My Sexiest Girl

My Sexiest Girl
Chapter 13 - Nyasar?


__ADS_3

"Bener kan Pul alamatnya?" tanya Rena ke Ipul yang lagi nyetir.


Kok makin lama jalannya makin kecil dan sepi? Dah gitu mulai agak jauh dari kotanya? Jangan-jangan nyasar ni? gitulah kira-kira batin si Rena.


Dia emang dah siapin mental kalau kondisi keluarga Ipin agak 'kurang' tapi nggak separah ini juga kan?


Kalau sempat dia beneran married sama Ipin, nggak mungkin juga kan dia tinggal di pelosok gini?


Dalam bayangan Rena, seenggak-enggaknya Ipin tinggal di perumahan gitu. Kan masih wajar kalau nanti dia ajak keluarganya yang di Surabaya ke rumahnya calon Besan.


Nah ini? Jauh banget dari bayangan Rena. Dia jadi agak ragu juga.


Kalau si Tya malah nggak mikirin itu sama sekali. Dia cuma mikir, ni ngapa mereka nggak sampe-sampe? Nggak nyasar kan mereka?


"Bener kok Ren. Aku pake google map ni," kata Ipul sambil nunjukkin hp dia.


"Kalau kata map ini, sekilo lagi kita sampe," lanjut si Ipul.


Mereka semua terdiam.


Dan ternyata benar, tak lama kemudian, mereka sampai ke sebuah gerbang gapura desa yang lumayan bagus. Jalannya juga lebih halus dari yang tadi.


"Bener kan?" kata Ipul sambil menarik napas lega, padahal aslinya dia tadi juga takut nyasar.


Tapi tak lama kemudian mereka saling berpandangan. Terus rumah Ipin sebelah mana? Ni baru aja nemu kampungnya dia kan? Gitu mungkin isi kepala mereka.


Mobil Rena berjalan pelan menyusuri jalan desa karena mereka juga bingung. Tiba-tiba aja Tya ngelihat sebuah mobil pick up yang berisi pisang di bak belakangnya.


"Stop Pul," teriak Tya, emang waktu dia ngelihat pisang, Tya langsung keinget cerita Ipin soal Bapaknya.


Ipul, Rena dan Tasha kebingungan.


Mobil Rena berhenti di sebelah pick up itu dan Tya membuka kaca jendela mobilnya.


"Maaf Pak numpang tanya. Rumahnya Arifin dimana ya?" tanya Tya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Arifin?" si Bapak sopir agak kebingungan.


"Ganteng, kuliah di Undip, Bapaknya penjual Pisang," lanjut Tya lagi.


"Oooo Mas Arifin? Iya, ayo ikut saya aja," kata si Bapak sambil tersenyum.


"Penjual Pisang?" batin si Rena, Ipul dan Tasha bersamaan.


Dan satu lagi, kok Tya tahu? Saat itulah Rena dan Ipul mulai kepikiran, "jangan-jangan?"


Tapi mereka berdua langsung menepis kemungkinan itu. Nggak mungkin banget kan? Masak iya Ipin si Ganteng jadian sama Tya? Hello?? Sudah habiskah gadis cantik di BP?


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah bangunan yang menyerupai gudang. Banyak truck dan mobil pick up yang keluar masuk dan parkir disitu.


Pick up si Bapak yang ditanya Tya tadi juga masuk ke dalam situ. Ipul sedikit ragu-ragu. Masa iya dia mau ikutan masuk ke dalam gudang itu sih?


Si Bapak tadi yang sudah memarkir mobilnya ke dalam, keluar dari mobilnya dan ngomong bentar ke salah satu orang yang ada di gudang. Kemudian dia tersenyum sumingrah dan berlari kecil ke arah mobil Rena yang masih berhenti di depan pagar.


Sesampainya di samping mobil Rena, si Bapak menuju ke pintu belakang tempat Tya. Tya membuka pintu mobil dan keluar.


"Mbak'e lagi beruntung. Kebetulan Mas Arifin masih ada disini, tu orangnya di dalem," kata si Bapak sambil tersenyum.


Tya berjalan meninggalkan mobil Rena dan masuk ke dalam Gudang bersama Bapak tadi. Melihat sobatnya masuk ke dalam, Tasha ikutan turun dari mobil dan menyusul Tya.


Mereka bertiga kemudian menghilang dari pandangan Rena dan Ipul.


"Kamu nggak ikutan turun Ren?" tanya Ipul.


Rena yang tadi ragu karena kondisi jalan menuju rumah Ipin, menggelengkan kepalanya. Kalau kondisinya kek gini, aku nyerah deh, batin si Rena dalam hati.


"Aku ikutan mereka ke dalam ya? Nggak enak kalau ada apa-apa," kata Ipul yang disambut anggukkan kepala dari Rena.


Ipul lalu turun dan meninggalkan Rena sendirian di mobil.


Tya dan Tasha sudah masuk ke dalam Gudang yang rame itu. Sesampainya di dalam, si Bapak mengajak mereka berdua menuju ke tempat dimana paling banyak orang berkumpul disitu.

__ADS_1


Sesampainya disana, Tya dan Tasha kaget banget. Si Ganteng sedang sibuk mengangkat pisang naik ke atas sebuah truck tanpa memakai kaos dan bertelanjang dada.


Keringat terlihat mengalir di tubuhnya, Tya dan Tasha bisa melihat tubuh Ipin yang berotot dan terlihat maskulin. Sesekali si Ipin akan menunjuk ke tumpukan pisang yang ada di dekatnya dan beberapa orang yang juga bertelanjang dada akan mengangkat tumpukan pisang yang ditunjuk Ipin.


Tya dan Tasha sampe melongo ngeliatin sosok Ipin yang belum pernah mereka liat.


"Seksi," bisik Tasha pelan.


Dan noraknya lagi, si Tasha ngeluarin hpnya terus moto si Ipin beberapa kali pake hp dia. Tya langsung nyadar dengan ulah sobatnya itu dan memegang tangan Tasha yang masih asyik motoin pacarnya.


"Apaan sih lu? Norak banget sih?" protes Tya.


"Biarin, lu bakalan bisa liat Ipin terus. Nah gue? paling nggak ni foto bisa nemenin gue kalau lagi galau malem-malem," jawab Tasha sambil nyengir mesum.


Tya sampe eneg ngeliat muka mesum sobatnya.


Untungnya si Bapak yang nganterin mereka langsung ngacir ke arah Ipin dan nggak denger obrolan dua orang cewek ini.


Si Bapak mendekat ke arah Ipin dan berbicara ke Ipin sambil menunjuk Tya dan Tasha.


Ipin terlihat kaget ngeliat mereka berdua di tempat ini. Mukanya agak aneh gimana gitu. Tapi sesaat kemudian dia menyambar kaos yang ada di atas meja dekat tempat dia berdiri dan memakainya. Ipin ngomong sesuatu ke salah satu orang disana terus berlari kecil ke arah Tya dan Tasha.


Saat Ipin nyampe ke dekat mereka berdua, Ipul juga nyampe ke tempat ini.


"Tya, kok kamu disini?" tanya Ipin, sekarang dia dah make kaosnya lagi.


Tasha cuma senyum-senyum nggak jelas sambil ngeliatin Ipin. Pasti tu anak mikir yang mesum-mesum.


"Habisnya Ipin dua hari nggak ngasih kabar, di chat sama telpon nggak bisa. Tya jadi kuatir kalau Ipin kenapa-napa," bisik Tya pelan.


Ipin langsung tersenyum lebar, "udah jangan disini, ini area cowok. Pada telanjang semua tu, panas lagi," jawab si Ipin sambil menggandeng tangan Tya.


Ipul melongo, beneran ini? Kok Ipin ngegandeng Tya bukan Tasha?


"Kamu ngapain disini Pul?" tegur Ipin ke Ipul yang masih melongo.

__ADS_1


"Kan aku yang nganter Tya sama Tasha, Rena juga ada. Tuh di mobilnya," jawab Ipul.


Tapi Ipin mana peduli sama si Rena. Dia cuma peduli sama si Seksi yang sekarang sedang dia pegang tangannya dan nggak akan dia lepasin lagi. Wkwkwkwkwk.


__ADS_2