
Tak selang beberapa menit setelah Agnes dan mika pergi,lalu mika membereskan makanan yang ada di meja lalu ia bawa ke dapur dan mencuci gelas di wastafel,,setelah selesai suci pergi ke kamarnya dan merebakan badanya di kasur sambil bermain benda pipih di lihatnya pesan pesan yang ia belum baca dari teman grup,,tak selang 5 menit suara ketukan pintu dari bawah terdengar cukup kencang sampai ke kamar suci
((tok .tok..tok..suci suci..suci))suara panggilan dari Ardi
" kaa ada yang manggil tuh di luar" saut Nisa di depan pintu kamar suci
" siyapa nis?" saut suci sambil melepas henset di telinganya,,suci banggun dan pergi menuruni tangga dan menuju ruang tamu
" iya bentar" saut suci dari arah dalam,,setelah di buka pintu tersebut ternyata yang datang adalah Ardi dengan pakaian yang amat rapi
" lama banget sih bukain pintunya " ketus ardi dengan muka BT
" gwe di kamar jadi susah turun dulh hehe, ngapain Lo kesini biasanya langsung masuk aja tumben sopan " jawab suci sambil melipat tangannya didada
" gwe mau ketemu Agnes?" saut Ardi sambil celingak celinguk ke arah sofa" udah pulang yah",Ardi di mode murung nya
" iya dari tadi Ar" jawab suci yang pergi ke arah depan dan merebakan bokongnya di teras
" ko Lo ngak ngomong sih"saut Ardi
" Gwe ngak tau kalau Lo mau ke sini "saut suci sambil setengah menengok ke arah Ardi,lalu Ardi juga ikut duduk bersama suci
" tadi mau sepreis tapi ya udahlah" jawab Ardi dengan murung
" ya udah lah besok di sekolah juga ketemu lagi kan " sambung suci sambil menepuk pundak Ardi
" iya sih dah lahh,,suc temenin gwe yok",Ardi berdiri dan menarik tangan suci
" udah ayok lah " sambung Ardi
" emang mo kemana sih?" ketus suci,namun Ardi tetap tidak mau mengasih tau lalu suci mengiyakan ajakan dari Ardi
" bentar dulu gwe mau ganti celana dulu" saut suci
" ngak sekalian bajunya" jawab Ardi
" ngak usah lagian ini itu baru di pake" setelah suci keluar dari dalam rumah Ardi rupanya sudah menunggu di depan gerbang,,dengan memakai kulot baju overzize dan rambut yang di Cepit suci tetap cantik.
" nambah manis aja suc " puji Ardi dengan senyum,namun suci membalas dengan tepukan yang keras ke pundak Ardi sampai sampai Ardi merasa sangat sakit " plaaakkkk "
" aduhh suci sakit tau tangan Lo terbuat dari apa sih ngunyer banget sakitnya "grutu Ardi ke suci
" ya salah Lo ejek gwe " saut suci sambil cengar cengir " udah yok jalan katanya mau di temen in hehee" sambung suci dengan ketawa
" gwe muji suci bukan ejek " ketus Ardi dengan mengelus Elus rasa sakitnya
" ya udah maaf yah Ar gwe ngak tau " memelas suci ke Ardi.
setelah itu suci menutup pintu gerbang lalu ia menaiki motor Ardi dan pergi ke suatu tempat seperti warung warung yang ada di pinggir jalan,mereka berhenti di pinggir jalan dekat gerobak yang bertulis menu martabak
" yehh Ar Lo mau neraktir gwe kan asikkk" girang dari suci sambil menepuk nepuk bahu Ardi
" apaan sih suc seneng banget ngak biasanya,yah gwe emang pengen ngasih kejutan aja sama loo" saut Ardi sambil berjalan ke arah tempat duduk,lalu di belakangnya di ikuti suci,,tak di sangka Ardi duduk bersebelahan dengan ke 4 temanya mereka saling sapa dan bersalaman ala ala cowo
" hai brow " sapa Ardi ke teman temanya
" wiihhh rapi banget brow " saut Johan lalu Johan melihat ke arah suci yang di belakang Ardi namun seperti canggung tidak seceria tadi
" oo Lo ikut juga suc " saut putra,,Alex yang tadinya sedang bersalam merasa terkejut ia langsung menatap ke suci
" iya kasian dari tadi murung ajah di rumah makanya gwe ajak ke sini " kini Ardi yang menjawab
" iih apansih kan Lo yang..." ketus suci namun ia mendapat pelototan dari Ardi
" suc Lo duduk di sebelah Alex yah " saut Ardi
" apahhh" jawab bebarengan dari Alex dan suci
" ce ilah bisa bareng gitu yah hahaha" goda putra
suci langsung menatap Ardi dengan tajam lalu Alex yang mengerti tatapan dari suci ke Ardi ia langsung mendorong kursi yang ada di sebelahnya dengan kaki agar suci duduk bersebelahan dengan Ardi
__ADS_1
(Druuuuuudddd)) suara dari kursi yang terdorong dengan kasar
" dia ngak mau ya udah sih " saut Alex ke teman temanya lalu ia mengambil benda pipih dari celananya dan menyenderkan badanya ke kursi
" yahh tumben lu ngomong hhaa" goda Johan dengan menyenggol tangan putra namun temany temanya tidak merespon malah menatap ke arah Johan dengan sinis,sontak Johan ikut diam
" ya udah sini suc duduk sebelah gwe aja " saut Leo mencairkan suasana yang mendadak sepi
namun Alex menarik kursinya ke dekat dirinya
((Druuuudddd)) suara tarikan kursi,suci menatap Alex dengan kesal
" dah udah Kasiyan dia cewe,suc duduk di sebelah gwe aja" saut Ardi " dah Lo jangan sok modus dia biar dia duduk di sebelah gwe aja " sambung Ardi dengan menepuk tangan Leo,,Ardi menarik kursi yang di sebelah Alex ke arah dirinya
" dah sini suc duduk,Lo minta martabak manis atau martabak telor buat di bawa pulang " sambung Ardi ke suci ia paham dengan ekspresi suci ke dia tapi suci hanya menjawab dengan kata yang singkat " terserah "
setelah beberapa menit suasana menjadi seperti biasanya lagi dengan lawakan ala ala cowo yang di buat oleh Leo putra dan Johan,,
suci hanya meninbali omongan ketika ia di tanya,ia juga merasa canggung karna di sebelahnya para 5cogan idola sekolah, ketika ia melihat jam di hp nya menunjukan pukul 10 malam
"Ar udah malem nih mamah pasti nyariin " saut suci ke Ardi,sontak ke lima cowo tersebut menatapnya dengan heran
" suc ini tuh masih sore" jawab putra yang mendapat pelototan dari Leo
" oyahh yaudah mau balik " jawab Ardi dengan sabar karna ia tau kalau suci masih bt dan hanya diam saja,,Ardi berpamitan dengan teman temanya untuk mengantar suci pulang ,,"gwe pulang duluan yah brow " saut Ardi sambil bersalaman dengan teman temanya,lalu Ardi menyalakan mesin motornya dan pergi dari tempat tersebut bersama suci
" suc mampir ke minimarket dulu yah ada yang mau gwe beli buat besok " Ardi setengah menengok ke belakang
" mo beli apa sih udah malem ini " jawab suci dengan sedikit majukan dekat dengan telinga Ardi suara kendaraan yang bising membuat mereka berbicara agak keras
" udah Lo ikut aja,,Oya Lo tadi liat tingkah nya Alex " saut Ardi ke suci
" iya gwe liat dia kenapa sih Ar Aneh " saut suci dengan heran ,,Ardi hanya menjawab dengan mengangkat bahunya dengan senyum tipis
setelah sampai di mini market Ardi memarkirkan motornya dan masuk ke dalam mini market kasir yang siif malam menyapa dengan ramah
suci hanya sibuk dengan hp nya sampai sampai ia tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di hadapannya
" Davin " saut suci
" suci ngapain di sini sendirian " sambung Davin
" ya emang kenapa kalau di sini? gwe ngak sendirian gwe sama Ardi " jawab suci dengan mencari cari Ardi
" ooh gwe kira Lo sendiri,Oya mana Ardi " sambung Davin
" tadi siih di hadapan gwe tapi ngak tau dimana " Suci binggung dengan Ardi yang pergi entah ke arah mana yang ada di hadapannya rak rak berbagai produk makanan dan jajanan
" iya udah duduk di sana yuk " ajak Davin ke arah luar minimarket " soal Ardi gampang lah nanti dia pasti keluar kan yaudah yok "
" tapi....." heran suci ke Davin
" dah yok cuma di luar atau Lo mau beli sesuatu"
" ngak ko ",,lalu mereka berdua duduk di depan mini market dengan santai mengobrol dengan asik apa lagi suci ia agak polos tapi ia juga seorang yang asik untuk di ajak bicara apalagi bercerita pasti ia dengar dengan baik dan memberikan pendapat yang baik
" Ngak kerasa yah kita kenal udah lama " saut Davin mengawali obrolan nya
" iya dari SMP sampe sekarang " jawab suci
" Lo masih inget ngak sih pas kita nyalon jadi osis??" sambung Davin ke suci,lalu suci hanya menjawab dengan anggukan sambil ia meminum minuman botol
" gwe bersyukur banget deh bisa dapet wakilketos kaya loo,ya nyari orang kaya Lo susah banget butuh teliti hahaha "sambung Davin sambil ketawa dan suci juga ikut tertawa ia teringat saat dia dicari oleh guru dan Davin saat ia menolak untuk menjadi wakil ketos.
Setelah beberapa menit Ardi keluar dari minimarket dan berdiri seperti orang kebingungan tangan kirinya memegang sekantong plastik yang bermerek toko tersebut,tanpa di sengaja matanya melihat ke samping ia melihat suci sedang duduk dan mengobrol asik dengan cowo
" suci..Lo bikin panik aja gwe kira Lo ilang taunya duduk di sini " saut Ardi dengan muka penuh khawatiran
" tadi gwe ngak sengaja ketemu Davin " jawab suci
" Davin?" sambung Ardi dengan heran lalu ia sempatkan melirik ke Davin yang sedang senyum sembari melihat ke Ardi
__ADS_1
" dih geli banget gwe " jawab Ardi sambil menarik tempat duduk yang kosong
" manis kn senyum gwe " saut Davin dengan PD nya
" kepedean " ketus Ardi
" gwe emang manis tapi ada yang lebih manis lebih dari gwe " sambung Davin dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" siyapa? " saut Ardi dengan menatap heran " gula kan pastinya " sambung Ardi dengan menebak
" salah brow bukan gula tapi ini wujud manusia yang ada di hadapan gwe dia manis mungil dan cantik " jawab Davin dengan menatap suci yang ia maksud,,Ardi mengikuti pandangan dari mata Davin
" idih..udah PD an sok gombalin suci lagih " ketus Ardi,,suci hanya ketawa melihat tinggkah lalu Ardi dan Davin dari bicaranya mereka seperti ibu ibu menawar sayur.
" udah yok pulang gwe udah beli yang gwe perlu nih " saut Ardi ke suci " jangan lama lama di sini bisa bisa Lo suc udah meleleh sama ni bocah " sambung Ardi dengan menarik tangan suci
" sembarangan loo Ardi gwe bukan tukang gombal " Davin menjawab dengan santai
" udah sihh jangan ribud terus gwe udah ngak bisa ketawa lagi " suci masih menertawakan kelucuan yang ada di hadapannya " lagian Ar gwe kan bukan es krim mana mungkin meleleh karna gombalan dari Davin" sambung suci sambil berdiri dan berjalan mengikuti Ardi
" tuh dengerin " ketus Davin,,
setelah menuju arah pulang Ardi mengantarkan kantung belanjaan ke dalam rumah dan meletakan ke dapur di situ ada bibi yang sedang mencuci piring
" nih bi belanjaanya " saut Ardi,,suci yang ikut masuk ke dalam rumah ia hanya duduk di ruang tv dan berselancar di hp nya
" baik den nanti bibi masakin buat Aden " jawab bibi yang setengah menengok kebelakang
" okeh siip bii,,Oya bi kasih cemilan aja sama suci dia ada di ruang tv Ardi mau masuk dulu ke kamar " Ardi melangkah ke kamarnya
" siyap den " jawab bibi ia meletakan pekerjaan nya dulu dan pergi mengambil snek di dalam lemari dan membawakannya ke suci
" nih non cemilanya sama minumanya non pasti suka di makan yah non " ramah dari bibi yang di sambut hangat oleh suci
" makasih bi ngak perlu repot repot BII suci juga bawa martabak " jawab suci dengan menerima nampan yang bibi bawakan
" ngak papa non ngak repotin ko,bibi tinggal ke dalam lagi yah " suara lirih dari bibi yang sambil berjalan ke arah dapur
"baik BII"
Ardi yang sudah Menganti baju dengan pakaian rumah ia lalu ikut duduk bersama suci dan menyalakan tv,sedangkan suci masih sibuk berselancar di hp nya
" sibuk amat sih suc " saut Ardi sambil merebakan bokonya di sofa
" ngak ko Ar " jawab singkat dari suci
" em udah dapet nomer HP nya Davin yah makanya sibuk banget" saut Ardi dengan ekspresi kepo ke dalam hp yang suci pegang
" emngak ko Ar " saut suci sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya
" yeh kalau Lo Deket juga ngak PP gwe ngak larang ko " jawab Ardi dengan tersenyum,sontak suci menghela nafas dalam dalam dan membuangnya dengan kasar
" Ar Lo liat ngak sih sifatnya Alex sama Davi " pertanyaan dari suci membuat ia sedikit tidak tenang
" iya gwe liat suc,malah gwe perhatiin " jawab cuek dari Ardi pandangan nya menatap ke arah tv
" kenapa yah Ar apa gwe punya salah yang sama mereka " tanggapan dari suci yang terlihat murung dan memikirkan apa kesalahannya membuat Ardi sedikit tersenyum dan mencoba menetralkan pemikiran sahabat nya itu dengan cara mengelus Elus kepalanya dengan pelan dari dulu suci suka memikirkan hal yang membuat dia menarik diri untuk tidak berpacaran namun lebih ke sekedar teman,di saat itu Ardi yang sudah kenal suci sejak kecil ia selalu memberikan perhatian nya dengan senyuman dan mengelus Elus kepalanya dengan perasaan.
" suci suci dari Lo kecil sampe sekarang ngak pernah berubah yah,gimana coba kalau ngak ada Ardi yang selalu ngelus Elus kepala Lo ini pasti Lo udah pusing mikirin hal yang ringan,,gimana juga kalau Ardi udah punya pacar mungkin Lo depresi kali yah " ledek Ardi yang mendapat pukulan tangan dari suci
" enak aja kalau ngomong gwe bisa kali nyelesailan masalah gwe sendiri tanpa bantuan Lo,lagian Lo mau pacaran juga gwe izinin gwe bolehin tapi inget suci ngak bakal dengerin curhatan dari sosok Ardi wleee " jawab suci dengan ledekan
" iya deh terserah aja " cuek Ardi
" gwe mau pulang Ar cape pengen istirahat" saut suci sembari melihat ke arah jam di hp nya
" Oya udah makasih yah Lo dah sepet main ke sini lagi " saut Ardi
" gwe tiap hari kesini Ar ngapain makasih,lagian disini enak bisa makan cemilan sebanyak mungkin tnpa ada yang larang " sambung suci sambil berdiri dan berjalan ke luar rumah Ardi mengantarkan sampai gerbang pintu rumahnya
" dah Ar besok jemput gwe jangan sampai telat " sembari berjalan sambil mengoceh sendirian " okeh gampang itu " jawab Ardi yang melihati suci berjalan dan memastikan sampai rumah dengan aman.
__ADS_1
like vote end komen yah 🙃🙃