My Sexy Lady

My Sexy Lady
Bab.10


__ADS_3

Hampir semua tempat sudah dicari Garda, bahkan dia bertanya pada beberapa orang mengenai Jonathan namun tidak ada yang tahu di kemana dia pergi.


Tapi Garda tidak menyerah, dia menghubungi seseorang yang tentu saja bisa membantu dirinya untuk mencari jejak Shena.


Seseorang mengirimkan lokasi dimana Shena terlihat, hanya dengan keahlian yang mumpuni yang dimilikinya.


"Thanks Paman Mac!" desisnya seraya memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam kantong celana.


Garda berharap dia datang tepat waktu, berharap Shena baik baik saja mengingat gadis itu sedang demam. Tidak terbayangkan hal hal buruk terjadi padanya.


Hal yang ditakutkan Garda benar benar terjadi, Jonathan sudah melucuti semua atasan yang dipakai Shena, dia juga menyentuh kulit mulusnya dengan perlahan lahan.


Brak!


Garda menendang pintu dengan sekuat tenaga, merangsek masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi itu.


Jonathan yang hendak mengkungkung Shena terperanjat kaget dan menoleh ke arahnya. Tanpa menunggu lama Garda langsung menerjangnya hingga pria itu terjengkang ke belakang.


"Lo emang brengsekk!" Jonathan bangkit dan mengambil vaa bunga dan melemparkannya ke arah Garda.


Beruntung Garda cepat mengelak, hingga vaa bunga terlempar dan pecah dilantai.


Bugh!


Tanpa Garda sadari, Jonathan sudah berada di hadapannya, menendang perutnya hingga dia tersungkur dan menabrak lemari kecil di belakangnya.


Brak!


Barang barang yang berada di dalam lemari kecil itu jatuh berserakan, dengan Garda yang langsung bangkit dan kembali membalas Jonathan.


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


Keduanya saling membalas pukulan saling menyerang dan tidak ada yang ingin kalah. Sampai Garda menangkap tangannya dan memitingnya dengan keras, lalu menekuk tangannya hingga Jonathan tidak berdaya.


Garda kemudian menendang dadanya sampai pria itu tersungkur dan tergeletak di lantai.


"Shen ... Bangun Shen!" Garda yang menghampiri Shena dan berusaha membangunkannya.


Tapi Shena benar benar terlelap karena obat tidur yang di berikan oleh Jonathan.


"Shena ... Bangun Shen!"


Shena masih belum juga terbangun, hingga Garda langsung menggendongnya setelah menutup bagian tubuh Shena yang terpangpang nyata.


Dia menaikkannya ke atas motor, lalu mengikat tubuhnya dibelakang punggungnya dengan menggunakan jaket miliknya. Shena benar benar tidak sadarkan diri.


Garda segera melesat pergi dari sana, melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah rumah sakit.


Perjalanan cukup jauh dan melelahkan, dengan beban dibelakang yang masih belum sadar juga.


"Shena ... Astaga! Bertahanlah ... Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit!" gumamnya dengan terus melajukan kuda besi miliknya dengan kecepatan tinggi.


Shena akhirnya dibawa masuk kedalam ruangan pemeriksaan, beberapa suster juga masuk dan di ikuti oleh seorang dokter.


Garda resah menunggu, dia mondar mandir didepan pintu ruangan pemeriksaan. Sampai beberapa saat seorang suster keluar dari ruangan itu.


"Gimana keadaannya Sus?"


Suster itu menatap wajah Garda dengan seksama. "Wajahmu penuh luka ... Mari ikut saya, kita obati lukamu lebih dulu!"


"Luka ku bukan masalah besar, yang penting kondisi Shena." sahut Garda yang lebih memperdulikan kondisi Shena dibandingkan dirinya sendiri.


"Kondisi pasien cukup bagus, dosis obat tidur yang diminumnya terlalu banyak. Terlebih kondisi tubuhnya yang tidak sehat, itu menyebabkan gangguan di dalam tubuhnya!" celetuk seorang dokter yang sejak tadi memeriksa Shena.


Garda merasa lega, dia menjabat dokter itu dan berterima kasih. Dokter pun mengangguk lantas berlalu.

__ADS_1


"Kau boleh menemuinya saat pasien sudah berada di kamar perawatan ya!"


"Iya dok!" ringkas Garda lagi.


Akhirnya Shena di pindahkan ke ruang perawatan, namun karena masih dalam pengaruh obat tidur dia belum juga bangun.


Garda duduk di kursi di samping ranjang, menatap Shena dengan sendu.


Kesalahanya lah sampai membuat Shena seperti ini, dia harusnya lebih hati hati dalam menjaganya.


Drett


Drett


Ponsel Garda berdering, telepon dari kedua orang tua Shena yang khawatir pada anak perempuan satu satunya itu.


Garda pun menjelaskan serinci mungkin, di juga meminta maaf karena lalai dalam menjaga Shena hingga kejadian seperti ini harus terjadi.


Tanpa Garda tahu jika Shena yang perlahan bangun kini tengah mendengarkannya bicara dan memohon maaf. Membuatnya merasa bersalah karena mengikuti Jonathan pergi.


Sambungan telepon pun berakhir, Garda berbalik dan langsung sadar jika Shena bangun dan tengah menatapnya.


"Hai Shen ... Gimana keadaan lo? Ada pusing atau apa yang lo rasain sekarang?" Tanya Garda.


"Apa yang terjadi Gar, gue gak ingat apa apa."


"Lo tadi gak sadar karena pengaruh obat tidur yang lo minum. Dan gue salah karena gak bisa jaga lo dengan baik!" sahut Garda dengan lirih. "Maafin gue Shen..."


Shena tampak mengingat ngingat apa yang terjadi sebelumnya, dia juga ingat pada Jonathan. Tapi setelah itu dia tidak tahu lagi.


"Gar ... Apa Jonathan macem macem sama gue?" tanyanya, jelas Garda tahu ke arah mana fikiran Shena.


Garda menggelengkan kepalanya. "Gue datang tepat waktu, kalau enggak ... Gue gak akan bisa maafin diri gue sendiri Shen!"

__ADS_1


Shena terperangah, menetap Garda dengan nanar. Lalu mengenggam tangannya. "Gue yang harusnya minta maaf sama lo Gar ... Gue selalu bikin masalah buat lo!"


"Yang penting lo baik baik aja Shen! Gue gak masalah apapun itu."


__ADS_2