My Perfect Husband II

My Perfect Husband II
Ch 7


__ADS_3

Bara tidak terlalu banyak menyiapkan persiapan baby moonnya. Karena tau istrinya sangat serius belajar karena ingin sejajar dengannya. Apalagi Bara tak mau menyakiti bayi kecilnya bila terlalu keras atau terlalu sering meminta jatahnya pada Clara, meskipun Bara akui Clara jauh lebih sexy dan cantik dengan aura keibuannya saat hamil.


"Kakak mau ngajak jalan kemana?" tanya Clara pada suaminya sambil packing.


"Ke Paris," jawab Bara.


"Hah?" saut Clara yang terkejut dengan spontan.


"Van java, hihihi. Mau ke Paris beneran ya?" goda Bara sambil cekikikan setelah sukses menggoda istrinya.


"Ih kakak apaan sih," ucap Clara malu-malu kucing.


"Kalo Clara mau kakak ambil cutimu sekarang aja ya," ucap Bara lalu ikut membantu istrinya packing.


"Kalo ditanya mau kesana apa enggak ya jelas aku mau, tapi kan yang umroh aja kamu gak berangkat-berangkat, masa cuma piknik mau cepet," ucap Clara lalu menyiapkan kotak obatnya.


"Kan jagain kamu juga. Aku khawatir tau sayang. Kamu lagi hamil, masa ku tinggal umroh. Mana aku juga morning sick lagi," ucap Bara lalu memilihkan pakaian untuk istrinya.


Bara memilihkan banyak baju sexy untuk istrinya, untuk pakaian saat keluar Bara memilih daster panjang dan tertutup. Clara hanya duduk sambil menyiapkan charger dan perintilan lain sementara suaminya menyiapkan semua pakaian sendiri. Clara juga tak banyak membawa make upnya, karena Bara memang tidak suka bila ia banyak make up. Jadi Clara hanya membawa lipstik merah nya, lip gloss dan blush on agar tak terlihat pucat.


"Sayang, bawa yang putih apa kotak-kotak?" tanya Bara yang susah memilih pakaian.


"Putih," jawab Clara.


"Aku suka kotak-kotak," ucap Bara labil.


"Kamu cuma milih baju loh kak, labil. Gimana ngasih nama adek nanti?" tanya Clara sambil tersenyum.

__ADS_1


Sama milih aku atau kak Tina nantinya. Sambung Clara dalam hati.


"Duh iya aku juga belum siapin nama lagi buat adek," ucap Bara lalu menepuk jidatnya "Ayah lupa kasih nama kamu nak. Duh maaf ya," ucap Bara lalu mendekat dan mengecup perut Clara dengan lembut "Maaf ya bundanya adek," sambung Bara lalu mengecup kening istrinya.


"Iya nanti kita cari sama-sama oke," ucap Clara lalu melanjutkan packingnya.


"Iya," jawab Bara yang jadi lesu karena lupa belum memberi nama untuk anaknya.


"Udah dong ayahnya adek. Kok cembelut mulu cih," ucap Clara menghibur suaminya lalu mengecup bibirnya dengan lembut.


"Kamu sabar bener sih ay, ngadepin suami kayak aku," ucap Bara lalu memeluk istrinya.


Ya kan posisiku mau kegeser. Mana kamu juga terpaksa nikah sama aku kalo gak kejadian waktu itu. Batin Clara.


"Ya sabar dong. Kan sama suamiku sendiri," jawab Clara lalu menatap Bara yang langsung ******* bibirnya dengan lembut.


Astagfirullah hal adzim. Bisa-bisanya aku mikir buat kasih tempat Tina di hatiku, padahal ada Clara sama si kecil yang tulus cinta sama aku. Batin Bara yang berusaha sadar dan berfokus pada keluarga kecilnya.


Flashback on~


Bara terus merangkul Tina setelah lama menunggunya selesai dari kelasnya.


"Apa?" tanya Tina menunggu Bara memujinya.


"Kamu cantik," ucap Bara lalu melepaskan ikatan rambut Tina.


"Dan?" tanya Tina meminta lebih.

__ADS_1


"I love you," ucap Bara sambil tersenyum sumringah.


"I know," jawab Tina sambil berjalan beriringan dengan Bara ke depan untuk jajan bakso seperti biasa.


"But i love you so much," ucap Bara tak terima dengan jawaban Tina.


"I love you much. Much and much more," bisik Tina lalu mengecup pipi Bara.


"Really?" tanya Bara yang malu-malu kucing.


"Yes," jawab Tina lalu berlari meninggalkan Bara duluan ke tukang bakso.


Flashback off~


"Ini pertama kali loh kakak bilang gitu. Biasanya aku yang bilang 'i love you' kamu juga cuma jawab 'i know' gitu doang," ucap Clara senang.


"Ah masa?" tanya Bara tak percaya ternyata istrinya tak secuek yang ia kira.


"Aku tulis di buku harianku dulu ya," ucap Clara senang lalu mengambil bukunya yang ia simpan di laci.


"Kamu sejak kapan nulis gituan?" tanya Bara yang terus menatap istrinya.


"Sejak hamil lagi," jawab Clara sambil menulis.


"Kok aku gak tau?" tanya Bara cemburu karena kelewatan hal sepenting itu dari istrinya.


"Em mungkin karena aku jarang ngisi, kalo pun ngisi juga waktu di kantin sama Claudia, ato Patricia gitu," jawab Clara lalu menutup bukunya yang sudah selesai ia pakai.

__ADS_1


Bara langsung mengambilnya dan membaca tiap lembarnya.


"Kok baru dikit?" tanya Bara "Kan kamu hamil dah lama," sambung Bara.


__ADS_2