My Sexy Lady

My Sexy Lady
Bab.21(Dijodohkan)


__ADS_3

"Shena!"


Tepat saat Farrel bangkit dan hendak menarik sang putri untuk kembali duduk, seseorang masuk ke dalam.


"Permisi --- Om ... Tante, Ibu ... Aku sudah datang!"


Shena terbeliak melihatnya. Pria yang kini berdiri adalah pria yang menabrak dirinya saat di kampus tanpa sengaja. Gadis itu melirik pada kedua orang tuanya juga kedua orang tua yang berada di depannya. "Tira ... Sini Nak!"


Pria yang dipanggil Tira itu tersenyum lantas melangkahkan kakinya dan menghampiri kedua orang tuanya. Melewati Shena begitu saja.


"Om ... Tante ...!" sapanya pada Farrel dan juga Metta.


"Ini putra kami. Yudistira." ucap sang Ibu memperkenalkan dirinya.


Farrel dan Metta mengangguk mengerti. Menatap Tira yang tinggi dan berkulit putih, wajahnya tampan dengan manik coklat miliknya.


"Dia sangat tampan!" bisik Farrel pada sang istri.


Metta menyenggol lengan suaminya, melihat reaksi putri mereka sendiri yang justru terlihat tidak senang.


Shena mendelik ke arah pria bernama Yudistira yang terlihat baik dan sopan. Wajahnya lugu juga menarik perhatian bahkan ayahnya saja sangat senang melihatnya.

__ADS_1


"Tira ... Ini putri kami. Shena! Shena ... Kenalkan dirimu sayang!"


"Aku udah kenal kok!" ketus Shena.


Membuat semua orang tua terperangah dan kaget. "Udah kenal, jadi gak usah perkenalan juga gak apa apa. Ya kan Tira?"


Tira tersenyum pada Shena yang menatapnya tajam, terlihat wajahnya tidak menyukai pertemuan keluarga itu.


"Ya ... Lebih tepatnya kami baru kenal tadi siang. Itu juga tanpa sengaja karena aku menabraknya!" terang Tira.


"Hah?"


"Berarti itu tandanya mereka cocok. Iya kan Farrel?" ucap ayah Tira.


"Betul ...!"


Shena mendengus mendengarnya namun tidak untuk Tira. Dia tersenyum seraya melihat ke arah Shena terus menerus. "Kita hampir bertabrakan di kampus tadi, dan sepertinya takdir mempertemukan kita lagi di sini. Iya kan Shena?"


"Biasa aja tuh!" pungkas Shena yang langsung menoleh pada sang ayah. "Papa ... Shena harus ke kamar. Ada tugas yang harus Shena kerjain!"


"Nanti saja setelah kamu ngobrol sama Tira."

__ADS_1


"Tapi Papa!"


"Bukankah kalian satu kampus. Kenapa tidak mengerjakan tugas bersama sama saja?" sela ibu Tira. Menyebalkan. Mereka tidak mengerti jika Shena membenci perjodohan ini.


"Ayo ... kayaknya mau kesulitan dengan tugas tugas kampus dan sepertinya kamu akan senang jika aku bisa membantumu!"


Wajah Shena kini lebih menakutkan terlebih Tira bicara omong kosong menurutnya. "Ya, kayaknya begitu. Gue akan sangat senang kalau bisa nendang lo dari rumah ini. Tugas apaaan tugas!"


"Kalau begitu pergilah ke area belajar Shen ... Tira akan membantumu dalam belajar dan mengejar ketertinggalan. Papa dengar Tira termasuk mahasiswa dengan IPK memuaskan."


Mendengar ayahnya bicara, membuat Shena semakin gila saja. Dia lantas membalikkan tubuhnya dan melenggang pergi. Tira menyusulnya hingga mereka berdua berada di area taman belakang.


"Apa yang lo mau sekarang. Jujur gue gak mau di jodohin!"


Tira tersenyum tipis. "Gue udah dengar kalau kita akan dijodohkan. Jujur gue juga kaget tapi sebagai anak yang berbakti gue mau ngebuka komunikasi dan lihat apakah kita bisa saling mengenal dan membangun hubungan yang baik?"


Shena menatapnya dengan nada sinis. "Jadi lo udah setuju dengan perjodohan ini? Gimana bisa lo nerima sesuatu kayak gini gitu saja?"


"Gue tife orang yang bisa memahami kalau ini adalah tradisi dalam keluarga kita dan gue ingin memberikan kesempatan pada perjodohan kita ini. Mungkin kita bisa mengenal satu sama lain lebih baik dan melihat apakah ada potensi untuk hubungan yang baik di antara kita kedepannya!"


"Gak usah ngarep!" ujar Shena dengan ketidak puasan, "Gue gak mau nerima perjodohan sialan ini. Lo fikir gue gak laku sampe harus di jodoh jodohkan? Gue bia nyari sendiri. Yang lebih tampan dan dan baik selain lo! Ngerti lo?"

__ADS_1


__ADS_2