
Di saat mereka sedang berjalan menuju ke rumah Ardi suci menanyakan perihal kue yang ia bawa tadi.
" Ar " panggil suci ke Ardi
" kenapa? " tengok Ardi ke suci,mereka berjalan dengan santai sedangkan Nisa ia berjalan cukup cepat Hinga sampai duluan dan mereka berdua tertinggal.
" temen mama Lo ada yang ulang tahun kah " saut suci
" em Ngatau suc " jawab Ardi " emang kenapa suc? " tanya Ardi dengan heran
" engak ini loh mama tadi bilang katanya kue itu buat temen mama yang ulang tahun terus aku,Ade sama papah di undang juga, terus mama bilang kalau anaknya itu temen kamu,emang siyapa " jelas suci
" ngak tau sih suc kayaknya nga ada deh yang undang aku ke acara ulang tahun,kalau anaknya temen aku temen yang mana?" Ardi mencoba menjelaskan sengertinya saja sambil ia memikirkan siyapa tau dia lupa
" kira kira siyapa yah Ar " heran suci
" lagian Lo kan nanti ketemu, siyapa tau itu temen di sekolah jadi ngak usah Lo pusingin lagi suc " jawab Ardi dengan santai dengan tangan ia masukan ke saku kirinya.
" iya sih,Oya Ar gwe ko rasa seneng gini yah " sambung suci sambil merangkul Ardi dengan senyuman manisnya karna tinggi suci hanya sampai Bawah telinga Ardi jadi ia harus sedikit mendengak
" seneng kenapa? " jawab Ardi dengan senyuman
" gwe rasa seneng liat orang tua Lo di rumah jadi Lo ngak kesepian lagi " jelas suci sambil e bersandar di bahu Ardi sambil menepuk-nepuk pundak ardi
" ooh ya jelas,lagian siyapa coba yang kesepian " saut Ardi
" serius Lo Ar ngak pernah kesepian " cuek suci
" serius lah,gwe kan selalu di kelilingi dengan orang orang baik kaya Lo sama temen temen gwe " puji Ardi
" ooh gitu " jawab suci sambil membuka pintu gerbang rumah Ardi kebetulan rumah suci dan Ardi hanya melewati 6 rumah mewah milik tetangga.
__ADS_1
" silakan " suci meragakan seperti karyawan hotel yang membukakan pintu ketika ada tamu
" terimakasih" jawab Ardi sambil mengacak acak rambut suci dengan cepat nya Ardi berlari ke dalam rumah.
" iihh ardiii " ketus suci dengan ekspresi kesal " baru gwe seneng malah di bikin bt lagih " sambung suci ,"( gwe heran sama Ardi cowo cool gitu ko giliran sama gwe kaya bocil sih)" gumam suci,sambil berjalan menuju pintu masuk rumah dan benar saja ia di sambut oleh orang tua Ardi sedangkan adiknya Nisa dia sudah stay duduk di depan meja makan.
" nak suci apa kabar " sapa mama Ardi sambil cipika cipiki ke suci
" baik ko Tante,tante gimana kabarnya " tanya balik suci dengan senyuman manis nya
" Tante juga baik sayang,ih kamu ini dari kecil sampe remaja gini senyuman kamu itu bikin orang orang candu tau " jawab ceria dari mama Ardi,sambil memuji suci
" Tante bisa aja " jawab suci dengan pipi agak merah ke ping an
"ya sudah ayok kita makan siyang bareng sama papa sama Tante juga,Tante masak banyak loh hari ini " ajak mama Ardi ke suci sambil mengandeng tangan suci ,setelah sampai di meja makan Ardi yang duduk di samping papahnya ia meledek suci dengan menjulurkan lidahnya π,suci pun membalas dengan memukul Ardi.Namun mama nya Ardi melihat dan melerai mereka berdua untuk tidak saling mengejek
" hey sudah sudah kalian udah pada gede ko masih kaya anak kecil " saut mamah Ardi dengan nada yang pelan
" dengerin tuh " saut Ardi sambil membalikan piring dan di atasnya ia letakk nasi dan lauk yang ada di meja
" nak suci sudah ambil makanannya belom " tanya mama lia yang duduk di sebelah Nisa
" belum Tante " jawab suci sambil menengok
" sini Tante ambilin mana piringnya sayang " sambung mama lia
" ngak usah Tante suci bisa ambil sendiri ko " jawab ramah dari suci.
" ya sudah " saut mama Ardi sambil menyendok nasi untuk suaminya" Nisa kamu mau ayam goreng " tawar mama Ardi ke Nisa yang kebetulan sudah mengambil nasi dan sayuran.
" boleh Tante " jawab senang dari Nisa
__ADS_1
" adek " bisik suci ke Nisa
" nih Nisa,ngak papa ko suci kan sudah lama Tante dan om ngak makan bareng sama kalian " saut mama Ardi
" betul tuh " saut papa Ardi,Nisa dan suci hanya senyum melihat kedua orang tua Ardi yang baik terhadap mereka berdua.Setekah semua mengambil makanan dan tidak lupa untuk berdo'a lebih dahulu hingga mereka makan pun selesai walaupun saat itu mereka makan bersama tanpa ada obrolan apa pun hingga beberapa menit setelah makan makan selesai piring dan barang yang di atas meja kotor pun di bawa ke ke dapur untuk di cuci dan di rapikan di rak piring.setelah selesai beberes pun Ardi memilih duduk di taman depan rumah nya dan di susul oleh suci yang sebelumnya sedang mengobrol dengan kedua orang tua Ardi bersama dengan Nisa
" Wuh kenyang gwe padahal gwe ngak nambah " suci mengawali obrolan dengan Ardi yang sedang duduk sambil bermain HP
" sini Lo duduk suc " saut Ardi, akhirnya suci pun duduk bersama dengan Ardi sambil membawa segelas es jeruk yang ia sebelumnya ambil di meja makan.
" Lo lagi liatin apa sih ko serius banget " tanya suci sambil mengintip ke layar hp Ardi
" Kepo Lo suc " ejek Ardi
" Yeh emang ngak boleh " ketus suci
" jangan ini privasi " jawab Ardi
" wah Lo udah punya pacar, siyapa pacar lo ko ngak cerita sama gwe,terus Lo udah ngak suka sama Agnes lagi yah " banyak pertanyaan yang di ucapkan dari mulut suci sampai sampai Ardi geram dan menjewer telinga suci
" aduh ko gwe di jewer sih " rintih suci
" banyak banget pertanyaan nya " jelas Ardi
" hahaha iya juga sih,udah Lo jawab dulu lah " sambung suci
" privasi kan bukan tentang pacar aja bisa jadi kan tentang rahasia teman gitu,terus buat pertanyaan Lo yang terakhir gwe masih suka sama Agnes cuma gwe belum bisa pdkt in dia " jelas Ardi
" ooh gitu gwe kira Lo pacaran " saut suci
" Lo tau sendiri kan.."
__ADS_1
" suuttt gwe dah tau " potong ucapan Ardi oleh suci.
jangan lupa like vote end komen yah geys βΊοΈπ