
"Kak mandinya lama amat," panggil Clara agak berteriak.
"Sebentar sayang," jawab Bara yang akhirnya menyudahi mandinya.
Clara yang tadinya sudah menyiapkan semuanya akhirnya kembali turun dan memanaskan kuah supaya untuk yang ketiga kalinya.
Yahhh dah gak spesial lagi deh. Keluh Clara dalam hati lalu kembali duduk menunggu suaminya.
Tak lama berselang Bara turun dengan piyamanya dan duduk di samping Clara.
"Nunggu lama?" tanya Bara, yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Clara.
"Kakak kok pakek yang putih?" tanya Clara yang memperhatikan piyama yang dipakai suaminya "Aku dah siapin yang warna navy loh tadi. Pasti gak liat," sambung Clara dengan wajah cemberutnya.
"Ah ya ampun. Maaf sayang. Oke aku ganti," ucap Bara lalu berlari kembali ke kamar agar istrinya tak memasang wajah cemberutnya lagi.
Meskipun wajah itu tak terlalu berharga lagi sejak Bara membuka hati untuk Tina kembali.
Kling! Sebuah pesan masuk ke ponsel Bara. Bara langsung panik dan cepat-cepat membukanya.
Bara langsung menghapus pesan dari Tina lalu kembali ke istrinya yang sudah menunggu, sebelum istrinya memanggilnya dan menimbulkan kecurigaan.
"Maaf ya sayang. Aku beneran gak tau," ucap Bara gelagapan.
__ADS_1
"Hmm iya gapapa. Sebenarnya pakek yang tadi juga gapapa," ucap Clara maklum.
Bara hanya tersenyum mendengar ucapan Clara yang begitu sabar menghadapinya.
"Kak besok aku mau beli baju buat adek. Kakak bisa temenin?" tanya Clara.
"Hmm jadi kamu cantik banget hari ini, pakek dandan sama masak enak ada maunya ya," goda Bara lalu menghentikan makannya dan mencupit pipi istrinya yang mulai chubby dengan gemas "Iya kakak temenin," sambung Bara dengan senyum manisnya.
"Ah iya kakak," panggil Clara mendadak.
"Apa?" jawab Bara singkat.
"Kakak tadi kenapa kok tumben mandi sendiri betah?" tanya Clara lalu mengambilkan krupuk lagi sesuai arah jari suaminya menunjuk.
"Hmm ku kira kenapa," ucap Clara sambil bernafas lega.
"Emang kamu kira kenapa?" tanya Bara lalu mengelus perut Clara.
"Ya siapa tau muasin diri kakak sendiri," jawab Clara menggoda suaminya.
"Onani?" tanya Bara yang langsung diangguki Clara "Waktu punya istri paling sexy sedunia gini?" tanya Bara lagi sekaligus memuji istrinya.
"Kakak ih gombal," jawab Clara malu-malu lalu menyingkirkan tangan suaminya yang mengelus perutnya.
"Mau kemana?" tanya Bara saat istrinya mulai sok sibuk setelah malu karena pujiannya "Hey Cla. Sayang mau kemana? Kok aku dikacangin?" tanya Bara yang tak puas menggoda istrinya.
__ADS_1
Clara terus menghindar dengan merapikan meja makan, menyingkirkan peralatan makan suaminya tadi. Seolah tak puas menggoda istrinya Bara langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ruang tengah untuk menonton televisi bersama.
Semuanya akan baik-baik saja bila Clara tidak tau. Batin Bara senang, tanpa mengingat bagaimana efeknya nanti.
###
Bara terus memanjakan Clara agar Clara tak melirik ponselnya. Hingga akhirnya Clara terlelap dan Bara yang kembali terjaga. Dengan sangat berhati-hati Bara keluar dari kamarnya dengan ponselnya yang tak lepas dari tangannya. Bara langsung berlari keluar kamar dan mencari tempat aman untuk mengabari Tina.
Tak selang lama Tina langsung menelfon Bara karena sedih dan kecewa tak jadi pergi dengan Bara.
"Apa?" jawab Bara begitu mengangkat telfon dari Tina.
"Terus aku jadinya gimana?" tanya Tina.
"Gak tau. Lo sendiri kan tau kita back street. Dah pokoknya jangan sampe bikin masalah ke Clara sama bayiku," ucap Bara tegas.
"Hmm yaudah. Selamat bersenang-senang," ucap Tina berusaha tidak mengekang Bara agar Bara tak meninggalkannya lagi.
"Kamu kok belum tidur?" tanya Bara yang kembali melembut.
"Aku terlalu seneng mau pergi sama kamu. Jadi gak bisa bobo," jawab Tina yang terdengar sedih.
Duh kok jadi gak tega ya. Batin Bara.
__ADS_1