My Sexiest Girl

My Sexiest Girl
Chapter 25 - Honeymoon


__ADS_3

"Masih perih lho Mas," bisih Tya lirih.


"Maaf ya," kata Ipin.


Tya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis, "gimana rasanya Mas?" tanya Tya.


"Bikin Mas marah dan kesel," jawab Ipin serius.


"Lho kok malah gitu?" tanya Tya bingung.


"Tahu enak banget kaya gini, dari dulu Mas maksa Dek Tya married," jawab Ipin dan langsung ketawa.


"Ihhhh," jawab Tya sambil mencubit pinggang suaminya.


Ipin tanpa ragu langsung memeluk Tya dan menggerayangi tubuh Tya. Tya otomatis menggelinjang kegelian. Apalagi saat tangan Ipin mulai nakal ke area sensitif Tya yang masih perih, Tya langsung menjerit tertahan.


"Mas!!" teriak Tya, "horny banget sih."


"Biarin," kata Ipin sambil tersenyum mesum.


Tya nggak bisa apa-apa lagi. Ipin kan suaminya sekarang. Akhirnya dia cuma pasrah dan menyenderkan tubuhnya dengan napas terengah-engah dan menikmati sentuhan Ipin.


"Ehem."


Terdengar suara deheman yang mengagetkan sepasang lovebird yang asyik bermesraan di teras rumah pagi itu. Ipin dan Tya langsung menegakkan badan dan membetulkan pakaian mereka.


"Papa maklum kok kalau pengantin baru tu emang kayak kalian," kata Papa sambil tertawa kecil.


"Papa ni ngomong apaan?" sungut Tya sambil ngeloyor masuk ke dalam dengan muka memerah karena malu.


Sekarang hanya tinggal Ipin dan Papa diteras samping. Terus terang, Ipin ngerasa aneh. Awkward moment bahasa kerennya. Gimana nggak aneh? Ipin kan barusan ngincipin anak gadisnya, sekarang berduaan sama bokapnya. wkwkwkwk.


"Nggak ngerokok Pin?" tanya Papa memecah suasana diam antara mereka.


"Iya Pa," jawab Ipin sambil mengeluarkan rokok dari sakunya.


Ipin lalu menyalakan rokoknya dan menikmati kopi hangat bikinan istrinya.


"Kalian pengen langsung dapet momongan?" tanya Papa.


"Belum tahu Pa," jawab Ipin pelan.


"Anak pertama nggak usah ditunda. Kalian kan kuliah tinggal satu atau dua semester lagi. Buah hati tu bisa mempererat hubungan kalian. Kalau kelamaan berduaan aja ntar takutnya malah bosen," kata Papa.


"Kayaknya nggak bakalan bosen deh Pa," jawab Ipin sambil tersenyum.


"Iya. Papa tahu. Tapi Papa saran nggak usah ditunda-tunda," kata Papa.


"Siap Pa," jawab Ipin.


\=\=\=\=\=


"Dek. Nambah yang banyak dong!!" kata Mbak Nur ke Tya.

__ADS_1


"Iya Mbak," jawab Tya.


"Biar banyak energi buat ntar malem," lanjut Mbak Nur.


Tya cuma meringis saja. Sekarang, Tya sudah terbiasa dengan keusilan kakak iparnya yang satu ini.


Mertua Tya cuma membuat acara 'sederhana' untuk ngunduh mantu di Salatiga. Tapi, sesederhananya Haji Mas'ud, tahu sendirilah. Tya dan Ipin kelelahan selama sehari penuh acara 'ngunduh mantu' di Salatiga. Ini hari kedua setelah acara itu, Tya dan Ipin sudah mulai kembali segar lagi.


"Kalian nanti tinggal dimana?" tanya Ibu.


"Nanti kami cari kontrakan bareng aja Bu," jawab Tya.


"Pin, jangan ngirit-ngirit lagi. Kamu dah punya istri sekarang," tegur Ibu ke Ipin yang sedang sarapan pagi.


"Eh?" Ipin kaget.


Tya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangan.


"Banyak makan yang bergizi dan protein tinggi. Bagus buat program kehamilan," lanjut Ibu dengan senyuman kecil ke arah Ipin.


"Ughhh," keluh Ipin, "baru juga married berapa hari, mertua sama ortu dah nagih cucu aja," kata Ipin pelan.


Tya langsung memerah mukanya dan mencubit paha suaminya.


Setelah sarapan, Ipin dan Tya pamitan ke ortu Ipin. Bukan mau pulang ke Tembalang, tapi mau honeymoon ke Bandungan.


Kan pas banget tu. Honeymoon ke pegunungan, dingin-dingin kalau malem kan enak buat mesra-mesraan. Kalau honeymoon ke pantai, yang ada gerah dan panas.


Tya dan Ipin check in ke hotel pilihan mereka dan meletakkan barang-barangnya ke kamar.


"Hmm," jawab Tya.


"Honeymoon kan ini?" tanya Ipin.


"Terus?" jawab Tya sambil tersenyum menggoda.


"Kita bikin perjanjian dulu. Dek Tya nggak boleh nolak kalau Mas minta. Kapanpun waktunya, ya?" kata Ipin.


Tya langsung mencibir, "enak di Mas, nggak enak di Tya," jawab Tya.


"Kok gitu? Emang masih sakit ya?" tanya Ipin.


"Nggak sih," jawab Tya, "tapi ntar Mas tuman. Minta terus pasti," lanjutnya.


"Mas ini menanggung beban berat pesanan mertua dan ortu untuk ngasih mereka cucu lho," kata Ipin.


"Heleh, alesan. Kalau buat yang gituan aja, bawa-bawa nama Papa-Mama sama Bapak-Ibu," sungut Tya.


"Ya?" Ipin masih aja ngeyel.


Tya nggak mungkin ngeiyain lah. Kan ketahuan nanti kalau dia ngarep dikerjain sama suaminya. Sekarang kan nggak perih lagi. Tya juga pengen sebenarnya. Jadinya dia cuma diem tanpa menjawab.


"Diem berarti iya," kata Ipin dengan cepat.

__ADS_1


Tya cuma meringis.


"Yuk ah," kata Ipin.


"Eh? Kemana? Baru juga nyampe," jawab Tya.


"Kemana lagi? Kasur lah," jawab Ipin sambil tertawa lebar.


"Ih," cibir Tya.


Tapi si Tya ngikut aja saat dia diseret suaminya ke kasur. Apalagi saat Tya direbahin pelan, nggak nolak sama sekali.


"Mas, kunci dulu pintunya. Ntar ada room service nyelonong masuk lagi," bisik Tya pelan.


Ipin berlari secepat kilat mengunci pintu kamar hotel mereka dan kembali ke kasur. Tak lupa tangannya menyambar kotak tissue yang ada dalam tas Tya. Tya aja sampe heran. Bisa kek gitu lincahnya si Ipin?


"Yahooooo," teriak Ipin sambil melompat ke kasur.


"Macam anak kecil dapat mainan baru aja sih senengnya," sungut Tya.


Ipin tertawa dan langsung meminta jatah dari istrinya.


Beberapa menit kemudian, tubuh montok dan seksi Tya sudah menikmati kemesraan dari Ipin.


Tak ada lagi rasa perih, yang ada hanya nikmat yang mereka berdua sama-sama rasakan.


Tya memeluk suaminya erat dan membantu gerakan suaminya dengan pinggulnya, membuat Ipin kejang-kejang karena rasa nikmat di bagian adek kecilnya.


"My sexiest girl," bisik Ipin pelan.


Tya tertawa kecil sambil menikmati kemesraan dari suaminya.


"Maafin Tya ya Mas?" bisik Tya pelan diantara desahan dan napasnya yang terengah-engah.


"Kenapa?" tanya Ipin tanpa berhenti memasukkan dan menikmati tubuh istrinya.


"Dulu Tya nampol Mas waktu Mas nembak Tya," bisik Tya pelan.


"Tya tu dulu nganggep Mas ngejek tubuh Tya yang gendut gini. Nyesek banget lho Mas," bisik Tya.


"Kamu tu nggak gendut. Untuk Mas, Dek Tya tu gadis terseksi yang pernah Mas temui," jawab Ipin.


"Everthying about you is perfect to me," lanjut Ipin mesra sambil mencium leher Tya.


"Tya tahu. Tya bahagia banget Mas mau nerima Tya apa adanya," jawab Tya.


"Mmmhhhhhhhhhh."


Desah Tya panjang sambil menekan keras tubuhnya ke tubuh Ipin tak lama kemudian. Ipin pun menggigit leher Tya pelan saat dia merasakan desakan itu datang melanda.


Tubuh mereka saling memeluk erat seakan tak ingin dipisahkan lagi.


"Tya sayang Mas Arifin," bisik Tya sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Mas juga sayang Tya. Semoga Gusti Allah memberikan kita kesempatan untuk menjalani hidup dan menua bersama. Sampai waktunya datang bagi kita berdua," jawab Ipin.


Tya pun mencium kening suaminya mesra.


__ADS_2