My Sexiest Girl

My Sexiest Girl
Chapter 27 - End


__ADS_3

"Sha," panggil Tya di depan kamar kosnya.


Lama tak terdengar jawaban dari dalam.


"Tasha," panggil Tya lagi kali ini lebih keras.


Tak lama kemudian seorang gadis cantik membuka pintu dan langsung menutupnya lagi.


Tya juga sempat bengong tadi, "si Tasha ni sarap kali ya? Buka pintu kamar cuma pake handuk dibelit ke tubuhnya."


Tya melirik ke arah suaminya, "Mas ngelihat tadi?" selidik Tya.


"Dikit," jawab Ipin jujur.


"Dasar laki-laki!!!" sungut Tya.


"Apaan sih Dek? Tasha telanjang di depan Mas juga Mas nggak bakalan pengen," jawab Ipin dengan muka seperti tahanan salah vonis.


Tya terdiam dan langsung tersenyum manis, "iya juga ya? kan suamiku cuma mesum sama aku?" batin Tya dalam hati.


Muka Ipin berubah kecut gara-gara pertanyaan Tya barusan.


"Ngambek ya?" tanya Tya ke arah Ipin.


Ipin menggelengkan kepalanya. Mana berani dia ngambek sama istrinya. Mau disuruh tidur di sofa depan?


Tya tersenyum puas.


Lima belas menit kemudian, pintu kosan terbuka lagi. Tasha tersenyum manis dengan muka memerah.


"Lu kok nggak ngomong kalau ngajak Ipin," protes Tasha dengan wajah sedikit terpana melihat tampilan Tya yang baru.


Sobat Tasha sekarang sudah berkerudung lebar dan memakai gaun. Jelas shock lah Tasha ngelihatnya.


"Ipin tu sekarang suami gue Sha. Dimana ada gue, pasti ada Ipin lah," jawab Tya sambil tersenyum.


"Lu tu ya!! Pinter banget kalau bikin sobat sendiri ngiri," sungut Tasha sambil melirik ke arah si Ganteng yang sekarang dah resmi pake nametag itu, nametag tak kasat mata yang bertuliskan 'Hak Milik Tya'.


"Terus mau berdiri gini aja?" tegur Tya.

__ADS_1


"Eh? Sorry, masuk yuk," kata Tasha.


Di dalam kamar kosan Tasha dan Tya, barang-barang terlihat rapi dan bersih. Beda banget sama kosan Ipin yang semrawut khas cowok. Karena itu, Tya dan Ipin butuh waktu agak lama untuk berbenah di kosan Ipin.


"Jadi kalian tinggal serumah sekarang?" tanya Tasha.


"Ya iyalah Sha. Kan dah married. Lu kok tanya kek gitu?" jawab Tya.


"Ughhhh. Bikin pengen aja sih," keluh Tasha.


"Makanya buruan married," cibir Tya.


"Lu enak. Nah gue? Siapa calonnya? Sini Ipin bagi dua aja. Gue separuh, lu separuh," cerocos Tasha.


Tya langsung monyong, "eh Combro, kira-kira lah kalau ngomong. Ini suami gue, bukan nasi goreng babat. Pake dibagi dua," protes Tya cepat.


"Becanda Non, becanda. Sensi amat sih," keluh Tasha.


Ipin cuma diam sambil menikmati cemilan yang disediain Tasha. Mana peduli dia sama obrolan dua orang sahabat itu.


"Pin. Kamu kok asyik makan cemilan aja sih," protes Tya.


"Ha?" tanya Ipin sambil mengangkat kepalanya dengan muka bingung.


Tasha ketawa cekikikan melihat sobatnya, "sobat gue dah laku juga akhirnya, suaminya idola lagi. Yang namanya takdir emang tak bisa ditebak," batin Tasha dalam hati.


Sebenarnya kalau Tasha boleh jujur, pengen juga dia punya suami kaya Ipin, gadis mana yang nggak mau coba?


Tapi jodoh kan ditangan Tuhan. Kita cuma berusaha dan Dia yang menentukan.


\=\=\=\=\=


"Mas, habis ini kita belanja ya?" bisik Tya pelan ke suaminya.


"Belanja?" tanya Ipin sedikit bingung.


"Iya lah. Sabun, pasta gigi, cemilan dan masih banyak lagi yang mau dibeli. Mas ni," sungut Tya.


Ipin manggut-manggut. Ngikut aja lah dia sama keinginan istrinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dua manusia itu sudah berada di mall dan berbelanja. Sesekali Ipin dan Tya akan ribut soal merk. Yang satu biasa pake merk ini, satunya pake yang lain.


Namanya juga proses asimilasi, tentu mereka harus belajar menyesuaikan diri.


"Mas, mau makan apa?" tanya Tya.


"Tya mau masak?" tanya Ipin.


Tya tersipu malu, "Tya belum bisa masak. Nanti ya Tya belajar dulu."


Ipin cuma tertawa.


"Kita makan keluar aja ya?" bisik Tya sambil menggandeng Ipin.


Nggak malu-malu lagi dia, dah halal kan?


\=\=\=\=\=


Kehidupan berlanjut, si pengantin baru makin lama makin tambah sayang ke pasangannya. Ipin juga benar-benar merasakan nikmatnya jadi lelaki yang sesungguhnya.


Hampir tiap hari dia mesumin si Tya, sampai si Seksi protes habis ke suaminya.


Rena tak pernah lagi datang mengganggu Ipin. Dia tetep kuliah seperti biasanya dan terlihat menjaga jarak dengan pasangan Ipin dan Tya. maklum aja, sekarang kan diman ada Ipin disitu ada Tya. Minta kena damprat dia kalau berani deket-deket suami si Seksi?


Tapi, Ipin pernah bilang ke Tya, "katanya Rena hamil kok nggak keliatan buncitnya? Jangan-jangan digugurin?"


Tya mendelik ke arah suaminya, "Apaan sih Mas!! Biar aja napa sih. Urusan orang. Dia kan yang nanggung dosanya?"


Ipin cuma tersenyum kecut setelah ditegur istrinya.


Sampai akhirnya waktu perpisahan tiba.


Maksudnya bukan si Tya sama Ipin pisah, tapi perpisahan mereka dengan kampus tercinta.


Mereka memutuskan untuk lulus bareng dan wisuda sama-sama, kan nggak perlu pusing mikirin PW lagi.


Tya yang sedari awal ingin menjadi wanita karier akhirnya memutuskan untuk mengubur mimpinya dan menjadi Ibu rumah tangga bagi suaminya dan mempersiapkan diri menjadi calon pengasuh Ipin-ipin kecil mereka.


Sedangkan Ipin? Dia meneruskan cita-cita mulia mewarisi usaha keluarga Haji Mas'ud, menjadi petani dan penjual pisang yang bersahaja.

__ADS_1


Mereka hidup bahagia selamanya di sebuah desa kecil di Salatiga.


Selesai.


__ADS_2