My Psychopath Husband

My Psychopath Husband
Momen bahagia


__ADS_3

Namun kedua orang asing itu menghiraukan ucapan jake dan pergi berlalu begitu saja dari hadapannya.


Jake yang melihat kedua orang itu pergi dari hadapannya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sembari membuang nafasnya dengan perlahan-lahan.ia lalu kembali menghampiri kedua temannya yang masih berdiri di depan ruang pasien.


"Cihh tuh orang sombong banget keknya,setidaknya senyumin napa jangan langsung pergi begitu saja!" celoteh joshua


"Sudah tidak apa-apa mungkin...mereka lagi ngak mood hatinya mangkanya pergi begitu saja tanpa membalas ucapanku tadi" ungkap jake sembari tersenyum tipis


Sementara jimin yang tadinya masih bersama mereka ia lalu memutuskan untuk masuk kedalam karena ingin melihat istrinya itu.


"Aku akan pergi masuk ke dalam kalian berdua tunggu disini saja" ucap jimin


"Iya jimin masuklah dan nikmati waktu berdua kalian,kami tidak ingin menganggumu" balas jake lalu di angguki jimin


Jimin lalu masuk ke dalam dan melihat sang istri yang sedang berbaring di atas ranjang dengan kedua mata yang sudah terbuka.


"Hai sayang kau sudah sadar?" tanya jimin membuat istrinya itu menatap ke arahnya


"Nee,maaf aku telah merepotkanmu" balas seola dengan nada pelan


"Hey jangan bicara seperti itu!kamu sama sekali tidak merepotkanku kok sayang sudahlah istirahatlah, keadaanmu masih lemah dan kau tidak boleh bangun dan harus selalu di ranjang!jika kau ingin apa-apa panggil saja aku sayang,aku akan selalu ada di sampingmu setiap saat" ujar jimin panjang lebar sembari mengelus urai rambut istrinya

__ADS_1


Seola yang mendengar itu ia pun bingung sebenarnya apa yang dimaksud oleh jimin dari ucapannya yang barusan ia lontarkan dari mulutnya.


Seola lalu bangun dari tempat tidurnya dengan perlahan-lahan lalu duduk di atas ranjang tempat tidurnya.


"Ya ampun sayang aku kan sudah menyuruhmu untuk tiduran saja kenapa kau tidak menuruti perkataanku?" tanya jimin yang melihat istrinya itu duduk sembari menatapnya


"Jim,aku mau tanya"


"Aishhh jangan panggil nama doang dong kan ngak seru!" celoteh jimin dengan mengerucutkan bibirnya


Seola hanya tersenyum tipis dan memalingkan pandangannya ke arah lain setelah suaminya mengatakan itu.


"Iya,iya sayang hm? gimana? dah puas?" tanya seola yang masih tersenyum dan jimin mengangguk


"Sebenarnya aku sakit apa?" tanya seola seketika jimin memasang wajah serius


"Duhhh...perasaanku kok ngak enak ya?" batin seola yang melihat jimin menatapnya dengan tatapan tidak biasa


"Kamu ngak sakit apa-apa kok" balasnya singkat membuat seola membulatkan matanya


"Apakah kau serius?jika aku tidak sakit mengapa kau membawaku ke rumah sakit? itu pasti sungguh merepotkanmu!"

__ADS_1


Jimin lalu duduk di samping istrinya sembari memegang kedua tangannya dan menatapnya dengan tatapan sekilas.


"Kamu hamil sayang dan sebentar lagi kau akan menjadi eomma dan aku akan menjadi dady!" ucap jimin dengan nada lembut


Seola yang mendengar itu ia tidak percaya bahwa saat ini dirinya sedang hamil anak dari lelaki yang ada di hadapannya sekarang.


"A...aku...aku hamil????" tanyanya dengan terbata-bata


Jimin mengangguk,seola yang melihat suaminya itu tersenyum ke arahnya membuat air matanya tiba-tiba menetes tanpa disengaja.


"Hey kenapa kau menangis sayang?" tanya jimin yang melihat seola menangis sembari tersenyum ke arahnya


"Sungguh hari ini adalah hari paling membahagiakan,terima tuhan karena kau telah mempercayakanku untuk memiliki anak yang saat ini ada di dalam perutku hiksss..." ucapnya dengan menangis semakin menjadi-jadi


Jimin yang melihat istrinya menangis karena terharu ia pun ikut menangis juga,ia lalu memeluk istrinya dengan erat.


"Aku juga bahagia sayang,apakah kau tahu?waktu tadi sebenarnya aku juga ngak percaya kalau kamu itu hamil" ucapnya dengan keadaan masih memeluk istrinya


01 menit pun berlalu jimin lalu melepaskan pelukannya dan ia duduk di lantai.ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah perut istrinya.


"Kata hamil adalah momen paling membahagiakan karena sebentar lagi akan ada sosok yang tercinta yang akan hadir disisi kita berdua,benarkan sayang?" ujar jimin dengan mengelus perut seola

__ADS_1


|||Bersambung|||


__ADS_2