My Super Hiro Alex Untuk Uci

My Super Hiro Alex Untuk Uci
Mengenang dirinya


__ADS_3

...Jangan lupa like end komen dan bintang 5 nya💋💙💙 makasih.....


Setelah jam pelajaran ke tiga selesai dan waktunya jam istirahat kedua,suci dan beberapa siswa yang lainya tidak meninggalkan begitu saja catatan yang sudah ditulis oleh Ani---selaku sekertaris kelas, Sedangkan Agnes dan mika sedang ke kantin untuk membeli siyomai dan beberapa jajanan yang lain untuk di bawa kekelas,suci sengaja tidak ikut karna perasanya sedang tidak baik baik saja apalagi dia teringat Ardi yang banyak bekas pukulan dari anak buah Alrendra yang jelas murni tidak ada sangkut pautnya.


suci merasa sumpeg berada di kelas dan kedua temany belum juga sampai kekelas ia pun keluar kelas dan memandang ke arah luar kelas yang begitu ramai,tak di sengaja di seberang sana ia melihat Alex dan ke tiga temanya yang sedang bercanda riyang ia tidak melihat Ardi entah kemana anak itu biasanya ia selalu bersama dengan sahabat nya itu.


Suci mengedarkan pandanganya ke Alex yang tengah marah karna ia di rusuih oleh Tasya dan Genk nya " kenapa wajahnya agak mirip dengan Alrendra " gumam suci cairan bening yang dari tadi ia tahan justru lolos begitu saja ia menutup wajahnya dengan tanganya agar ia tidak teringat lagi kekesalannya saat telat menolong Alrendra yang sakit dan tidak ada yang melihat saat Alrendra di bekap dan dibagiyaan tubuhnya banyak bekas tusukan seperti ada yang dendang dengan Alrendra entah masalah apah itu.


suara pekikan dari mika yang berada di lorong kelas itu membuat suci sedikit terkejut


" Suciiiiiii..." triak mika yang mendapat sentilan maut dari Agnes


" brisik tau ngak " ketus Agnes,mika mengusap usap keningnya dan berlari menjauh dari monster eh maksudnya Agnes


" suci ko diluar? emang udah selesai nyatetnya " saut mika sembari merangkul suci.


sebelum mika menghampiri nya suci sudah lebih dulu menghapus jejak air matanya dengan sebelah rambut nya yang terurai.


" belum mika,tadi gue ngerasa sumpeg soalnya ngak ada kalian berdua " jawab suci dengan pelan


" oohhh..sekarang gimana perasaan Lo udah enakan " saut Agnes yang berdiri di samping suci.


" sedikit " jawab singkat dari suci


" kalau gitu boleh dong Lo cerita ke kita " sambung Agnes


" boleh dengerin yah " sambung suci ia tidak mungkin menutupi masalah ini ia merasa Kasiyan juga dengan kedua temanya ini yang sedari tadi tidak ia gubris.


" Lo masih inget Alrendra? " tanya suci ke Agnes


Agnes kaget dengan apa yang suci bilang tadi


" inget kenapa? dia hidup lagi "


suci menggeleng pelan,sedangkan mika ia masih mengingat ingat bahwasanya nama Alrendra bagi dirinya tidak asing lagi.


" bentar deh Alrendra itu ketua Genk motor kan? yang katanya menjadi korban pembunuhan berencana tetapi sampai sekarang belum ketemu juga pelaku yang udah ngebunuh Alrendra " saut mika dengan wajah yang intes


" ko Lo tau? " tanya Agnes


" yah gue sempet denger nama itu dan bokap gue juga pernah cerita " jelas mika


suci dan Agnes hanya menautkan mata satu sama lain.


" ko bokap Lo bisa tau ceritanya " saut Agnes dengan serius.


" bokap gue tau dari temen bisnisnya kali " jawab mika sembari menarik turunkan bahunya.


" emang kenapa sih suc? ko Lo kaya sedih gitu " tanya mika.


" dulu gue sama Alrendra sahabatan Deket banget sama Ardi juga sebenarnya Alrendra suka gue dari smp tapi gue ngak suka dia, otomatis gue mutusin buat sahabat an aja,tapi waktu itu...


***Bugg


Bugg

__ADS_1


Bugg


" pengecut kaya Lo Al yang sok kuat sok menguasai Lo bisa kalah di tangan gue hahaha*** " maki cowo yang menggunakan Hoodie hitam dan memakai masker,begitu brutal ia memukuli Alrendra yang sudah terkapar di jalanan,seluruh badanya seperti remuk dan hancur sampai sampai ia kehilangan kesadarannya.


Suci yang mendapatkan kabar dari Razi salah satu anggota yang di ketuai Alrendra,bahwasanya Razi dan seluruh Genk intinya itu di kroyok abis abisan oleh musuh bebuyutan nya itu dan sekarang mereka sudah terkapar semua di salah satu rumah sakit untung saja mereka tidak mati hanya Alrendra yang harus mengalami patah tulang ekornya yang menyebabkan lumpuh,karna pukulan dan tendangan yang menyebabkan ia tidak bisa melawan.


" hei Al ini gue suci .." saut suci yang diperbolehkan masuk oleh dokter yang memeriksa Alrendra, Alrendra yang sedari tadi tertidur kini ia membuka matanya dengan pelan saat suara yang membuat ia semangat tiap harinya.


Alrendra hanya tersenyum saat suci sudah menggenggam tanganya itu.


" aku tau kamu masuk rumah sakit dari Razi Al,aku begitu priyatin liat kondisi kamu saat ini " sambung suci sembari menangis pilu di hadapan Alrendra.Ia terus mengusap usap tangan kekar milik Alrendra yang begitu lemas.


" oyah..aku ngak papa ko Uci " jawab Al dengan senyum yang begitu tulus. " tapi sekarang dan seterusnya aku ngak bisa ajak kamu ke rumah pohon atau pun sekedar jalan jalan " kini wajahnya murung seperti tidak ikhlas jika ia tidak bisa melawan saat dikroyok oleh musuh bebuyutan nya itu air matanya serasa ingin keluar namun ia tetap mencoba mengatur agar cairan bening itu tidak memancarkan kesedihannya.


" ngak papa Al kamu masih bisa selamat aja aku udah bersyukur,aku masih bisa liat kamu Al ,aku pasti jagain kamu sampai kapan pun itu,biar aku yang membalas semua kesenangan yang bernah kamu beri buat aku " jelas suci sembari mengelus elus kepala Alrendra yang melihat ke langit langit kamar bernuansa putih itu.


" kamu kesini sama siyapa ? " tanya Al sembari menepis air mata yang lolos begitu saja.


" sama Ardi ,dia lagi nemuin temen temen kamu di ruang seblah nanti dia kesini ko " jawab suci


Betul saja setelah Ardi selesai menemui angota Alrendra itu kini ia menemui Alrendra yang tengah terkapar di brankar,ia membuka pintu dengan pelan wajahnya begitu sedih dan merasakan sesak didadanya ketika mendengar kalau Al tidak bisa berjalan lagi Alia lumpuh.


" Ardi " panggil Alrendra pelan


" hai bro " jawab Ardi sembari senyum ketir


" semangat yah Lo ngak sendirian masih ada gue sama suci yang siyap nemenin hari hari Lo "


sambung Ardi.


" ini gue Al jangan sedih lagi yah ada gue " saut suci sembari mengelus elus puncak kepala Alrendra.


" gue taun ini bisa lulus bareng Lo ngak yah terus lanjutin sekolah bareng Lo Sama Ardi juga di sekolahan yang sama." tanya Al dengan murung


" bisa ko buktinya walau keadaan Lo seperti ini Lo masih bisa ngerjain UN masalah nilai itu belakangan Lo pasti lulus " jawab suci sembari memberikan semangat ke Al yang terkapar di tempat tidur nya


" gue ajak Lo jalan jalan ke luar rumah mau? " ajak suci sembari mengulurkan tangannya,Al pun menerima dengan senang hati matanya begitu memncarkan ketulusan.Bagi suci tidak ada lagi laki laki yang sebaik Alrendra walaupun dia anak Genk motor tapi dia tetap membela kebenaran,dan begitu baik terhadap dirinya.


ketika mereka asyik mengobrol tiba tiba dari arah luar gerbang ada seseorang yang memakai serba hitam melemparkan kotak yang tertuliskan


(untuk Alrendra dewa ) suci memberikan kotak tersebut ke Al,ia merasa tiba tiba perasaan nya tidak enak lantaran kotak tersebut terasa ringan,dengan suci yang mendampinginya Al pun membuka kotak tersebut sontak kedua duanya kaget saat melihat sebilah kertas dan pisau kecil yang di penuhi darah,Al merasa geram nan begitu marah lantaran isi kotak tersebut,lalu suci menggambil kertas tersebut dan membaca cukup keras agar Al juga mendengar


..." ***saya biyarkan kamu bersenang senang bersama gadis itu sampai kamu puas ,dan jangan kamu lupakan ucapkan selamat tinggal ke gadis itu dengan senyuman khas yang membuat gadis itu senang,karna sebentar lagi entah esok atau esoknya lagi kamu sudah tidak bisa melihat dunia dan gadis yang kamu sukai itu...


...camkan itu Alrendra dewa*** "...


Al pun merebud kertas tersebut dari tangan suci ia meremas kertas tersebut hingga menjadi bulatan dan melempar kan kertas itu ke tong sampah,ia memandang ke suci yang sudah merasa gemetar dan air matanya yang mengalir


" kamu jangan takut ini hanya tipuan saja sekarang kita masuk " saut Al dengan wajah yang datar nan memerah seperti menahan emosi


suci pun segera membawa Al masuk kedalam rumah ia menutup pintu dan mengunci agar tidak ada orang yang berani mengirimkan hadiah seperti itu.


" aku takut kamu dan orang yang mengirim itu " rintih suci yang tengah duduk di kursi dan sesekali ia memeluk Al


Al hanya diam saja ia pun sudah mencari tau siyapa yang melemparkan hadiah yang bertulis kan kematian itu hingga beberapa tetangga Al pun ikut mencari tau namun hasilnya nihil tidak di temukan sosok yang melemparkan hadiah itu.

__ADS_1


Hingga hari esok suci benar benar di buat tidak enak perasaanya ia mencoba menepis pikiran negatif dan kembli fokus untuk mengerjakan un yang beberapa hari lagi akan selesai.Setelah sepulang sekolah ia bersama Ardi berkunjung ke rumah Al dirumah begitu banyak anak buah Al yang ikut menjaga ketuanya itu,suci merasakan lega bahwa temanya itu masih dalam keadaan aman.


namun naas setelah ujian sekolah selesai dan dihari pengumuman kelulusan suci malah dibuat repot oleh guru yang meminta suci untuk membantu menuliskan nama nama siswa siswi yang akan di umumkan ketika hari perpisahan itu tiba, begitu juga dengan Ardi yang ingin berkunjung ke rumah Al justru dihadang oleh gerombolan Genk motor yang berpakaian serba hitam mereka tidak melakukan pengeroyokan namun hanya mengalihkan perhatian mereka agar tidak sampai ke rumah Al.


di rumah Al pada saat itu orang tuanya di sekap hingga pingsan begitu juga dengan art dan sekuriti yang mendapat biyusan untuk tidak tersadar,Al yang berada di kamar ia merasakan sangat nyenyak tertidur tidak seperti biasanya ia bisa tidur,saat pintu kamarnya terbuka dengan dobrakan Al begitu kaget dan mencoba melawan seseorang yang di tutupi dengan masker dan berpakaian serba hitam itu namun naas nya Al tidak bisa melawan seperti dulu waktu dia masih bisa berjalan hingga beberapa luka tusukan mengeringai di bagian perut dan punggungnya.pada saat itu juga anggota yang di ketuai oleh Alrendra tidak bisa menghubungi ketuanya itu lantaran mereka di teror satu persatu dari berbagai sekolah masing masing.


saat suci selesai membantu mengerjakan perintah dari gurunya itu ia bergegas pulang menuju rumah Alrendra saat sampai ia merasa kan hawa dingin yang begitu menyelimuti tubuhnya,gerbang rumah sudah terbuka tanpa ada yang menjaga saat ia masuk ke dalam rumah ia di kagetkan dengan rumah yang begitu berantakan ia memanggil manggil nama Alrendra namun tidak ada jawaban,lalu ia kedapur mengecek apakah ada orang justru ia tidak menemukan siyapa siyap didalam rumah itu.Ia pun bergegas keluar rumah dan menelfon Ardi yang sedari tadi masih dicegat saat Ardi mengangkat panggilan dari suci saat itu juga gerombolan Genk tersebut begitu tidak jelas gerombolan tersebut.


Saat suci yang sudah berbicara banyak ia pun menunggu Ardi untuk datang,setelah Ardi datang mereka berpencar ke dalam rumah namun naas kedua nya tidak menemukan siyap siyapa di rumah besar tersebut suci dan Ardi memutuskan untuk mengecek ke kamar Al yang sedari sudah sedikit terbuka..mereka di buat kaget saat melihat Alrendra yang sudah terkapar di lantai dengan banyak bercak darah yang mengalir dan di kasur yang tempat untuk tidur oleh Al pun begitu banyak jejak darah mereka pun segera menelfon polisi dan ambulan untuk lebih jelasnya tentang kematian yang sudah di rencanakan beberapa hari yang lalu.Suci begitu sedih dan terpukul saat mayat Alrendra dibawa ke ambulan untuk di otopsi ia menangis kejar di pelukan Ardi,Ardi berusaha kuat agar ia bisa menyalurkan tenaganya ke suci walaupun Ardi tidak terlalu dekat dengan Alrendra tapi dia bisa merasakan cowo itu punya hati yang baik.


***


Agnes dan mika yang sedari tadi mendengarkan cerita pilu dari suci ia pun tak segan merasakan sedih mereka mencoba menenangkan suci dengan pelukan yang meng isyarat kan kekuatan dan kesabaran mungkin saat ini Al butuh Do'a dari suci agar ia tidak melupakan sahabat nya itu.


" Lo yang sabar suc pasti Lo bisa ikhlasin Al untuk pergi selamanya " saut mika sembari memeluk suci dengan erat


suci mengaguk lesu ia merasakan bahwasanya ia harus menerima keadaan apapun itu jika anak buah Al yang masih tidak menerima kenyataan tapi dia akan menghadapi apapun yang akan terjadi nanti.


" udah yah suci jangan sedih lagi ada kita berdua ko yang siyap dengerin cerita to dan pastinya kita juga akan selalu bersama " saut mika yang menepiskan air mata yang membasahi pipi suci.


tak selang lama Genk Tasya tiba tiba berada di belakang mereka,ia tertawa riang saat rival adikelsnya itu tengah bersedih.


" eh suci " panggil Tasya


suci yang merasa namanya di panggil ia menengok ke sumber suara raut wajahnya berubah menjadi malas ketika ada Genk Tasya


" gue udah peringati Lo " tunjuk Tasya ke suci dan melangkah ke hadapannya


" peringati apah ngak usah yah Deket deketin suci " saut Agnes yang menyingkirkan suci ke belakang nya


" euhhhh takutttt " saut sirkel perusuh itu


" gue nga ada urusan yah sama Lo,gue cuma mau ngomong sama cewe kegatelan ini " lirik Tasya ke suci


" mau ngomong apa emang? " saut suci yang menggeser Agnes beberapa langkah


" nih liat " Tasya melihatkan bedan pipih yang terdapat foto suci dan Alex yang tengah berdekatan di sebuah halte " Lo tau kan maksud gue " di akhir kalimat nya Tasya memberontak


" Lo dapet foto itu dari mana " tanya suci


" ngak perlu tau cewe gatel gue minta Lo jauhi Alex,kalau ngak Lo bakal tau akibatnya " jelas Tasya sembari mengelus elus bahu suci


" eh asal Lo tau suci ngak sengaja ketemu Alex paham " saut Agnes


" gue ngak perduli intinya Lo awas aja nanti kalau masih Deket Deket sama Alex dia itu pacar gue ngerti ngak " triak Tasya di akhir kalimat nya lalu ia pergi begitu saja,suci bukan takut untuk melawan melainkan ia sedang tidak mood untuk meladeni justru ia sedang bercampur aduk perasanya.


Di sebrang kelas tepatnya kelas 11 Alex tak hentinya melihat kelakuan Tasya yang begitu brutal dan mengklaim dirinya hanya untuk milik Tasya sedangkan sejak ia SMP sampai SMA Alex tidak pernah punya perasaan apapun kecuali saat salah satu temanya itu menceritakan sosok seorang cewe dan menunjukan foto baru saat itu ia merasakan keanehan,sebelumnya Alex menjadi cowo yang dingin dan tidak banyak bicara ia juga pernah dekat dengan salah satu cewe saat ia masih duduk di bangku smp kelas 8.


saat melihat suci dan kedua temanya itu masuk kedalam kelas ia pun ikut pergi dan mencari Ardi yang sedari tadi berada di taman belakang sekolah.


gimana geys sama cerita ini apa pendapat kalian ??tulis di kolom komentar yah


jangan lupa like end vote dan juga komennn..


by by..

__ADS_1


__ADS_2