My Sexiest Girl

My Sexiest Girl
Chapter 5 - Rena


__ADS_3

Renata Erlina Kirana.


Nama mahasiswi tercantik di Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, setidaknya untuk mahasiswi seangkatan mereka.


Komplit kan? Wkwkwkwkwk.


Dia asli Surabaya, anak gaul dan orang tuanya tajir. Cantik, tinggi, body proporsional.


Bedebest lah pokoknya kalau pake istilah Pak Ndul Waton Guyon.


Tapi dibalik semua kelebihan yang dia miliki, Rena punya tabiat yang sedikit kurang baik.


Ya iyalah, kalau dibikin bagus semuanya, too good to be true ya kan?


Saya kan emang nggak hobi bikin karakter yang sempurna. Otak saya langsung otomatis ngereject karakter khayalan yang serba sempurna. Wkwkwkwk.


Nah balik ke si Rena tadi.


Tabiatnya yang nggak baik itu, mungkin bagi sebagian orang bisa dianggap wajar. Kalau saya sih, nganggapnya kurang ajar.


Malah ngelantur, intinya, si Rena ini suka pilih-pilih kalau berkawan. Dia maunya berteman dengan orang-orang yang selevel dengannya.


Baik dari segi fisik, ekonomi ataupun dari segi lainnya. Rena punya prinsip 'water and oil don't mixed up'. Dunia emang nggak adil. Jadi begitulah.


Kalau untuk temennya aja Rena pilih-pilih, apalagi untuk pacar ya kan?


Rena sendiri sebenarnya nggak nyangka bakalan kuliah di Semarang. Dulu saat daftar SPMB, pilihan pertamanya ke ITS. Kampus terfavorit di Surabaya.


Eh, menurut kalian ITS tu singkatannya apaan? Kalau kalian jawab Institut Teknologi Surabaya berarti kalian ngawur. Wkwkwk.


ITS tu singkatannya Institut Teknologi Sepuluh November. Sepuluh November ya bukan Surabaya.


Balik ke cerita, mungkin karena PD kalau dia bakalan keterima di pilihan pertamanya, dia ngawur aja saat ngisi pilihan kedua.


Dan ternyata, Rena nyasar ke Semarang, di Jurusan yang bahkan dia nggak tahu lulusannya nanti bakalan kerja di bidang apa.


Selama beberapa bulan kuliah di sini, Rena juga sudah menyeleksi siapa aja sih yang layak dia ajak temenan atau mungkin cowok yang bisa dia gebet dan masuk kriterianya.

__ADS_1


Sama seperti Natasha dan mungkin hampir semua mahasiswi baru di angkatan mereka. Si Cogan Arifin lah yang keluar dan berada di top list milik Rena. Wkwkwkwkwkwk.


Meskipun ada sedikit yang masih ngeganjel di hati Rena. Si Arifin cuma naek motor. Dah gitu motornya cuma motor matic kelas belasan juta gitu. Buluk lagi.


Rena sendiri dikasih mobil sama Papanya buat dibawa kuliah ke Semarang. Sebuah mobil city car merk Honda Jazz yang pas banget untuk cewek modis dan gaul seperti Rena.


Tapi setidaknya si Arifin nggak malu-maluin lah kalau diajak nongkrong ke cafe atau resto, seperti itulah isi kepala Rena. Dia yakin kalau si Arifin nggak bakalan nolak dirinya kalau dia yang maju duluan ngegebet dia.


Dan Rena juga ikutan seneng saat dia tahu kalau si cogan ikutan daftar juga ke BEM bareng dirinya.


\=\=\=\=\=


"Pin, yang ini kaya mana sih? Ajarin dong," kata si Rena.


Arifin males banget sebenarnya ngelayanin cewek sok cantik yang lagi di sebelahnya itu. Tapi ni cewek macam gurita. Kalian tahu gurita? yang kalau kita pegang tentakelnya ngisep di tangan kita dan rasanya geli-geli bikin jijik gitu. Sumpah.


Makanya mancing gaess, biar tahu rasanya megang gurita yang masih hidup.


Nah bagi si Arifin, si Rena ni mirip gurita, suka nempel seenaknya dan bikin dia geli terus berasa jijik. Naudzubillah.


Yang Arifin ngarep supaya nempel ke dirinya justru malah ngejauh dan seolah-olah jaga jarak.


Kalau dulu awal kuliah, dia gemeteran waktu ngedeketin si Seksi, sekarang dia sudah berhasil memperpendek jaraknya menjadi 2 meteran. Progress yang lumayan setelah perjuangannya selama lebih dari setengah tahun.


"Yang mana Ren?" kata Arifin sambil tersenyum.


"Ini, soal no 3," kata Rena.


Akhirnya Arifin berusaha untuk menahan gejolak rasa, rasa mual maksudnya, sambil ngejelasin ke Rena tentang soal yang ditanyain sama si doi.


Kan mereka dah kuliah lebih dari satu semester, saat nilai mereka keluar, banyak mahasiswi tambah klepek-klepek sama si ganteng. Selain ganteng, doi ternyata otaknya encer. Dan Rena termasuk salah satu yang manfaatin alasan itu untuk ngedeketin Arifin.


\=\=\=\=\=


"Pin, kayaknya si Rena dah ngasih sinyal ijo kenceng tu. Kok nggak kamu sikat?" tanya si Ipul.


"Apaan sih? Aku nggak ada rasa kok ke dia," jawab si Ipin.

__ADS_1


Setelah hampir setahun mereka kuliah, duo Saiful dan Arifin sudah resmi mendapat julukan keren di kampusnya.


Ipul dan Ipin.


Semua juga tahu kalau Ipin dekat banget sama Rena, tinggal nunggu kapan resminya aja. Sebelumnya sih ada kompetitor yang mampu menahan laju si Rena untuk ngegebet Ipin, siapa lagi kalau bukan Tasha, sohibnya Tya.


Tapi dia otomatis gugur saat Ipin nggak sengaja nyeplos kalau dia nggak bisa nerima cewek yang berbeda keyakinan sebagai pacarnya.


Tasha jelas mewek bombay dirajang kotak-kotak saat dia nerima kabar soal itu. Dan Tya lah yang bertugas ngademin dan nyemangatin sohib sekamarnya.


"Jahat bener sih si Ipin. Tega bener ngomong gitu. Apaan sok alim gitu? Hari gini kok masih kolot," rutuk Tya sambil meluk Tasha.


Tasha masih nangis di pelukan sahabatnya, emang pedih sih, tapi dia bisa apa?


Kita nggak bisa milih kan lahir dari rahim siapa?


\=\=\=\=\=


"Kamu nggak marah kan Pin?" tanya Rena ke arah Ipin.


Mereka berdua lagi makan malam di sebuah restoran di daerah Ngesrep. Restoran yang menyediakan menu steak dan masakan ala barat lainnya.


Arifin cuma terdiam. Dia mau bilang apa?


Si Rena dengan nekat ngumumin ke semua kawan-kawan mereka dan anak BEM kalau sekarang dirinya dan Ipin dah resmi jadian. Suatu pengumuman yang sebenarnya nggak bikin kaget lagi sih.


Toh setiap hari, mereka berdua dah nempel kayak perangko kalau di kampus.


Dan semua itu berawal dari harga diri seorang Rena. Dia cewek tercantik di kampus. Sudah setahun lebih dia kuliah disini, masa iya nggak laku-laku?


Semua orang juga tahu kalau dia dan Ipin sudah deket banget, tapi mungkin hanya mereka berdua yang tahu kalau sama sekali tidak ada apa-apa diantara mereka.


Rena capek digantung tanpa status seperti ini. Apalagi dia kan Rena. Mana ada cowok yang bakalan nolak dia?


Karena itu, dia nekat ngambil tindakan itu dan baru ngomong ke Ipin saat berita itu sudah tersebar. Ipin tentunya nggak akan melakukan klarifikasi untuk klaim sepihak Rena.


Coba bayangin gimana nasib Rena kalau Ipin ngaku ke semua orang, bahwa mereka berdua sebenarnya nggak pernah jadian?

__ADS_1


Jadi, Ipin hanya terdiam pasrah dan menerima nasibnya.


__ADS_2