My Perfect Husband II

My Perfect Husband II
Ch 9


__ADS_3

Tina benar-benar kesal melihat Anna dan Aya yang terlihat sangat menyukai masakan Clara dan hanya mencicipi sedikit masakan yang ia bawa.


"Tante gak suka?" tanya Tina memulai pembicaraan.


"S-Suka tapi dah kenyang ngabisin spaghettinya Clara," jawab Anna basa-basi.


"Kalo Aya kenyang," jawab Aya meskipun tidak ditanya.


Tina hanya nyengir lalu mengelus tengkuknya.


"Em apa ku antar buat Bara sama Clara aja ya tante?" tanya Tina pada Anna.


"Si Bara sama Clara baru baby moon ke Bandung. Sweet bener kan anak tante," jawab Anna lalu menambahkan lada di spaghettinya.


Argh! ******** Clara! Umpat Tina dalam hati.

__ADS_1


"Oh gitu tante. Padahal mau bagi-bagi ke temen-temen Clara juga loh," ucap Tina yang berusaha terlihat dekat dan care dengan Clara.


"Em gitu. Bentar kok perginya. Paling sabtu kalo gak minggu juga pulang," ucap Anna lalu mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Bara pada Tina "Tuh liat anaknya tante habis pamer foto. Duh. Tante gak sabar mau gendong cucu lagi," sambung Anna dengan wajahnya yang sangat senang dan sumringah.


"Bara pakek tato tante?" tanya Tina kaget melihat tato di tangan dan perut hingga pinggang Bara.


"Hm dah lama. Berapa hari gitu habis nikah langsung pasang tato. Katanya biar Clara gak cemburu. Biar Clara mau bobo sama dia. Hihihi gemes kan ya," jawab Anna santai bahkan sangat bangga dengan keharmonisan anak-anaknya yang membangun rumah tangga masing-masing.


Seperti tersambar petir di siang hari, Tina tak dapat berkata apa-apa lagi hingga ia hanya bisa diam dan berusaha mencerna tiap ucapan Anna tadi.


"Ini kurang pastanya," ucap Anna mengomentari masakan Tina yang juga membuyarkan lamunan Tina "Coba tante masih ada anak cowok lagi. Boleh deh buat kamu. Tante sih yes ya kalo sama you," sambung Anna santai dan tanpa adanya maksud apapun.


Kalo aja dulu. Argh. Semuanya gak bakal gini kalo gak ada bocah bau kencur busuk itu! Maki Tina dalam hati.


"Tapi kan cowok boleh poligami tante," ucap Tina sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Tante gak suka cowok yang poligami. Gak ada wanita yang 100% mau dimadu. Tante juga cewek. Kamu juga. Kita sama-sama gak suka kan berbagi pasangan kita," ucap Anna menanggapi ucapan Tina yang dianggap sebagai ancaman.


Bla bla bla. Buset bawel juga si bangkot ini lama-lama. Batin Tina yang sangat kesal karena tau Anna mulai menolak tawarannya secara halus.


"Tante gak mau kehilangan Clara. Tante sayang sama Clara. Jadi meskipun kamu mau dan rela dimadu sama Bara. Tapi Clara, tante gak mau bikin dia sakit. Dia dah jadi anak tante juga sekarang," ucap Anna bijak.


Lo pikir gue mau? Gue dimadu. Gue cuma selir. Tapi memiliki rasa seperti permaisuri. Liat aja! Batin Tina tak terima.


"Tapi kalo Bara sama Clara cerai. Lain lagi ceritanya," ucap Anna yang langsung terlihat sedih dan murung.


Jackpot! Bara, Clara. Kalian harus cerai. Batin Tina senang lalu menunduk dan tersenyum kecil.


"Oma mau eek," ucap Aya pada Anna.


"Hah? Oke ayo lepas dulu nak celananya," ucap Anna lalu mengurus cucunya "Bentar ya," pamit Anna pada Tina.

__ADS_1


__ADS_2