yang sama-sama telanjang setelah bercinta semalam. Bara yang bangun lebih awal juga hanya membenarkan selimut dan kembali tidur sambil memeluk istrinya sambil mengelus perut buncitnya yang ditendang-tendang si kecil.
"Pagi-pagi dah gerak aja kamu nak," ucap Bara sambil mengelus perut istrinya dan mengecup keningnya dengan lembut.
"Enghh ayahnya adek," ucap Clara yang jadi ikut bangun karena si kecil yang terus menendang, merespon elusan dari suaminya.
"Pagi cintaku," sambut Bara lalu mengecup kening Clara yang dibalas dengan mengecup bibir suaminya dan tersenyum manis seperti biasa "Si adek nendang mulu ya. Bundanya jadi bangun deh," sambung Bara lalu bangun dan mengambilkan minuman untuk istrinya.
"Kamu sih. Si adek kan gitu kalo sama kamu pasti ribut," ucap Clara lalu meminum air mineral yang diambilkan suaminya.
"Adek gak sabar ya main sama ayah?" tanya Bara di depan perut buncit istrinya lalu menciuminya.
Cuma dari ****** yang keluar dari jalur kencingku. Sekarang sudah jadi janin. Sebentar lagi bakal keluar jadi bayi. Batin Bara yang terus menatap perut istrinya sambil mengelus dan menciuminya.
"Ayah, adek sama bundanya laper nih," ucap Clara sambil mengelus kepala suaminya sekaligus membuyarkan lamunan suaminya.
__ADS_1
Keluargaku bahagia gini. Aku masih mau sama tina? Huft emang aku aja yang kurang ajar dan kurang bersyukur. Batin Bara yang tersadar.