My Super Hiro Alex Untuk Uci

My Super Hiro Alex Untuk Uci
Luka..


__ADS_3

" woy,mau apain cewe itu " suara gretakan dari cowo tersebut.Orang yang memakai serba hitam dan memakai masker hitam pun terkejut dan melempar tubuh gadis tersebut ke kerasnya aspal hingga bagiyan tubuhnya terluka.


" ARRRRRRGGGGGG.. " lengkingan suara berasal dari gadis tersebut.


" Lo ngak di apa apain kan " suara panik dari seseorang yang tengah mengendarai motor kebanggaannya.


gadis itu hanya diam dan mendongak ke wajah tampan cowo tersebut lalu kembali melihat bagiyan tubuhnya terdapat bercak darah yang membuat ia lemas dan ngilu.


" udah gue bawa Lo ke rumah sakit " saut Alex sembari membopong tubuh gadis tersebut.ia seperti tidak menyaka jika orang yang ia selamat kan dari jahatnya orang yang berpakaian serba hitam itu adalah suci.


saat sudah sampai di RS ANGGREK ia buru buru memanggil suster,dan dengan sigapnya suster membawa pasiyen dengan luka yang tidak terlalu parah mengunakan kursi roda.


" ngeri..." gumam Alex


Ia merebahkan tubuhnya di kursi panjang tepat nya di depan ruangan tersebut.ia mngulir ke salah satu nomer yang ia tuju.


Alex F : Ar,Lo cepat datang ke RS ANGGREK ,ada yang harus Lo tau.


ardi yang sedari tadi bermain gitar di balkonn tempat yang menurutnya paling nyaman setelah kamarnya itu,pandanganya teralihkan ke salah satu notif yang bertuliskan nama Alex,ia pun membaca pesan tersebut.


" tau apah? emang siyapa yang di rumah sakit sih? " gumamnya heran.


^^^Ardi : mau ngapain ke RS malem malem gini ?^^^


ALEXF : CEPET,sebelum gue marah sama Lo


Ardi berdecak sebal,memang temanya ini terkadang suka membuat orang tergesa gesa,Ardi berjalan santai ke gantungan baju dan mengambil Hoodie bernuansa hitam dengan gambar jerapah di belakangnya,dengan celana di atas lutut tidak mengurangi kepopuleran nya di jalanan.


Ardi mengendarai motornya dengan santai hingga beberapa menit kemudian ia sampai di depan rumah sakit tersebut.Pandanganya melihat ke sekeliling mencari Alex ,namun pendengaran nya tidak teralihkan saat dua suster yang sedang berbisik bisik sembari cekikikan


" itu loh yang lagi rebahan di kursi orang nya ganteng banget terus tadi pas gue lewat dia senyum gitu.."


" seganteng apa sih orangnya,pastinya masih gantengan gue lah " gumam Ardi,saat ia melihat Alex yang tengah rebahan sembari memainkan henphonya. Ardi berjalan ke arah Alex.


" perlu tau apa bos? " tanya Ardi,sejak kapan dirinya memanggil Alex itu dengan sebutan bos.


" temcil Lo tadi ada yang begal,pas dari warung yang ujung itu " jelas Alex tanpa merubah posisinya


" hah temcil " saut Ardi heran


Alex pun melihat ke Ardi,lalu merubah posisinya menjadi duduk " teman kecil,Lo liat aja deh kedalem " lanjut Alex sembari menunjuk ke ruang tersebut.


Ardi mengikuti arah tunjuk dari Alex ia pun berdiri dan berjalan ke arah pintu tersebut,saat matanya melihat suci yang tengah bersandar ia pun segera masuk dengan wajah yang susah di artikan itu " Lo kenapa? " tanya Ardi tiba tiba yang membuat suster yang sedang merapikan peralatan dari dokter itu tersentak kaget.


" jangan brisik mas Kasiyan pasiyen " saut suster tersebut sembari berjalan ke luar.


" ganteng banget, " ucap suster yang lewat persis di hadapan Alex,Alex hanya melihat dengan. ekspresi datar nya,lalu ia pun ikut masuk ke dalam menyusul Ardi.

__ADS_1


ceklekkkkk!!


Alex membuka pintu dengan pelan,kedua remaja yang sudah berada di ruang yang bernuansa warna putih itu pun melihati nya.


" makasih yh udah mau bawa gue ke RS " saut suci


" hm " jawab cuek dari Alex


Suci pun memutar bolanya malas karna sudah banyak bicara ke Alex . andai tadi tidak ada Alex yang menolong ia pun tidak tau apa yang akan terjadi kepada dirinya saat itu juga,orang yang sama tapi tidak sebrutal tadi siyang saat pulang sekolah.


" kenapa bisa kaya gini ? " tanya Ardi


" gue ngak tau orang itu siyapa Ar,yang pastinya orang yang sama saat waktu itu " jelas suci sembari menunduk


" kenapa Lo ngak bilang kalau mau ke warung? " tanya Ardi penuh kekesalan karna ia merasa lengah saat suci butuh dirinya tidak ada.


" gue ngak mau Ar kalau Lo terus lindungi gue,Lo juga perlu lindungi orang yang Lo suka dan mentingin dia,ketimbang gue Ar " sambung suci


" ngak gitu ci ,gue tetep bisa jagain Lo,Lo juga ngak boleh mikir kaya gitu " jawab Ardi dengan frustasi. " Lo kan kalau mau kemana mana pasti bilang kan ke gue,untung aja ada Alex yang nyalmetin Lo kalau ngak gimana coba " lanjut Ardi


Alex yang namanya di panggil itu sekilas melirik ke dua orang yang tengah berbicara,ia yang duduk di sofa ruang tersebut kembali memainkan benda pipih.


^^^AlexF : perketat pengawasan kalian @putra@leong@johan@ardi^^^


ting


Ardi segera membuka handphone nya dengan sigap Ardi paham dari pesan tersebut.


Leong : perketat apah ini? ****** Lo @johan@putra@ Ardi*


pembicaraan itu kembali menjadi ramai karna aksi Leo,putra,dan Johan yang menambah suasana grup yang tadinya sepi.


*Johan : otak kau di perketat biar


putra : anak setan kalau ngomong suka ngak mudeng @Leo*


Ardi meminta untuk suci istirahat dulu sebentar,ia pun ikut duduk di sofa bareng Alex.Suci hanya merebahkan tubuhnya tanpa memejamkan mata ia kembali teringat saat ancaman dari Genk Alrendra yang jelas murni sekali bukan salah nya.kenapa nasibnya menjadi seperti ini jika orang tuanya tau pasti akan merasa khawatir terhadap dirinya.


Masih dengan percakapan di grup milik pribadi lima sekawan tersebut.alex dan Ardi yang sedari tadi fokus ke benda pipih masing masing tanpa berbicara apapun,kini suci tertidur karna fikiranya begitu lelah hingga ia tidak terasa kalau dirinya sudah berada di alam mimpi,memang kata dokter yang menjait luka suci berpesan agar menginap satu malam,tapi suci tidak mau karna pastinya orang tuanya menunggu di rumah.Dan pada saat itu juga Ardi datang dan meminta suci menurut apa kata dokter masalah orang tua mereka akan tau tapi esok.


^^^AlexF : kali ini serius ! gue minta kalian awasi dan jagain pergerakannya^^^


Johan : ! ko bos jadi perhatian gini? apa Frizer nya sudah mencair


^^^AlexF : Lo ngak perlu tau ! mau gue penggal kepala Lo @johan^^^


Johan : ngak bos ngeri kalau ngomong

__ADS_1


Leong : gue bakal usaha in bos apa yang Lo bicarain tadi.


putra : mulai dari kapan bos ?


Ardi : besok bila perlu.


" suci " panggil Ardi lirih saat melihat suci sudah tertidur pulas.Hela an nafas yang berat membuat Alex menjadi binggung kejadian di jalan saat pulang sekolah tadi siyang,dan pada malamnya ia kembali melihat betapa tega orang tersebut melukai orang yang tidak salah.


" sebenarnya ada apa sih? " tanya Alex tiba tiba " ko Lo ngak pernah cerita " lanjut Alex


Ardi mengusap wajahnya dengan kasar." sebenarnya orang yang Lo temui tadi itu adalah Razi anak buah Genk Alrendra,mereka ngak terima Alrendra ketuanya itu meninggal dengan tragis di kamarnya,dan waktu itu juga suci datang kerumah nya untuk menjenguk saat gue sampe dan mencari orang orang di dalam rumah ngak ada orang satupun saat gue masuk kedalam kamar justru kita berdua Alrendra sudah penuh tusukan,nah anak buahnya ini mengira Lex kalau Al itu berkorban untuk suci " jelas Ardi.


" Alrendra,gue ngak asing sama nama itu " saut Alex


" dia emang cukup populer di masyarakat karna dia ketua Genk tapi tidak pernah melakukan kejahatan yang meresahkan warga " jelas Ardi


Mereka berdua bersandar di sofa yang berada di ruangan bernuansa warna putih dan bau obat obatan menjadi ciri khas rumah sakit.sudah pukul 3 dini,Ardi dan Alex tidak merubah posisi tidurnya hingga Alex merasakan pegal di bagiyann lehernya karna terlalu lama bersandar.


" aduhhh " rintih Alex sembari mengusap usap lehernya,ia melihat ke arah suci yang tertidur lelap seperti mendapat obat tidur.


Alex berjalan menghampiri suci yang berada di atas brankar.Ia melihat dengan lama wajah suci, akhirnya ia menggambil kursi dan duduki sekarang posisinya berada di sebelah suci.


Alex mengelap peluh yang bercucuran di wajah suci dengan pelan nan lembut ia mulai mengelap elap. " cantik " gumam Alex yang tak tersadar dari ucapannya sendiri,lalu ia menggeleng gelengan kepalanya agar tidak mengagu orang yang tengah tertidur ini.


Hingga pada keesokan harinya,tepatnya pada pukul 05:00 suci menggercap cepkan matanya ia mengucek pelan matanya dan menguap,tanganya kirinya begitu berat saat ingin di angkat,saat ia melihat ke samping ada Alex yang menindih tanganya yang di jadikan bantal.Suci ingin membangunkan Alex yang tengah tertidur pulas tapi ia tidak tega dan tidak mau ia membangunkan kanebo ujarnya..


matanya melihat ke samping ia tidak melihat Ardi,kemana teman kecilnya itu hingga tega membiarkan ddirinya bersama kanebo yang jelas suka ribud.suci mencoba mengerjakan kakinya nampaknya masih sakit hingga ia meringis sakit


" argggg..aduh "


sontak Alex terbangun dari tidurnya ia pun segera mendongak ke arah suci.


" kenapa? perlu gue panggil dokter " tanya Alex dengan suara khas bangun tidur


" ngak perlu,suara Lo ke tikus got kejepit " jawab suci sembari merintih seperti tidak ada darah yang mengalir di tangan suci.


" apaansih Lo? tangan Lo kenapa? " tanya Alex dengan ekspresi datarnya.


Suci hanya melirik sekilas dan ia kembali memijat pelan tanganya itu.


" Ardi mana kenapa gue di tinggal sama kanebo kering kaya Lo "


" CK! apaansih Lo cewe aneh,Ardi tadi pagi ijin mau ambil baju Lo di rumah " sambung alex.tanpa menatap suci


" gara gara Lo tau tangan gue kebas semutan kaya gini ngak bisa ngerasain apa apa " rintih suci,sontak Alex diam dan mengingat kalau tadi malam dia sempat mengelus wajah suci dan memegang tanganya hingga ia jadikan bantal untuk bocan.


" sory gue ngak sengaja " jawab singkat dari Alex dengan gugup nya.

__ADS_1


***


makasih yang udah mau baca cerita akuhhh...


__ADS_2