
"Kan sibuk juga kak," jawab Clara santai "Oh iya kakak gak boleh ya baca buku ini. Ini privasi. Rahasia," sambung Clara menggoda suaminya yang jadi makin cemberut .
"Kok main rahasia," ucap Bara yang mulai ngambek dan memunggungi Clara.
"Nanti kalau dah penuh bukunya buat kakak," ucap Clara sambil memeluk Bara dari belakang.
"Beneran ya?" tanya Bara lalu melirik Clara.
"Iya sayang," jawab Clara sambil mengelus perut sixpack suaminya. "Perutmu kok kendor kak, gak kayak dulu," ucap Clara mengalihkan pembicaraan.
Bara langsung panik begitu mendengar ucapan istrinya seputar fisiknya terutama perutnya yang selalu dibanggakannya. Dengan cepat Bara melepaskan kemejanya dengan terburu-buru hingga beberapa kancingnya terlepas.
"Perutku," ucap Bara sambil menatap perutnya di depan cermin "Perutku kendor. Ototnya ilang," sambung Bara meratapi perutnya yang lama tak dilatihnya karena terlalu santai di rumah bersama istrinya.
Clara hanya tersenyum geli melihat suaminya yang begitu kemayu bila membahas fisik, sambil memunguti kancing baju suaminya yang terlepas dan berceceran.
"Cla ini gimana?" tanya Bara panik.
Dengan santai Clara melepaskan dressnya hingga ia hanya memakai bikini lalu menempelkan perutnya dengan perut suaminya.
"Aku juga kok. Buncit juga nih," hibur Clara.
__ADS_1
Bara yang tadinya panik langsung tersenyum manis melihat bagaimana istrinya menenangkannya.
"Aku ambil ponsel. Mau fotoin waktu kayak gini," ucap Bara lalu mengambil ponselnya.
###
Pagi-pagi setelah sarapan Bara dan istrinya langsung bersiap pergi berlibur. Tentu Bara berangkat dari rumah orang tuanya untuk berpamitan terlebih dahulu, juga mertuanya. Baru ia berangkat dengan pesawat pribadi keluarganya yang biasa dipakai ayahnya ke Papua atau tempat lain antar pulau.
"Hai tante," ucap Tina begitu masuk rumah Anna dan menemuinya yang tengah menemani Aya menunggu Lisa pulang sekolah.
"Hai aduh anak tante. Jadi rajin main ke sini," sambut Anna lalu cipika-cipiki dengan Tina.
"Ini lasagna buatan tante. Aya mau?" ucap Tina ramah.
"Tidak. Aku tadi dah makan spaghetti bikinan tanteku kok," jawab Aya lalu berlari dan kembali lagi memamerkan mangkuknya yang kosong.
Sialan. Clara beneran nantangin aku. Batin Tina yang merasa kecolongan.
"Nih aku dibikinin spesial. Tidak pedas," ucap Aya pamer pada Tina yang langsung di terima Anna.
"Wah iya," ucap Tina lalu sengaja jongkok agar bisa menyenggol mangkuk yang berisi spaghetti yang dibawa Aya.
__ADS_1
Plok! Dengan sengaja Tina sukses menjatuhkannya hingga semua spaghettinya jatuh ke lantai.
"Ah!" ucap Aya spontan.
Yes! Jauh-jauh lo dari calon keponakan gue! Batin Tina dengan kejam.
"Aduh! Ya ampun. Tante gak sengaja. Maaf ya. Maaf. Duh. Sayang ya. Tumpah," ucap Tina pura-pura menyesal.
Aya hanya mengangguk dengan wajahnya yang cemberut dan sedih, lalu mulai merapikan makanannya yang berceceran sendirian.
"Tante jangan bilang tante Claraku ya. Nanti aku gak disayang lagi," ucap Aya lalu memunguti bola-bola dagingnya yang menggelinding.
"Iya sip," ucap Tina lalu mulai membantu Aya.
"Yah. Kok ditumpahin nak?" ucap Anna yang baru datang juga dengan spaghetti bikinan menantunya "Katanya mau makan sama oma," sambung Anna lalu meletakkan piringnya di atas sofa.
"Maaf tante. Tadi Tina yang gak sengaja senggol Aya," ucap Tina yang berusaha mencuri hati Anna.
Anna hanya menaikkan alisnya lalu memanggil pelayannya untuk mengepel lantai yang terkena tumpahan spaghetti.
Tina baik. Aku cocok. Coba masih punya anak cowok lagi. Batin Anna lalu mengajak Aya makan bersamanya juga Tina.
__ADS_1