
setelah sampai didepan rumah suci yang terlihat begitu banyak tumbuhan,Alex pun berinisiatif untuk langsung pulang tapi Ardi sudah menunggu didepan pagar rumah suci sembari tukar pesan ke Agnes yah walau dia tau Agnes begitu cuek terhadap nya tapi ia tidak mudah menyerah ia harus tetap berusaha agar bisa mendapatkan cinta nya Agnes.
" Alex " panggil Ardi,suci pun segera masuk karna ia sudah merasa gatal gatal di badanya.
Alex hanya menautkan alisnya ketika Ardi memangil nya
" ngak berantem terus kan " tanya Ardi
Alex sebenarnya malas meladeni pertanyaan Ardi kali ini ia benar benar di buat tidak mood saat dekat dengan cewe aneh itu...
" bukan urusan lo " jawab cuek dari Alex lalu ia menarik gas dengan kencang hingga begitu cepat melesat jauh dari pandangan Ardi.
" awas Lo nanti jatuh " triak Ardi walau suaranya pasti tidak akan kedengaran oleh Alex yang membawa motor bagaikan orang tengah balapan.
Ardi pun sudah berpamitan ke mama lia dan juga papah hari kalau dirinya mau pulang tapi papah hari selalu menyodorkan " satu kali lagi yah na Ardi " yang membuat Ardi merasa tidak enak,hingga pada akhirnya papah hari lengah ia cepat cepat pergi dari rumah suci sesampainya di gerbang justru ia mendapat balasan atas pesanya dari Agnes dan di saat itu juga suci baru pulang bersama Alex
***
" Kaka pulang " triak suci,mama nya yang berada di dapur pun lngsung berjalan menghampiri nya.
" ko sampe jam segini kamu baru pulang,Kaka dari mana " jelas pertanyaan penuh kekhawatiran itu pasti mama lia cecar ke suci,bahwasanya mama lia tidak pernah liat suci akrab dengan cowo lain selain Ardi,dan sepupunya ataupun orang yang sudah mama lia cukup kenal.
suci yang tidak tega jika belum menjelaskan itu ke mama nya akhirnya ia duduk di meja dan mulai menceritakan.
" huffff...." helaan nafas berat " tadi suci sehabis pulang sekolah di Anter temenya Ardi ke pasar mah,katanya Ardi bolos jadi dia sama temen temen yang lainya kena hukuman karna suci ngak mau lupa sama belanjaan mama jadi suci mau deh di antar sama cowo cerewert itu ..." jelas suci
" namanya siyapa kenapa kamu begitu bt tidak mau bicara namanya saja sepertinya ogah ogahan " potong penjelasan suci oleh mama lia yang sembari tadi fokus mendengar cerita anak nya itu.
" Alex mah " jawab suci
" ooh Alex,terus kamu kehujanan di jalan ka? "
suci menjawab dengan anggukan matanya tak lepas pandang dengan mama nya.
" terus kamu pake jaketnya siyapa ka " tanya mama lia
" jaketnya cowo itu " jawab singkat dari suci,mamanya pun merasa lega ketika anaknya pulang dengan selamat tanpa ada lecet sedikit pun.
Akhirnya mama lia menyuruh suci untuk mandi dan mencuci jaket dan juga seragamnya yang terlihat basah hampir kering di badanya.
***
Tap ...tap ...tap... suara langkah kaki dari tangga yang menghubungkan kamar suci dan Nisa.
keluarga kecil tersebut sedang berkumpul bersama di meja makan untuk makan malam.
tanpa ada obrolan apapun sebelum suci sudah ikut berkumpul di meja makan.
__ADS_1
" waktunya makan " saut Nisa yang mendapat kekehan dari kedua orang tua nya dan juga kakaknya.
" jaketnya udah di keringin ka " tanya mama lia,suci yang sedang menyuapkan sesendok nasi dan lauk kedalam mulutnya itu pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
" emang ka Ardi ngak anterin Kaka gituh " tanya Nisa
" ngak de katanya tadi Ardi bolos makanya dihukum " jelas suci..
keluarga tersebut kembali terfokus ke makanan masing masing, sampai sampai waktu makan malam itu selesai.suci mengangkut beberapa piring ke dapur untuk di cuci dan kedua orang tuanya yang masih stay duduk di kursi meja makan sembari mengobrol,Nisa yang sudah duduk di depan tv untuk menonton film kesukaan nya.
setelah selesai mencuci piring suci kembali kekamar untuk merebahkan bokong nya di atas kursi meja belajar.
ia melihat beberapa notif dari grup temanya,dan juga beberapa notif dari Ardi yang belum sempat dia buka.Tiba tiba dia teringat akan mimpinya yang reflek memeluk Alex yang ada di hadapannya.
" kenapa Lo Dateng ke mimpi gue lagi " gumam suci wajah nya kini menjadi murung ,lalu ia membuka laci yang terpampang foto seorang cowo dan disebelah nya foto dirinya, mereka terlihat serasi dengan foto yang memakai serangam putih biru dan saling merangkul satu sama lain.Terlihat sebegitu ceria nya mereka.
Suci mengelus wajah yang berada di foto tersebut " gue kangen " rintih suci di Isak tangisnya yang sudah tak tertahankan lagi.Cairan bening lolos begitu saja di area pipinya,ia teringat akan hal hal yang indah bersama cowo tersebut..
setelah beberapa menit ia menangis dan hampir matanya memanas kini suci pun sudah terlelap tidur di kasur matanya kini lembam bagai di sengat lebah karna sesak didadanya.Dan tak kala ketinggalan ya foto yang ia letakan di atas meja agar ia bisa melihat lagi di keesokan harinya.
***
tengah malam berlalu kini wajahnya di penuhi peluh dan bibir yang gemetaran ia bergumam memanggil manggil nama " Alex ",ada apa dengan Alex kenapa suci memanggil manggil Alex sedangkan cowo yang di dalam foto tersebut bukan Alex.
" Alex "
" Alex "
seketika wajahnya memerah tidak ada yang membangunkan dirinya dari mimpi buruk ini.. akhirnya ia tersadar sendiri dan melihat wajahnya di cermin yang tertampang jauh dihadapan cermin tersebut memantulkan wajah suci yang di penuhi peluh dan jejak air mata yang begitu deras mengalir,tanganya terasa begitu dingin dan gemetar, ia melihat foto yang masih tergeletak di atas meja ia memeluk erat foto tersebut dengan tangisan yang sesenggukan,serasa sudah tenang dengan perasaannya kini ia turun untuk mengambil segelas minum untuk menetralkan perasanya,biasanya ketika ia sedang teringat cowo Tersebut ia akan melibatkan Ardi sebagai tempat untuk meluapkan emosi nya ia akan cerita banyak sekali mengenai ke indahan nya bersama cowo tersebut.
***
Di pagi yang cerah keluarga kecil tersebut sudah mulai melipir untuk pergi dengan kewajibannya masing masing, suci yang menunggu Ardi untuk menjemput nya itu tak kunjung datang akhirnya ia memberi kabar ke Agnes namun Agnes ternyata sudah berangkat duluan bersama mika.
ia pun ber inisiatif untuk mengabari Ardi tapi sebelum pesan itu terkirim ia sudah melihat Ardi yang tengah melajukan motornya ke arahnya.
" pagi suci " sapa Ardi dengan menunduk ia menutupi lebam di sebelah pipinya dan di bagian pinggir matanya yang terlihat keunguan
" pagi, emm...Lo kenapa " tanya suci dengan intens
" ngak papa yok berangkat " jawab Ardi,seketika suci memegang wajah Ardi untuk menghadap pada dirinya dan benar saja lebam tersebut seperti bekas pukulan.
" Lo berantem? " tanya suci dengan mengerutkan keningnya
" aduhhhh..." rintih Ardi sembari memegang lebam di bagian pipi nya yang masih begitu nyeri " sekarang Lo naik dulu nanti gue jelasin di jalan " sambung Ardi memberikan helm ke suci.serasa sudah agak jauh dari rumah suci kembali menanyakan kenapa wajah Ardi banyak bekas bukulan
" Lo sebenernya kenapa?,kenapa nutupin dari gue, kenapa ngak mau cerita? Lo ngak mau temenan sama gue Ar? apa ini ada hubungannya sama gue? " suci mendekatkan wajahnya ke samping Ardi ia ingin tau alasanya Ardi diam dan banyak lebam di bagian wajahnya.
__ADS_1
" gue masih mau temenanan sama Lo suc Lo udah gue anggep seperti adik gue sekaligus temen yang paling Deket gue juga berhak melindungi Lo,kalau Lo tanya ini ada hubungannya dengan Lo jujur Iyah suc emang ini ada hubungannya dengan Lo sama kematian Alrendra temen yang begitu Deket juga sama Lo dan gue tapi tidak dengan Genk nya " jelas Ardi sembari mengelus elus tangan suci yang memeluk nya.
" huuuffff...maaf karna gue mereka jadi ngelibatin Lo juga Ar padahal ini murni bukan salah Lo,ini salah gue andai waktu itu gue tepat waktu dateng ke rumah Alrendra yang sedang sakit pasti sampe sekarang dia masih ada ," lirih suci sembari bersandar di punggung Ardi.
Ardi hanya menghela nafas dan menghembuskan secara pelan " ini bukan salah Lo juga suc ini udah takdir dari Tuhan buat ngambil Al duluan "
suci hanya berdecak sebal ia kembali merasa begitu bersalah karna Ardi yang begitu kuat ingin melindungi dirinya dari Genk Alrendra yang tidak terima ketuanya meninggalkan lebih dulu.
***
Setelah sampai di parkiran Ardi tidak mau teman temanya tau tentang lebam di wajahnya ini, ia pun segera masuk ke dalam lingkup sekolah,tanpa ikut nimbrung dulu dengan ke 3 temanya.
" Ardi " panggil putra Ardi tidak menjawab panggilan tersebut ia berjalan terus menuju kelasnya." dia kenapa sih? ko ngak ikut nimbrung ngak kaya biasanya " lanjut putra yang tengah bersandar di motornya
" ngak tau ngak biasanya deh, suci juga biasanya nyapa kita hari ini dia lewat begitu aja " sambung Johan
" sibos juga belum berangkat jam segini tumben" lanjut Leo " gue ngak bisa liat si bos sama suci ribud dulu di parkiran hemm " sambung Leo dengan ekspresi murung.
putra pun menepuk pundak sahabatnya itu " Lo ngerasa ngak kalau si bos Alex itu banyak bicara ke suci ngak biasanya " jelas putra yang mendapat kan anggukan dari kedua temanya
" gue juga ngerasa kalau si bos udah ngak sefrizer kaya dulu sekarang liat aja deh setiap liat suci pasti dia marah marah udah gitu pasti ujung ujungnya saling mengejek " sambung Leo sembari ketawa ringan
" kayaknya nih sibos bakalan suka,terus jadian terus bucin kaya di novel novel gitu " sambung Johan sembari tertawa karna dia berhasil mengibahi Alex begitu juga dengan Leo dan putra yang tadinya ikut tertawa tiba tiba mereka diam dan pura pura memainkan jarinya
" liat deh put jri gue ada Lima,jari Lo ada berapa " tanya Leo ke putra yang tau maksud dari pertanyaan konyol dari Leo.
" eh mumpung si bos belum berangkat kita Asikin dulu buat hibah " saut Johan tanpa di dengar oleh Leo dan putra
Alex yang sedari tadi berada di belakang Johan itu pun hanya mendengarkan dan menampilkan ekspresi wajah yang datar
ekhemmm...Alex berdehem agar Johan tidak lagi mengeluarkan umpatan gibah tentang dirinya.
Johan kenal sangat dengan suara yang berat nan serak itu..ia pun menengok untuk memastikan
" eh si bos udah nyampe " saut Johan
" bos? sejak kapan kalian panggil gue bos " jawab Alex dengan memicingkan alisnya
" ehh..tadi bos keren kan nama bos buat panggilan bos Alex "
Alex pun mengaguk pelan ia melirik ke Johan lalu ia menginjak kakinya dengan kuat sampai sampai Johan merasakan sakit yang begitu kuat menjalar di kakinya.
Leo dan putra hanya menahan tawa lalu pergi meninggalkan Johan sendiri di parkiran.
" dasar temen ngak punya adab Lo semua jahat banget sama gue awas Lo semua yah gue patahin leher kalian " omel Johan sembari meringis kesakitan.
hai gays apa kabar semoga selalu baik yahh..
__ADS_1
gimana sama cerita ini apa kalian suka kalau suka kalian ketik yes end siip👍 kalau ngak suka wajib yah tetep komen okehh...
makasih juga yang mau baca cerita dari Meisya inihh..