
"Tapi Shen ...!"
"Udah deh, lo tuh nyebelin banget sih." Shena mengajak Jonathan untuk pergi dari sana, mereka berdua keluar dari ruangan Garda.
Garda kembali menarik lengan Shena, hingga tubuh gaadis itu berbalik ke arahnya, Shena terkesiap kaget dan membuat Garda merasa bersalah,
"Maaf, gue gak sengaja!"
"Apa lagi sih?"
"Shena ... Lo tahu apa yang Papa bilang tadi, dia gak suka sama cowok lo itu. Lo denger kan?"
Shena mendengus, kembali berbalik dan langsung menarik lengan Jonathan.
"Ayo babe ... Lebih baik kita pergi! Gak usah denger omongan dia,"
"Ya ... Aku gak suka padanya Babe. Sepupumu itu terlalu posesif padamu seolah hanya dia yang mampu melindungimu, dan aku tidak dianggapnya. Padahal aku pacarmu, bukan dia!?"
Mereka berdua berjalan beriringan, meninggalkan Garda yang menatapnya dari arah belakang.
"Ya ...!" Sahut Shena kesal. "Garda nyebelin banget, sikapnya makin hari makin keterlaluan." cicitnya lagi.
Garda hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan Shena, lagi lagi gadis itu mengabaikan segala ucapannya dan memilih pergi.
Namun Garda tidak akan tinggal diam, mandat yang diterimanya adalah menjaga Shena, melindunginya dan memastikan apapun untuknya berjalan dengan baik termasuk menjauhkannya dari pria pria yang mendekatinya. Untuk hal yang satu itu, Garda memiliki alasan tersendiri, dia memang tidak suka pria manapun mendekati Shena.
Sampai malam tiba, Shena tidak juga memberinya kabar. entah ada dimana dia saat ini, yang pasti membuat Garda khawatir.
Garda memutuskan mencarinya, mendatangi klub klub malam dimana Jonathan membawanya namun tidak menemukannya dimanapun. Hampir tiga jam Garda mencari Shena, namun tidak juga menemukannya hingga dia memutuskan untuk kembali ke apartemen.
Mobil yang Garda kemudikan berhenti di sebuah ruas jalan di dekat gedung apartemen seteah dia melihat sebuah mobil hitam terparkir tidak jauh di depannya.
Garda yakin jika itu adalah mobil yang di kemudikan oleh Jonathan, dia juga melihat Shena yang hampir tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol.
__ADS_1
Pria itu terkesiap, saat melihat pasangan sejoli yang tengah di mabukk asmaraa kini tengah saling men cu mbu satu sama lain.
Garda segera turun dari mobil dan langsung menghampiri mobil mereka.
Tok
Tok
Garda mengetuk kaca mobil dengan keras, kemudian membuka pintu mobil dengan paksa. Dan beruntung sekali dia karena pintu mobil tidak terkunci hingga dia bisa membukanya dengan mudah.
Brak!
Pintu mobil terbuka lebar, terlihat Shena dan Jonathan tersentak kaget dan melepaskan paguttan mereka. Jonathan berdecak kesal saat melihatnya.
"Shen ... Ayo pulang!" ucap Garda dengan menarik tangan Shena.
"Apaan sih lo Gar, gue gak mau Garda!"
Shena berontak, mencoba melepaskan diri dari cekalan tangan Garda. Namun semakin kuat dia berontak semakin kuat juga cekalan Garda.
"Hey ... Kau!"
Bugh!
Jonathan langsung mendaratkan pukulan telak di rahangnya, membuat Garda terhuyung ke arah belakang dan menabrak body mobil. Jelas Garda tidak terima dan langsung membalasnya dengan memukul kembali Jonathan.
Bugh!
Bugh!
Mereka terlibat perkelahian sengit, saling membalas satu sama lain hingga keduanya sama sama mendapatkan luka luka di wajahnya. Shena bergegas turun dan melerai keduanya namun tidaklah berhasil.
"Garda ... Jonathan! Please stop ...!" serunya.
__ADS_1
Namun keduanya terus berkelahi dan saling menyerang. Sampai akhirnya Jonathan yang tengah di pengaruhi minuman keras kalah telak dan tersungkur dengan luka di wajah yang cukup parah.
Garda menendang kakinya dan langsung menarik Shena dan membawanya pergi, sementara Jonathan tidak mampu melakukan apa apa untuk mencegahnya.
"Garda ... Lo keterlaluan banget sih! Lepaskan gue Gar!"
"Gak bisa ...! Lo ikut gue sekarang."
Shena masih berontak sekuat tenaga, bahkan memegangi tembok dan pagar besi yang berada di depan gedung apartemen.
"Shen!" suara Garda mulai meninggi, itu artinya dia mulai tidak bisa menguasai emosinya.
"Gak mau! Lo aja yang pulang sendiri. Jangan ikut campuri hidup gue."
Shena berteriak teriak, membuat keributan sampai beberapa orang orang yang akan masuk ke dalam apartemen memperhatikan keduanya. Garda semakin kesal dan marah, sejurus kemudian dia menarik tubuhnya dan langsung membopongnya bak sekarung beras.
"Garda ... Turunin gue! Lo emang sial aan ... Garda, turunin gue!" Shena masih meronta ronta tidak karuan, dia memukul mukul punggung Garda dengan keras.
Namun Garda tidak akan luluh pada sikap Shena, justru semakin marah saat mereka akhirnya tiba di kamar apartemen.
Bruk!
Tubuh Shena terhuyung dan terjerembab di atas kasur setelah Garda melepaskannya dengan kasar.
"Lo emang brengsekk!"
"Terserah lo mau ngomong apa, yang jelas ... Lo baru aja gue selametin. Faham lo!" Ujar Garda dengan suara kesalnya.
Shena menyorotinya dengan tajam, bagaimana bisa Garda terus menerus mengikuti dan mengganggu hidupnya dan kencannya.
"Apa lo gak terima sama gue. Lo gak bisa gini terus Shen, lo bakal rugi!"
"Gak usah bilang untung rugi, lo nya aja yang iri sama gue, lo cemburu kan sama gue. Hah?"
__ADS_1
Garda terkesiap, bagaimana mungkin dia tidak cemburu melihat keduanya bercum bu, bukan hanya marah, tapi juga merasa kesal.
"Gue gak cemburu yaa! Gue hanya peduli sama lo!