
setelah minuman yang mereka pesan dan waktu istirahat pun sudah selesai kurang lebih 15 menit mereka pun membayar minuman ke BI Ijah mereka mengumpulkan uang menjadi satu dan dikasih ke BI ijah si penjaga warung
" nih Bii semua pas " saut Ardi,Ardi melirik ke suci yang juga mau membayar makanya
" nih bii saya juga mau bayar " saut suci dengan nada halus,Ardi yang di sebelah hanya terdiam dengan sedikit senyuman di wajahnya
suci yang ingin berbalik dan menemui ke 3 temanya itu di hentikan oleh Ardi
" wait wait " Ardi memegang tangan suci
" kenapa Ar?" jawab suci
" Lo kenapa?" tanya Ardi dengan serius
" kenapa apanya?"jawab suci dengan kebingungan,tanpa di sengaja Alex mendatangi Ardi dan suci seketika Ardi mengantikan obrolanya dengan suci
" Oya Ar nanti pulang nya agak telat Lo tungguin gwe yah " jawab suci dengan ramah,senyuman dari suci buat ardi sedikit lega tiba tiba ia merasakan sesak di dadanya teringat Agnes yang ia ingin dekati
" oo okeh emang Lo hari ini ekskul",Ardi sembari menggaruk garuk kepalanya seperti ingin membicarakan sesuatu tapi dia ragu
" iya gwe hari ini ekskul "
" woy ayok" cuek Alex yang berdiri agak dekat dengan suci
ke 3 temanya menunggu di depan pintu keluar masuk kantin sedangkan Davin sudah duluan ke kelas,dan ke 2 temanya suci masih duduk sambil meneguk minumanya yang tinggal setengah
" Ardi cepet yaampun,,lama banget sih " ketus Leo,seketika Ardi menengok ke arah temanya,melambaikan tangannya
" Ya udah gwe ke kelas dulu yah pasti gwe tungguin ko" saut Ardi dengan gugup
lagi lagi suci mendapati Alex sedang melihatnya yang buat perasaanya sedikit kacau dan canggung
suci kembali ke meja tempat didudukinya bersama teman temanya lalu menarik Agnes dan mika untuk cepat pergi
" nes,mik ke kelas yukk " ajak suci
" lohhh..yaudah ayok ..ayok.." jawab mika secara tergesa.
setelah sampai di depan kelas mereka berdiri beriringan di tembok yang tingginya setengah badanya
" suc kenapa sih?kok pas dikantin kaya liat setan aja suruh cepet cepet" saut dari Agnes
" hufffffffff...sini deh sini" seketika suci membuang nafas dengan kasar dan menyuruh kedua temanya mendekat
" tadi gwe diliatin sama Alex pas di kantin",,Hahh jawab Agnes dan mika secara bersamaan
" suuuuttttt jangan kenceng kenceng kagetnya"ketus suci
" ya kan cuma liatin gwe doang" sambung suci
" ya terus..?" saut Agnes dengan heran
" tapi udah beberapa kali dia liatin gwe bukan satu kali ini aja pas kemarin Marin juga sama"sambung suci dengan jelas
seketika orang yang sedang di bicarakan oleh mereka ber 3 kebetulan lewat di belakang mereka dan sempat bertatapan dengan suci sontak suci memalingkan wajahnya ke sembarang tempat,ketika sudah agak jauh mereka saling berbagi komentar
" suc aneh banget tuh si Alex" saut Agnes," dah lah bodoamat gwe yok ke kelas gerll"
__ADS_1
kebetulan jam kosong guru yang berjadwal setelah istirahat sedang izin di karenakan kesibukan keluarga,tak selang beberapa menit suci,Agnes dan mika keluar dari kelas mereka berdiri di depan kelas sambil memandang kelas 11 dan 12 berhadapan dengan kelas 10 namun jaraknya agak jauuhh..ketika mereka sedang mengobrol seru digangu oleh genk Tasya yang tiba tiba menyenggol bahu mika dengan kasar
" aduhh..apaansih" rintih mika
" apaan sih looh,,ganguin kita Mulu" ketus Agnes yang mudah terpancing emosi
" iihhhh takuttt sama Agnes yang sokkk.." Tasya pura pura takut dan memegang tangan teman sebelahnya,Agnes menghela nafas dengan kasar
" mingir mingir " saut Davin yang melihat suci dari dalam kelas sedang di gangu oleh Tasya
" etsssssss..nanti dulu Lo boleh lewat kalau suci ini ikut kitaa " ancam Tasya
" ngapain gwe harus ikut loo,ngak cukup yang kemarin "jawab suci sembari menunjuk dirinya
" ada sesuatu yang perlu gwe tau dan temen temen kampuang loo ini ngak boleh tau " ketus Tasya sembari membebtak ke arah Agnes dan mika
" ehhh..ngak boleh suci ngak boleh ikut looo cewe resing " ketus Agnes sembari memegang tangan suci
" ngak bisa dia harus ikut gwe " saut Tasya dengan nada sedikit tinggi
" udah udah..gwe bakal ikut mau kemana emang? " tanya suci
" Rahasiya " jawab Tasya dengan senyum senyum sinis
akhirnya suci ikut dengan Tasya ke suatu tempat ternyata ia di bawa ke belakang sekolah,menuruni tangga yang agak licin dan kotor di penuhi buku buku bekas,kardus kardus yang menumpuk dan bau selokan,Tasya melepaskan genggaman tangan suci dengan kasar
" aduhhh..Lo mo ngomong apa sih? " ketus suci dengan eskpresi kesall,sembari memegangi tangannya
" gwe mo ngingetin ke Lo cewe sok suci " jawab Tasya dengan menodongkan mukanya ke arah suci
" ngingetin apaaan sih "
" gwe ngak deketin Alex,gwe juga ngak deketin temen temen nya asal lo tau gwe sama Ardi itu tetangga dan Ardi itu udah gwe anggep ke sodara wajar aja kalau gwe Deket dan pulang bareng " suci menodongkan mukanya ke arah Tasya dengan ekspresi lebih galaknya sampai Tasya sedikit mundur
" cuih bagus deh kalau Lo ngak berusaha Deket Deket sama Alex " jawab Tasya sambil menunjuk nunjuk suci
" dah minggir Sanah " sambung tasya sambil mendorong suci hingga iya tercatuh ke tanah,sampai rok abu abunya sedikit kotor
Alex berpapasan dengan Tasya di ruang aula,Alex menatap Tasya dengan tajam namun apalah daya Tasya malah bersikap seperti tidak terjadi apa apa ia mengeluarkan sikap centilnya di depan Alex
" Alex kamu ngapain di sini?" tanya Tasya sambil kegugupan
" harusnya gwe yang nanya kenapa Lo disini,terus ko lu tumben sendirian ngak Sama Genk Lo " ketus Alex tanpa melihat ke arah Tasya,Tasya diam memikirkan alasan agar Alex tidak curiga
" emmm..emmm...gwe tadi habis liat pemandangan,terus temen temen gwe ngak mau ikut jdi...jadi gwe sendirian hehe " jawab Tasya dengan terbata bata dengan eskpresi nya yang panik
" bohong " Alex melirik ke arah Tasya dengan sinis tanpa berbicara apa pun Alex melangkah ke arah belakang sekolah,tangan Tasya yang masih mengandeng ia kibaskan dengan kasar
Tasya hanya kebingungan lalu menyusul di belakang Alex
" gwe ngak ngapainn ngapain di situ " Tasya menyakinkan Alex yang tetap berjalan tanpa mendengarkan omongan Tasya,benar saja ketika ia sampai di tangga ia melihat suci yang sedang menaiki tangga sembari membersihkan roknya yang kotor
" bisa ilang ngak yah " gumam suci,ia tidak melihat ke arah didepanya karna tertutup rambutnya yang agak panjang sebahu tanpa sengaja suci menabrak Alex
" aduhhh"rintih suci
ketika Tasya yang mencoba kabur namun sigab Alex menarik tangan nya dengan erat sampai Tasya mengeluh kesakitan
__ADS_1
" ini yang Lo maksud ngak ngapa-ngapain " ketus Alex dengan kesal melihat anak baru di sekolah itu di jahati oleh kakel,suci yang tadinya masih fokus ke rok nya yang kotor tanpa memikirkan orang yang tadi ia tabrak
" ngapain kalian di sini? " tanya suci sembari menutupi androk abu abunya yang kotor
" habis di ancam apa sama dia?"
" gwe..gwe..ngak di ancam apa apa ko " jawab suci dengan terbata bata,melihatnya Tasya melototin suci agar ia berbohong
" ngak usah bohong terus kenapa rok Lo kotor kaya gitu " tanya Alex sembari menunjuk ke arah suci dengan dagunya
" oohhh..ini tadi terpeleset jadi kotor deh " jawab suci dengan senyuman palsu
Alex masih saja tidak mempercayai hingga ia membentak suci untuk menjelaskan tanpa harus berbohong
" ngak usahhh bohongggggg " suara Alex yang jarang di dengar itu buat isi ruangan di sana bergema,suci terkejut sampai menutupi telinganya
" jawabbbbb " sambung Alex
" okh okh gwe bakal jawab " kini Tasya yang mau menjelaskan,namun Alex mengancam Tasya untuk diam yang mau ia dengar hanya suci
" gwe di ancem untuk ngak deketin Lo lagi dan temen loo tapi udah jelasin kalau gwe ngak deketin Lo apa lagi temen temen loo,gwe sama Ardi itu temen sejak kecil yang udah gwe anggep ke sodara gwe sendiri tapi dia tetap ngak percaya " jawab suci dengan menahan air matanya
Alex terdiam tanpa berbicara apapun Tasya yang ia gandeng ia bawa pergi meninggalkan lokasi tersebut
" aduhh Alex sakit tangan gwe sakit " rintih Tasya
suci buru buru menarik tangan Alex
" Alex tolong jangan apa apain dia Kasiyan dia "
Alex menengok dan menyuruh suci untuk kembali ke kelas
" kembali kekelas sekarang " tatapn Alex sangat tajam suci hanya mengangguk dan kembali ke kelas
" Lo ikut gwe " ancam Alex ke Tasya
" Lex Lo mau bawa gwe ke mana? ",Tasya panik dan agak kacau perasaanya
Alex membawa Tasya ke ruang BK di ruang BK ada pak Lukman tanpa mengetuk pintu ia menyeret Tasya ke sofa
" pak tolong kasih hukuman atau pengertian agar ia jera tidak mengulangi kembali " jelas Alex dengan menunjuk ke Tasya,pak Lukman langsung berdiri dan menanyakan masalah yang terjadi
" ada apa ini Alex " tanya pak Lukman
" dia ini sudah berani mengancam adikelas dan membuli dengan seenaknya sendiri " jawab Alex dengan ekspresi marah,namun Tasya seperti masabodoh saja
" benar yang di katakan Alex,Tasya " ketus pak Lukman,Tasya menutupi kesalahannya dengan ekspresi memelas dan menyalahkan suci
" ngak bener pak,suci yang selalu buat masalah dengan saya " jawab Tasya
" suci..Tasya kamu ini sudah kelas 11 kamu harus bisa mengendalikan emosi kamu jangan seenaknya kamu " jelas pak Lukman dengan ekspresi kesal
" itu bohong pak,,apa perlu saya panggilkan korban nya pak? " Alex membuka suara
" tidak perlu biarkan dia belajar di sekolah ini,,ini jadi tanggung jawab bpak,kamu Alex kembali ke kelas kamu " jelas pak Lukman
Alex pun menurut dengan ucapan pak Lukman ia meninggal Tasya di ruang bk,di dalam hatinya mengerutu dan terus ingin mengagu suci yang sekarang menajdi rivalnya
__ADS_1
jangan lupa like vote end komen👍🤗