My Sexiest Girl

My Sexiest Girl
Chapter 24 - Manisan


__ADS_3

"Saya terima nikahnya Ayu Destya Ningrum binti Suseno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua ratus enam puluh ribu, tujuh ratus tujuh belas rupiah dibayar tunai," kata Ipin tegas dan keras.


Pak Penghulu terlihat mencermati kata-kata mempelai pria barusan, beberapa detik kemudian dia menoleh kepada saksi yang ada di samping mempelai, "Sah?"


"Sah!!"


Suara jawaban terdengar lantang dan tegas.


Begitu Ipin mendengar kata yang sudah diimpikannya selama setahun ini, reflek dia langsung sujud syukur di tempatnya duduk bersila.


Tepuk tangan hadirin terdengar mengiringi berakhirnya proses paling sakral dalam Ijab dan Kabul pernikahan Arifin dan Tya.


Tya meneteskan air mata bahagia saat melihat ekspresi bahagia cowoknya setelah mengucapkan 'kabul'-nya tadi. Kini, Tya sudah sah menjadi milik kekasihnya.


\=\=\=\=\=


"Mas capek ya?" bisik Tya sambil melepas baju suaminya satu persatu.


Mereka berdua sekarang berada di kamar Tya. Sudah pasti dong Papa dan Mama ngijinin, kan sekarang sudah sah mereka berdua.


"Sini Mas, Tya pijitin," bisik Tya mesra.


Ipin tersenyum bahagia, gimana nggak? Ini hari yang sudah ditunggu-tunggunya, penantian panjang yang akhirnya berakhir. Ipin tak lagi harus menderita dan menahan diri saat di dekat Tya.


Ipin berbaring tengkurap di atas kasur Tya dan menggunakan bantal untuk kepalanya.


"Hmm?"


Setelah menunggu lama, Ipin tak juga merasakan sentuhan tangan Tya di punggungnya. Ipin jadi sedikit bertanya-tanya. Ipin pun menoleh ke belakang untuk melihat istrinya yang tak kunjung memijatnya, tapi justru karena itu jantung Ipin hampir rontok di tempat.


Tya membelakangi Ipin dan sedang melepas baju pengantinnya. Pelan-pelan tubuh Tya terlihat di balik baju yang turun ke lantai.


Seiring jatuhnya baju pengantin Tya, sedikit demi sedikit tubuh seksi istrinya terlihat oleh Arifin, lehernya, punggungnya, dan pinggangnya.


Sampai di sini, Ipin tanpa sadar menahan napas karena detak jantungnya berdebar makin keras dan akhirnya dia melihat tubuh seksi Tya utuh. Hanya bra dan celana dalam saja yang kini menempel disana.


Bra yang tipis dan berenda di bagian tepinya dan sebuah celana dalam yang seksi, berbentuk V dari belakang dan sedikit lebih lebar dari G-String. Terbuat dari bahan katun berenda yang sedikit tembus pandang dan membuat Arifin bisa melihat apa yang ditutupi disana.

__ADS_1


Saat ini, Ipin melihat pemandangan terindah yang pernah dia saksikan seumur hidupnya.


Ipin bisa merasakan sesuatu menggeliat di dalam celana pendeknya dan membuat dia sedikit kurang nyaman karena terkena tekanan dari celana dalam yang dia pakai.


Ipin cuma bisa menelan ludahnya dan bersyukur telah dikaruniai seorang istri sempurna seperti Tya.


"Aaahhhhhhh. Apaan sih Mas?" protes Tya dengan muka memerah sambil menggunakan satu tangan untuk menutupi dadanya dan tangan yang lain ke area sensitifnya.


"Mas lagi mengagumi ciptaan Tuhan," jawab Ipin sambil tersenyum mesum.


Nggak pa-pa kan mesum sama istri sendiri?


"Ish, hadap sana! Tya malu. Mau dipijit nggak?" jawab Tya.


"Mau lah. Pijit plus plus ya?" jawab Ipin sambil mengedipkan matanya ke Tya.


"Ish. Dasar mesum!!" kata Tya sambil mendekat ke arah Ipin tapi tetap menggunakan kedua tangannya untuk menutupi kedua area di tubuhnya yang sedari tadi menjadi santapan mata Ipin.


Ipin tertawa kecil dan membalikkan tubuhnya ke posisi awal dan memejamkan matanya.


Tak lama kemudian, Ipin mulai merasakan sentuhan tangan halus Tya di lehernya dan menekannya lembut. Ipin pun mulai menikmati pijatan istri tercintanya.


Saat Tya memegang paha Ipin, dengan reflek Ipin langsung menggelinjang kegelian.


"Napa sih Mas?" tanya Tya.


"Geli Dek," jawab Ipin sambil meringis.


"Kalau Mas kegelian gimana Tya mijitnya?" tanya Tya.


"Langsung ke plus plusnya aja yuk?" bisik Ipin pelan.


Muka Tya yang tadi sudah berangsur-angsur normal kembali memerah. Kini Tya tak punya lagi alasan untuk menolak Ipin kan? Justru kalau sekarang Tya nolak, dia yang dosa.


Tya menghentikan pijatan tangannya di paha Ipin, tapi tetap membiarkan tangannya disana.


Tya lalu membungkukkan badannya ke depan dan Ipin bisa merasakan sesuatu yang kenyal dan hangat menempel di punggungnya yang tidak memakai apa-apa.

__ADS_1


"Tapi pelan-pelan ya Mas, Tya kan masih ... " Tya terlalu malu untuk nerusin kata-katanya.


Ipin membalikkan tubuhnya dan kini telentang di atas kasur. Kini kedua wajah mereka menjadi dekat dan saling berhadapan. Payudara Tya yang kenyal dan berukuran luar biasa itu menempel di dada Ipin.


"Mas juga kan baru pertama kali ini. Kita sama-sama belajar ya? Mas minta maaf duluan kalau nanti Mas nyakitin Dek Tya," bisik Ipin mesra.


Tya mengganggukkan kepalanya. Dia tahu kinilah saatnya dia memasrahkan seluruh jiwa dan raganya kepada Ipin. Kekasihnya yang sekarang telah sah memiliki dirinya.


Ipin memejamkan mata sejenak untuk berdoa sesuai dengan ajaran agamanya dan Tya menunggunya sambil tersenyum.


Saat Ipin membuka mata, wajah Tya sudah berada dekat sekali dengan wajah Ipin.


"Tya sayang Mas Arifin. Malam ini, Tya berikan milik Tya yang paling berharga untuk Mas Arifin. Tolong jaga dan sayangi Tya sampai Allah memisahkan kita saat waktunya tiba Mas," bisik Tya lirih, nafasnya yang hangat dan harum terasa menghembus pelan ke wajah Ipin.


Ipin tersenyum, "Mas juga sayang Tya. Mas janji tidak akan mengecewakan Dek Tya."


Keduanya lalu saling berciuman pelan dan mesra.


Malam itu, sprei putih dengan taburan melati di kasur Tya yang terkena bercak merah dari darah perawan Tya, menjadi saksi bersatunya mereka berdua untuk yang pertama kalinya. Diiringi oleh sedikit tangis kesakitan Tya dan senyuman kepuasan dari Ipin yang telah mendapatkan sesuatu yang paling berharga dari wanita yang telah menjadi istrinya.


\=\=\=\=\=


"Duhhh. Yang habis malam pertama. Tak keluar dari kamar sampai matahari sudah berada di atas kepala," canda Mama pagi itu kepada Tya yang terlihat bahagia dan ingin membantu Mamanya di dapur.


"Apaan sih Ma?" sungut Tya.


"Ipin mana?" tanya Mama.


"Masih di kamar Ma," jawab Tya.


"Kecapekan ya?" goda Mama lagi.


"MAMA!!" teriak Tya dengan muka yang memerah.


Mama cuma tertawa melihat anaknya cemberut pura-pura itu, "Bangunin gih. Nggak enak kalau dilihat orang," kata Mama.


"Iya. Ini kan Tya mau bawain kopi anget sama telur rebus buat sarapan Mas," jawab Tya lalu ngacir dengan membawa kedua benda yang disebutnya barusan.

__ADS_1


Tya berjalan pelan dan sedikit terlihat aneh. Dan sebagai wanita, Mama tentunya paham apa yang terjadi dengan anaknya.


Mama tersenyum bahagia karena saat ini, anak gadisnya sudah menjadi seorang wanita seutuhnya.


__ADS_2