My Perfect Husband II

My Perfect Husband II
ch 25


__ADS_3

"Cla, kadonya bunda ada di rumah ya besok cepet di buka oke?" ucap Anna lalu mencium pipi Clara "Panjang umur, sehat, babynya juga sehat, pinter, jadi lebih baik," sambung Anna mendoakan menantunya yang sedang berulang tahun.


"Amin," ucap Anna dan orang-orang yang menyemak doa Anna dari tadi.


"Selamat ulang tahun ya sayang," ucap Anna lalu memeluk Clara.


"Doa dari ayah sama aja kayak bunda," bisik Adam di antara istri dan menantunya.


"Ayah gak kreatif," cibir Anna sementara Adam hanya cengar-cengir "Yaudah ya sayang, bunda sama ayah mau pulang dulu besok Lisa sekolah soalnya," pamit Anna.


"Aku bolos sehari dong bunda, aku mau sama kak Clara," rengek Lisa yang langsung nempel di belakang Clara.


"Aya juga," ucap Aya yang langsung ikut-ikutan.


"Tuh kan diikutin kak Aya," ucap Adam lalu menggendong cucunya.


Lisa langsung cemberut begitu pula dengan Aya yang dilarang bolos.


"Besok sabtu kita jalan-jalan ya, berempat bareng kak Sofia juga," ajak Clara untuk menghibur Aya dan Lisa.


"Aku gak diajak nih," ucap Hana lalu cipika-cipiki dengan Clara.


"Diajak kalo kak Hana gak sibuk ngurusin Kim," ucap Clara lalu memeluk Hana.


"Hihihi iya deh, nanti kita karaoke bareng ya," ucap Hana "Seru ya ternyata punya adik perempuan kayak kamu. Bisa main bareng," sambung Hana yang menggenggam tangan Clara erat.


Dan masih banyak lagi perbincangan hangat antara Clara dan keluarga suaminya. Bahkan Bara yang ada di sana seolah diabaikan karena terlalu asik dengan Clara. Hingga akhirnya Clara mengantar keluarga suaminya sampai depan karena Lisa mau menginap bersama Clara dan rela tidur bertiga dengan Clara dan Bara tanpa tau rencana nakal Bara lainnya.


"Tadi kita sampai mana?" tanya Clara pada Bob dan Robi yang masih duduk menanti.


"Lupakan, tadi aku juga dah ngobrol sama bang Robi," dusta Bob lalu tersenyum canggung.


Robi juga hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Cla, pokoknya ingat ya cowok itu godaannya ada tiga. Harta, tahta, wanita!" ucap Bob menekankan pada kata wanita untuk menyindir Bara yang langsung kikuk.


"Hahaha tenang aja Bob, kak Bara gak gitu kok. Iya kan kak?" ucap Clara lalu meminta dukungan suaminya.


"I-Iya. Iya Cla," ucap Bara terbata-bata.


"Kak Bara masalah harta mana mikir dia, tahta juga buat apa?" ucap Clara tanpa tau apa yang di lakukan Bara di belakangnya.


"Wanita?" tanya Robi spontan.

__ADS_1


Wajah ceria Clara langsung hilang dan menatap suaminya cukup serius, ada rasa cemburu dan takut kehilangan yang terpancar dari mata indahnya.


"Kehidupan kami," ucap Clara lalu menarik nafas dan tersenyum "Baik-baik saja, kak Bara juga setia sama aku. Kalo gak setia, gak cinta, gak sayang. Dia gimana munculnya?" sambung Clara yang kembali mengembangkan senyumnya sambil mengelus perutnya.


Robi langsung merubah posisi duduknya dan menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya pada Bara. Bob juga langsung menunduk sambil mengelus tengkuknya.


"Cla, gue laper. Nanti gue bawa pulang juga boleh? Mau bagi buat papa juga," pinta Bob.


"Ya boleh dong! Boleh banget! Bawa aja yang banyak," jawab Clara dengan ceria.


"Ayo, biar ku bantu," ucap Robi yang siap melayani.


"Kak Robi, Bob. Aku capek punggung sama kakiku pegel. Aku ke kamar dulu ya," pamit Clara lalu merapikan barang bawaannya termasuk kado dari Bob.


"Iya Cla," jawab Bob lalu tos dengan Clara sementara Robi hanya mengangguk takut tak tahan dengan tangan lembut Clara.


"Ayo," ajak Bara sambil merangkul pinggang Clara tanpa tatapan tajam pada Bob jangankan tatapan tajam hanya menatapnya pun Bara tak berani.


Clara langsung berjalan meninggalkan pestanya bersama suaminya yang terus mendampinginya. Belum berapa langkah Bara langsung menggendong Clara ala bridal.


"Akur kan?" tanya Robi sambil menyenggol bahu Bob.


"Kok gue makin kesel ya sama lakinya Clara," kesal Bob sambil mengambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Gue liat lakinya Clara main gila tadi. Pengen gue hajar tu orang," potong Bob yang sudah emosi.


Jadi tadi Bara nekat. Batin Robi cukup kaget dengan ucapan Bob dan sikap Bara yang sembrono.


"Sama," jawab Robi singkat.


"Lo temen nya kan?" tanya Bob kaget dengan jawaban Robi.


"Iya, cewek tadi rambut pendek?" tanya Robi yang langsung diangguki Bob.


"Dia mantannya Bara, mantan ku juga tapi yah. Gak penting. Dulu Bara sempat mau serius sama dia tapi ditolak. Well sekarang dia sadar Bara penting. Jadi dia balik lagi ke Bara," ucap Robi sedikit bercerita.


"Terus lo kenapa diam?" tanya Bob sedikit curiga dan tak percaya pada Robi.


"Lo liat Clara? Lo temen deketnya kan? Bara bilang lo pernah suka sama dia. Tadi lo liat gimana dia? Apa lo tega bilanginnya?" tanya Robi yang terjebak dalam posisi yang sama dengan Bob.


Bob hanya diam sambil mengusap wajahnya dengan gusar.


"Gak tega kan lo? Gimana gue yang deket ke mereka?" ucap Robi lalu menepuk bahu Bob.

__ADS_1


"Bang, itu mantan lu gak bisa dikondisikan?" sindir Bob.


Robi langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Bob yang sama lucunya dengan Clara saat sedang marah.


"Apa?" tanya Bob yang bingung saat Robi terbahak-bahak.


"Lo sama Clara lucu ya kalo lagi marah, nyeletuknya itu loh," jawab Robi yang puas tertawa.


Bob yang dari tadi penuh emosi akhirnya tersenyum karena ucapan Robi dan mendengar tawa Robi.


"Ku siapkan makananmu, pakek nasi apa lauk aja?" tanya Robi.


"Pakek nasi, kalo bisa beras, lauknya banyakin, bahan mentah juga gak nolak," jawab Bob apa adanya sambil mengambil piring.


Buset temennya Clara gini amat ya. Batin Robi yang tetap menuruti permintaan Bob.


"Oh iya bang, kan lakinya Clara yang punya ni hotel. Lu juga deket. Ada kerjaan gak buat gue?" tanya Bob.


Etdah! Lengkap amat mintanya. Batin Robi begitu mendengar pertanyaan Bob.


"Em nanti ku pikirkan. Gue punya nomer lo, jadi pasti kalo ada kerjaan gue kasih tau," jawab Robi sopan.


"Hah? Kok bisa?" tanya Bob terkejut mendengar jawaban Robi.


"Bara itu posesif sama Clara, semua kontak di ponsel Clara Bara punya," jawab Robi lalu tersenyum menahan tawa.


"Lah apa hubungannya sama elu?" tanya Bob yang masih belum paham.


"Gue tangan kanannya," jawab Robi geleng-geleng kepala, tak selang lama ia kembali terbahak-bahak karena wajah melongo Bob.


Lucu juga kali ya kalo bisa punya pacar kayak Bob gini. Batin Robi yang sudah dua kali dibuat tertawa Bob.


"Lu suka cowok?" tanya Robi.


"Gue normal!" jawab Bob cepat.


"Gue kira," ucap Robi menutupi entah apa perasaannya.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa vote ya 😘


__ADS_2