
Pagi menjelang, Clara masih terlelap dalam sekapan hangat suaminya yang sama-sama telanjang setelah bercinta semalam. Bara yang bangun lebih awal juga hanya membenarkan selimut dan kembali tidur sambil memeluk istrinya sambil mengelus perut buncitnya yang ditendang-tendang si kecil.
"Pagi-pagi dah gerak aja kamu nak," ucap Bara sambil mengelus perut istrinya dan mengecup keningnya dengan lembut.
"Enghh ayahnya adek," ucap Clara yang jadi ikut bangun karena si kecil yang terus menendang, merespon elusan dari suaminya.
"Pagi cintaku," sambut Bara lalu mengecup kening Clara yang dibalas dengan mengecup bibir suaminya dan tersenyum manis seperti biasa "Si adek nendang mulu ya. Bundanya jadi bangun deh," sambung Bara lalu bangun dan mengambilkan minuman untuk istrinya.
"Kamu sih. Si adek kan gitu kalo sama kamu pasti ribut," ucap Clara lalu meminum air mineral yang diambilkan suaminya.
"Adek gak sabar ya main sama ayah?" tanya Bara di depan perut buncit istrinya lalu menciuminya.
Cuma dari ****** yang keluar dari jalur kencingku. Sekarang sudah jadi janin. Sebentar lagi bakal keluar jadi bayi. Batin Bara yang terus menatap perut istrinya sambil mengelus dan menciuminya.
"Ayah, adek sama bundanya laper nih," ucap Clara sambil mengelus kepala suaminya sekaligus membuyarkan lamunan suaminya.
__ADS_1
Keluargaku bahagia gini. Aku masih mau sama tina? Huft emang aku aja yang kurang ajar dan kurang bersyukur. Batin Bara yang tersadar.
"Ah iya. Ayo makan," ucap Bara lalu bangun dan memakai kimono.
"Ehem," deham Clara menahan suaminya "Mandi dulu dong, yah. Bau tau," sambung Clara mengingatkan suaminya.
"Ah iya lupa," jawab Bara sambil nyengir dan segera berputar haluan "Mau mandi bareng?" tawar Bara.
"Enggak ah kak. Nanti lama lagi kalo sama kakak," ucap Clara sambil memunguti pakaian yang berserakan.
"Kan baru kemarin sore kak. Terakhir mandi bareng," jawab Clara sambil geleng-geleng kepala, tapi akhirnya tetap menuruti permintaan suaminya setelah memesan sarapan.
Bara langsung mengisi air dan memenuhinya dengan sabun agar banyak busa, karena memang sejak Clara hamil lagi bara jadi senang mandi busa dan melakukan hal-hal yang sebelumnya tak mungkin ia lakukan seperti ikut main mandi bola dan main prosotan.
"Aku tadi pesen bubur ayam tiga," ucap Clara lalu masuk ke kamar mandi sambil memandangi tubuhnya yang penuh ******.
__ADS_1
"Iya makan cuma itu aja? Gak tambah ice cream gitu?" tanya Bara sambil mengaduk-aduk air dengan tangannya hingga berbusa "Maksudku kan biasanya adek sama kamu suka ice cream," sambung Bara menutupi keinginannya makan ice cream.
"Vanila pakek stroberi kan. Kayak biasanya kesukaan kakak itu kan?" goda Clara lalu mengikat rambutnya dan mengacak-acak rambut suaminya yang sudah mulai panjang.
"Tau aja istriku ini," puji Bara lalu menggenggam tangan istrinya dan mengecupnya.
"Ya paham lah. Kakak kan gitu sekarang sejak aku hamil jadi manja, suka mainan, suka ice cream. Padahal dulu gak doyan-doyan amat," ucap Clara lalu masuk ke dalam bathtub disusul suaminya.
***
"Yes! Tuh lo liat Rob, diangkat!" pamer Tina lalu menspeaker panggilannya.
Mana mungkin gue cuma lucky sama Bara! Ini takdir! Takdir! Batin Tina merasa jumawa.
Tapi baru saja ia menspeaker panggilannya. Suara ponsel Bara yang jatuh terdengar, tak selang lama suara decapan Bara terdengar sangat jelas juga suara desah Blara yang terdengar erotis meskipun tidak terus menerus terdengar.
__ADS_1
"Anghh Kakak jangan digigit!"