My Perfect Husband II

My Perfect Husband II
Ch 22


__ADS_3

"Nanti aja," ucap Clara lembut lalu menatap suaminya yang dikira rapi menutupi surprisenya.


Duh bisa-bisa gak jadi nemenin Tina nih. Batin Bara was-was.


"Kamu mau apa lagi? Nanti kucarikan, kayak biasanya aku kan yang pilih langsung?" tanya Bara lalu memarkirkan mobilnya.


"Mau cek si adek gimana," ucap Clara lalu mengecup pipi Bara.


"Bukannya minggu lalu habis cek?" tanya Bara heran.


"Mau liat dia cowok apa cewek kak. Gak sabar tau gak sih," ucap Clara sambil mengelus perutnya.


Pasti ayahmu juga gak sabar buat tau kamu cowok apa cewek. Jangan ditutupin ya nak nanti, kamu kado paling indah buat bundamu yang masih bocah ini. Batin Clara yang sangat ceria.


"Kayaknya aku ada meeting. Tapi aku usahakan ya," ucap Bara lalu mengecup bibir Clara dan menggandengnya sambil membawakan semua barang bawaan Clara ke kelas.


Apa acara makan ku sama Tina ku majuin aja ya, biar bisa sama Clara nanti malam. Batin Bara yang akan merubah jadwal pertemuannya.


"Kakak nanti jemput aku ya," pinta Clara lalu menyalimi suaminya.


"S-Si-Siap," jawab Bara ragu lalu mengecup kening Clara sebelum pergi.


Hmm pasti surprisenya belum siap 100% nih. Tebak Clara dalam hati.


***


Bara benar-benar dibuat pusing dan bingung harus menata ulang jadwalnya menemui Tina yang terlanjur menyetujui makan bersama di kaki lima seperti dulu.


Tina cuma punya sembilan jadwal. Kalo aku turutin ini tinggal delapan, aku cuma perlu ngehabisin jadwalnya terus aku bisa bebas dan kembali ke istriku. Batin Bara bimbang.


"Argh! Posisi ini sungguh menyebalkan!" kesal Bara yang teringat bila ia perlu menjemput istrinya pula sedangkan Tina masih ada praktek di klinik.


"Pak Bara dapat kiriman dari Tina," ucap Robi yang mengantarkan kotak tuperware berisi sushi untuk Bara.


"Iya taruh aja nanti ku makan," jawab Bara dengan wajahnya yang menunduk di meja.

__ADS_1


Kring! Dering ponsel Robi yang langsung ia angkat.


"Halo Cla, ada apa?" jawab Robi ramah.


Bara langsung bangun dengan sangat terkejut. Paham bila bosnya ingin tau apa yang ia bicarakan Robi langsung menspeaker panggilannya.


"Suamiku dah ada?" tanya Clara antusias, Bara langsung menggeleng.


"Belum sampai, mungkin bentar lagi. Ada apa? " ucap Robi yang terpaksa membohongi Clara.


"Kak aku mau tanya tapi rahasia ya. Janji gak boleh bilang sama suamiku, loh!" ucap Clara yang mulai memelankan suaranya.


Bara langsung memelototi Robi.


"Iya janji," jawab Robi yang jadi canggung dan takut setelah dipelototi Bara.


******** beraninya nikung istriku! Clara juga mau main rahasia sama Robi! Kurang ajar! Untung langsung ketahuan. Batin Bara kesal lalu mengepalkan tangannya.


"Ini kan ulang tahunku, kak Bara dah nyiapin apa?" tanya Clara.


"Ya rahasia dong. Nanti gak surprise lagi kalo kamu tau," ucap Robi lalu mengalihkan pembicaraan ke hal lain.


Ya Allah! Hal sepenting ini gimana aku bisa lupa! Duh sekarang aku harus bagaimana. Batin Bara bingung bukan main, karena terlalu fokus pada Tina ia sampai melupakan hari istimewa istrinya.


"Yaudah ya kak. Nanti bilangin aja ke kak Bara kalo gak bisa jemput gapapa aku mau pulang dulu ke rumah," ucap Clara sebelum menyudahi telfonnya.


"Kenapa?" tanya Robi pada Bara yang terdiam dengan wajahnya yang pucat.


"Lo kok gak ngingetin gue sih Bi!" omel Bara.


Robi langsung menarik tangan Bara dan menunjukkan tatonya, lalu kalender di meja Bara, juga notifikasi di kalender ponsel Bara sendiri.


"Kalender di tempat karyawan juga ada. Lu nya aja yang dah lupa daratan! Malah selingkuh sama Tina!" ucap Robi yang malah memarahi bosnya.


"Ya lu jangan ngegas dong," ucap Bara yang malah mengkeret begitu di marahi Robi.

__ADS_1


Robi bahkan berani berkacak pinggang dan menatap Bara dengan tajam karena kesal Bara yang sudah mulai kelewat batas. Tentu saja Robi juga tak mau membiarkan Tina menang begitu saja.


"Pesenin tukang dekor sama bunga. Buket mawar merah hati dan putih. Buat tulisan angka dua dan empat di dalam buketnya, penuhi bunga warna pink dari tangga sampai ke ruangan ku, kasih lilin juga. Siapin steak, sup, ice cream dengan potongan buah segar, kue cheese cake dengan krim buah beri di atasnya," perintah Bara yang langsung dicatat Robi dan di laksanakan dengan baik "Kerjakan sebelum maghrib harus selesai," sambung Bara yang sudah panik.


"Siap pak!" jawab Robi lalu tersenyum sumringah begitu Bara kembali sibuk dengan istrinya lagi dan tidak memperdulikan Tina seperti beberapa hari belakangan.


Bara juga bahkan langsung berlarian kesana kemari ikut menyiapkan kejutan untuk istrinya. Bahkan Bara ikut menata kamarnya nanti dengan meniup balon dan menempelkan nya di langit-langit kamar.


"Pak Bara, ini saya ada kado buat mbak Clara. Saya cuma bisa kasih dikit," ucap seorang wanita paruh baya yang bekerja menjadi cleaning service.


Bara langsung menerimanya dengan senyum manis di wajahnya.


"Ibu, doain istri saya sehat, lancar sampe ngelairin aja aku dah berterimakasih. Kok sampe repot gini," ucap Bara yang mulai menghormati para karyawan dengan rendah hati lalu menerimanya.


Tak selang lama para pegawai lainnya berdatangan memberikan satu persatu kado untuk Clara yang pasti sudah mereka siapkan sebelumnya. Tidak seperti Bara yang dadakan.


Cuma aku yang lupa sama ulang taun Clara. Batin Bara sedih lalu segera menyeka air matanya yang menetes dan cepat-cepat menyiapkan surprisenya lagi.


"Pak Bara ini dari saya sama anak saya. Katanya dia mau jadi princess kayak mbak Clara. Dia bikin sendiri loh," ucap seorang wanita yang entah siapa namanya.


"Iya terimakasih ya," ucap Bara lalu meletakkan kado darinya "Salam buat anakmu. Pasti Clara cantik pakek mahkota bunganya," sambung Bara.


Duh aku mau kasih kado apa dong ini buat Clara. Batin Bara bingung.


"Dekor dah siap pak, bunga juga dalam perjalanan," lapor Robi.


"Makanannya?" tanya Bara.


"Tengah disiapkan," jawab Robi sambil tersenyum bangga "Oh iya, ini buat Clara, sama babynya nanti," ucap Robi memberikan sarung tangan rajut berukuran besar dan kecil.


"Lah gue?" tagih Bara.


"Duh sorry gak bikin lupa, kebanyakan mikir Tina gue," sindir Robi pada Bara.


"Kampret lu!" balas Bara lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2