
"Kayak familiar sama tu cowok, tapi siapa ya?" tanya Bob sambil merangkul Bela dan Nadia di kanan dan kirinya.
"Siapa?" tanya Bela bingung.
"Itu," tunjuk Bob pada Bara dan Tina yang memasuki lift.
"Bara!" ucap Bob terkejut begitu Bara membalikkan badan lalu tak selang lama pintu lift tertutup.
********! Mau apa dia di sini sama cewek lain? Maki Bob dalam hati.
"Mana? Gak ada! Lu sakaw ya?" tanya Nadia sambil memegangi kepala Bob layaknya sedang rukiyah.
"Gak ada! Cuma perasaan lu kali, halu!" ucap Bela mengimbuhi.
"Mungkin cuma mirip" ucap Bob tak yakin.
Semoga cuma mirip dan bukan Bara. Semoga Clara gak disakiti. Batin Bob lalu menurunkan tangan Nadia yang memegangi kepalanya.
###
Bara merasa jauh lebih lega setelah menemui Tina beberapa waktu yang lalu. Bara juga sudah tidak segila sebelumnya yang sering gugup, meskipun Bara kerap colongan menelfon atau chating dengan tina saat istrinya kuliah atau tengah terlelap. Clara tentu tau tiap kali suaminya diam-diam menghubungi entah siapa, tapi Clara berusaha keras untuk berfikir positif pada suaminya.
"Siapa kak?" tanya Clara begitu Bara masuk kamar.
"Hah? Clara bangun!" pekik Bara terkejut.
"Hihihi kakak ih sampe kaget gini kenapa sih?" tanya Clara lalu memeluk suaminya dan mengambil ponselnya dari kantung celana Bara.
"Kerjaan," jawab Bara lalu mengecup kening Clara dan meraba kantung celananya.
Hapeku! Batin Bara panik.
__ADS_1
"Kakak nyari ini?" tanya Clara yang sudah menggenggam ponsel Bara.
"Sejak kapan kamu ambil? Kok gak kerasa?" tanya Bara menutupi kepanikannya bila Clara mengecek ponselnya yang belum ia bersihkan.
"Kakak suka begadang akhir-akhir ini. Aku gak suka loh kak," ucap Clara lembut lalu mematikan ponsel Bara dan menyimpannya di lacinya.
****** hape gue! Batin Bara tak tenang.
"Dah yuk bobo, ngantuk," ajak Clara lalu duduk dan kembali tiduran diikuti Bara.
"Hapeku?" tanya Bara.
"Kamu mau tidur sama hape apa sama aku?" jawab Clara yang balik tanya.
Loh sejak kapan kak Bara peduli sama hapenya? Perasaan biasanya kak Bara cuek. Batin Clara heran.
"Aku tadi cari nama buat si adek. Ada di hape," ucap Bara beralibi lalu membenarkan selimut dan memeluk istrinya erat.
"I love you so much Clara," bisik Bara lalu mengecup kening clara lembut "Makasih dah mau jadi istriku," sambung Bara lalu mempererat pelukannya.
Clara hanya berdeham untuk menanggapi ucapan suaminya yang begitu romantis.
Iya pasti cuma perasaanku aja kalo kakak aneh-aneh. Astagfirullah. Suamiku kerja keras aku malah negatif thinking ke dia. Batin Clara menyesal.
"Adek jangan bikin repot bunda ya sayang," ucap Bara sambil mengelus perut Clara.
Apa jangan-jangan kakak lagi nyiapin surprise ya buat aku? Batin Clara menghibur diri.
###
Seperti aktivitas biasanya Clara menyiapkan sarapan dan yang lainnya sebelum kuliah. Tapi lain dari hari biasanya kali ini Clara menunggu hadiah romantis dari suaminya.
__ADS_1
Kakak pasti inget kalo ini hari ulang tahunku. Batin Clara yakin dengan senyumannya yang tak lepas dari wajah manisnya.
"Kenapa hari ini kok seneng amat?" tanya Bara heran.
"Gapapa, mendadak seneng aja hari ini," ucap Clara lalu masuk ke dalam mobil.
Wah kakak sok lupa, pasti mau kasih kado istimewa. Batin Clara makin senang.
Duh nanti gimana ya caranya ketemuan sama Tina? Mana dah janji mau makan malem di pinggir jalan lagi. Batin Bara bingung.
"Kakak hari ini pulang cepet ya," pinta Clara sambil memakai sabuk pengaman.
"Insyaallah ya sayang," jawab Bara tidak yakin bisa menuruti permintaan sederhana istrinya.
"Nanti malem kamu mau aku pakek baju apa?" tanya Clara meminta pendapat Bara.
"Em pakek yang biasa aja," jawab Bara yang makin heran pada istrinya yang begitu ceria.
"Kakak, pengen aku cuti kapan?" tanya Clara manja.
"Kamu selesaikan semua tugas aja dulu. Kalo bisa minggu ini nanti kakak urus, kalo belum mungkin minggu depannya," jawab Bara lalu mengecup tangan Clara.
Duh apa kak Bara lupa ya? Gak gak mungkin pasti ada surprise hari ini hmm. Kak Bara kan ember, pasti jadi gak seru deh kalo bikin dia ember sekarang. Batin Clara lalu menggenggam tangan Bara.
"Hari ini kok pengen makan kue ya kak," pancing Clara yang sebenarnya sudah tak sabar ingin menerima surprisenya.
"Adek pengen kue ya nak? Apa bundanya?" goda Bara pada istrinya.
"Cheese cake enak nih kayaknya pakek krim beri," ucap Clara.
"Nanti ya kita beli, apa mau ku cariin sekarang?" tanya Bara berusaha memenuhi semua permintaan ngidam Clara sambil mengelus perutnya.
__ADS_1