My Sexy Lady

My Sexy Lady
Bab.24


__ADS_3

"Garda adalah sepupu Shena ... Kau juga harus lebih menghormatinya ya!"


Farrel berhasil memisahkan perseteruan antara Garda dan Tira, situasi yang tadinya sempat memanas kini bisa mereda.


Tira tercengang, mendengar penuturan Farrel mengenai Garda yang ternyata hanya sepupu Shena namun bersikap seolah olah dia paling berhak.


"Jadi orang itu hanya sepupu?" gumam Tira,


"Memangnya apa yang terjadi di sini?" tabya Farrel, "Apa yang kalian ributkan tadi. Apa Garda mengajakmu ribut?"


Tira mengulas senyuman. Walaupun dia terlihat tidak luas dan masih dalam keadaan marah. "Garda terlihat seperti seseorang yang gak suka perjodohan ini! Dia yang menciptakan masalah dan mengganggu masa perkenalan kami. Maksudku aku dan Shena."


Farrel menghela nafas. Inilah yang sudah dia duga dari awal jika perasaan Garda pada Shena terlihat berbeda. Ini pula lah yang menjadikan alasan dirinya dan juga Alan melakukan hal ini. Menjodohkan mereka berdua.


Sementara Shena marah marah didalam kamarnya. Dia kesal pada Ayahnya juga pada Garda dan Tira.


"Emangnya zaman kapan masih ada aja jodoh jodohan kayak gini! Emangnya Papa dulu di jodohin juga sama Mama. Enggak deh perasaan!" dengusnya.


Terdengar pintu kamar di ketuk namun juga langsung terbuka lebar.


Brak!

__ADS_1


"Lo tahu rencana orang tua kita itu apa?"


Shena tersentak, saat melihat Garda yang tiba tiba masuk dengan wajah marah.


"Ya gue tahu. Tira!"


"Ya ... Dan lo kelihatan suka sama pria itu!"


Shena menolehkan kepala ke arahnya dengan terbeliak. "Maksud lo?"


"Ya lo suka kan? Tira ... Tiranius!"


Shena mengernyit, lalu terkekeh mendengar seemosi apa Garda menyebutkan nama Tira. "Lo cemburu?"


Shena mengikutinya dengan berkacak pinggang juga, dengan kedua bola mata yang melebar seraya membusungkan dada. "Iya ... kalau emang suka lo mau apa. Hah? Tira ganteng ... Tinggi, putih. Kayaknya juga dia baik ... Ah ... Iya Tira juga lucu. Dia humoris,"


Kedua rahang tegas milik Garda menegang mendengarnya. Tatapannya semakin tajam dan liar. Namun dia menelan saliva saat posisi Shena terlihat menantang. "Lo ...!" tekannya. "Selera lo rendahan!" ujarnya lagi dan beranjak meninggalkan kamar Shena.


Garda turun dengan langkah yang cepat, dia bergegas keluar dengan kesal.


Dasar. Gue fikir dia bakal berontak kayak gue, mau mau aja di jodohin. Tahu gitu gue juga gak akan nolak dan berontak. Kayak orang gila datang ke sini. Sial .. Apa yang lo lakuin Gar.... Begoo banget. Rutuk Garda membatin.

__ADS_1


Pria itu terus mendumel dalam hati, berharap Shena melakukan hal yang sama dengannya walaupun dia sadar pada akhirnya semua akan sia sia. Tidak ada yang bisa merubah takdir. Jika mereka adalah satu darah dan satu keluarga. Secepatnya Garda harus bisa mengubur perasaannya yang kian hari kian tumbuh subur untuk Shena.


Namun kenyataanya itu tidak mudah, dia sudah mencobanya beberapa kali, dia juga sempat meninggalkannya akan tetapi kembali menyusulnya.


Samar samar suara tawa terdengar dari ruang tamu, dia mengurungkan niatnya melewati mereka yang sedang berkumpul. Suara Tira juga menggelegar dan membuat hatinya panas.


Tinggi, putih, ganteng dan humoris. Apa apaan ... Lo pacari aja si pelawak indonesia yang viral itu. Garda kembali membatin. Memilih jalan belakang agar dia bisa pergi tanpa melihat mereka.


"Garda?"


Garda menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh dengan wajah datarnya. "Ya Papa EL?"


"Mau kemana? Pergi setelah mengajak ribut Tira?" kata Farrel dengan kedua mata menyelidik.


Garda terdiam. Menatap pamannya dengan dingin.


"Kenapa? Apa Papa salah ngomong. Kamu yang mengajak ribut terlebih dahulu kan?"


"Tidak ... Untuk apa. Aku hanya menjaga Shena dari hal hal yang buruk. Termasuk pada pria yang berusaha mendekatinya. Bukankah itu tugasku Papa?"


"Ya ... Tapi tidak untuk Tira. Papa berniat menjodohkannya. Bagaimana menurutmu?" Tukas Farrel, tatapannya semakin menyelidik pada anak satu satunya dari Alan.

__ADS_1


"Kenapa Papa bertanya tentang pendapatku. Bukankah itu keputusan Papa?"


"Kenapa kau terlihat emosi seperti itu?"


__ADS_2