My Sexy Lady

My Sexy Lady
Bab.14


__ADS_3

"Sial ...! Jangan jangan mereka ngerencanain sesuatu lagi!"


Shena mulai bersiap siap, dia mendekap tas miliknya dan bersiap untuk kabur, namun baru saja hendak membuka pintu, supir taksi itu pun menghadangnya.


"Nona mau kemana? Kita belum sampai tujuan!"


Shena berteriak dan menendang pria itu, dia juga langsung berlari menjauhi mereka namun sialnya pria itu menarik ransel miliknya.


"Hei ... Mau kemana Nona?"


"Lepas! Kalian gak tahu siapa aku ya!"


Pria yang setengah mabuk itu memegangi kedua tangannya, hingga supir taksi itu leluasa mengambil tas ransel miliknya.


"Wah rupanya Nona banyak uang!"


Shena berteriak dan berusaha berontak dengan keras. Namun cekalan tangannya semakin kencang saja. "Ok ... Ambil semua dan lepaskan aku!"


Kedua pria itu tertawa terbahak bahak dengan mengantongi semua uang milik Shena. "Ahk ... Nona sangat baik hati! Bagaimana kalau kita bersenang senang saja?"


"Ide bagus! Kita bersenang senang sampai puas!"


Supir terbelalak, baru kali ini melihat calon korbannya justru mendukungnya.


"Ternyata Nona cerdik juga, Nona pasti komplotan penghipnotis kan?"


"Heh ... Gue serius!! Gue bisa kasih apapun yang kalian mau, sekarang lepaskan dulu aku."


"Nona ini jangan gila!"


Shena berdecak, seraya berusaha menendang nendang pria tersebut. Namun itu tidak berhasil sama sekali.


"Ayo kita bawa ke tempat biasa!" ucap pria yang sejak tadi memegangi tangannya.


"Ok ... OK. Baiklah, bagaimana kalau kita bersenang senang aja, aku punya tempat bagus dan aku punya uang. Hm? Gimana gimana?" celetuk Shena pada akhirnya, setelah pemberontakan yang dia lakukan tidak berhasil sama sekali.

__ADS_1


Kedua pria tersebut saling menatap, lalu menatap Shena dari atas sampai bawah.


"Oh ayolah, kalian gak akan nyesel kalau ikut gue kebetulan gue juga lagi banyak fikiran dan ini waktu yang cocok! Gue gak akan kabur, atau apapun itu. Kalau perlu gue yang nyetir. Gimana?"


"Kau tidak akan kabur?" tanya supir taksi sedikit konyol.


"Ya enggak, itu sebabnya gue yang nyetir! Gimana ... Gimana, gue punya tempat yang pasti lo lo pada suka!" ucapnya lagi.


Akhirnya Shena mendapatkan kunci mobil, dia tersenyum tipis dan memasuki taksi. Sementara dua pria itu juga ikut masuk dengan bodohnya.


Shena melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, bahkan di atas kecepatan normal, satu kebetulan yang menguntungkannya.


Situasi semakin seru saat Shena melajukan mobil Taksi itu dengan mengebut, itu hal yang paling ingin dia lakukan saat di jalan, tidak ada teriakan Garda apalagi supir yang menyetir untuknya.


"Ini pasti akan seru, lo lo pada suka kan?"


"Nona ini sangat gila!" bisik supir taksi, "Mobil ini mobil sewaan dan Nona harus bertanggung jawab kalau ada yang rusak!"


"Ya ... Sangat gila, dia akan membuat kita celaka!"


Sampai akhirnya mobil berhenti di sebuah klub malam yang cukup terkenal, kedua pria yang berada di belakang itu saling menatap.


"Tempat ini sangat mahal kau tahu?"


"Berapa harganya?" tanya supir taksi dengan penasaran.


"Aku tidak tahu, yang pasti sebulan dari pekerjaannya sebagai supir taksi!"


"Gila!" Desis supir taksi.


"Ayo turun, tenang gue yang traktir!"


Baru kali ini Shena merasa bebas, dia tidak khawatir lagi, juga tidak ada orang yang mengawasi di sekitarnya.


"Kalian bisa pesen apa saja!" ucapnya dengan mengeluarkan satu buah kartu sakti dari dalam dompetnya.

__ADS_1


Dua pria itu terbeliak sempurna, segera mengikuti Shena di belakang, mereka masuk ke dalam dan mulai bersenang, senang. Keberuntungan datang tiba tiba pada dua pria yang sejak awal berniat merampok Shena, kini mereka justru bersenang senang dengan calon korbannya.


Shena tertawa, memberikan minuman dan cemilan apapun pada dua teman barunya itu, dan tentu saja memakai kartu debit miliknya.


Tiga jam mereka berada di sana, terus tertawa bersama dan juga bergembira, sampai tanpa sengaja Shena melihat pria pria berpakaian hitam putih yang terlihat mencurigakan.


Dia terus memperhatikannya, lantas bersembunyi di kolong meja. "Mereka pasti melacak kartu debit gue!"


"Hey Non kenapa?" tanya pria berjaket hitam.


"Pssttt ...! Cepetan buka jaket lo!" bisiknya, "Buruan, entar gue ganti!"


Supir itu hanya menurut saja, baginya Shena adalah dewi keberuntungannya malam ini, bisa masuk ke tempat mahal dengan harga minuman yang pasti tidak akan pernah bisa dia beli dengan hasil uang taksinya.


Shena pun akhirnya mengenakan jaket milik nya dan tidak lupa mengambil topi dan di kenakannya,


"Gue pergi duluan ... See you guys!" ucap Shena yang lansgng berdiri dengan sedikit menundukkan kepalanya agar tidak di kenali.


Para pengawal yang di perintahkan mulai mencari Shena, sementara Shena sudah berhasil keluar dan langsung masuk ke dalam sebuah taksi yang tengah terparkir.


"Jalan Pak!" ucapnya seraya menutup pintu mobil.


Alangkah bahagianya Shena karena berhasil lolos dari para pengawal, dia juga bersenang senang malam ini tanpa ada sedikitpun gangguan, hal yang ingin dia rasakan selama ini, bebas pergi kemanapun dan juga bebas melakukan apapun.


Pengawal tidak berhasil menemukannya, hingga mereka melaporkan kejadian ini pada Mac. Dan Mac tentu saja akan melaporkannya pada Farrel.


Pria itu hanya menghela nafas saat menerima laporan dari Mac tentang Shena yang tidak dapat dia temukan,


"Sepertinya hanya Garda yang bisa menjaga putri kita sayang." tukas Metta.


"Kau benar, harus ada seseorang yang bisa menjaganya dengan baik!"


Farrel terlihat mengotak ngatik ponsel miliknya dan langsung menghubungi seseorang.


Sementara itu Shena kini tiba di sebuah penginapan yang sepi, dia juga tidak menggunakan kartu miliknya lagi melainkan uang cash yang tersisa di saku celananya. Malam ini dia cukup puas dan ingin berkelana lebih jauh dan lebih lama lagi.

__ADS_1


"Udah lama gue pengen kayak gini! Tanpa pengawalan tanpa ada yang mengawasi!"


__ADS_2