
Setelah dari kantor Alex dan Ardi bergegas ke rumah Leo untuk menemui teman temanya.
Mereka mengendarai motor dengan pelan hingga akhirnya sampai di rumah Leo dengan selamat,terlihat ke 3 temanya itu sedang duduk di teras rumah sembari bernyanyi,dan tak lupa juga untuk bermain game online,ketika mereka berdua sampai dan turun dari motor mereka pun di sapa dengan hangat oleh Leo,putra,dan Johan
" hai bro akhirnya Lo sampai juga haha " sapa dari Leo " gwe kira ngak jadi kesini " lanjut Leo
" jadilah masa ngak yh ngak Lex " jawab Ardi dengan senang sambil merebahkan bokongnya di lantai samping putra yang sedang bermain gitar.
kebetulan Ardi dan putra memiliki suara yang merdu jika mereka bernyanyi apa lagi di iringi dengan alunan gitar,kebetulan semasa SMP ia juga dengan suci pernah belajar tentang nada dan cara bernyanyi hingga sampai saat ini ilmu yang pernah di ajari saat waktu SMP ia gunakan untuk melepas penat jika ia lelah atau bosan.
Alex kemudian ikut bergabung dengan duduk di sebelah Johan yang tengah bersandar sembari mengatur kunci gitar yang akan ia mainkan.
" coba gwe,pengen nyoba " saut Alex,Johan pun tak bisa melarang ia pun memberikan. gitar tersebut ke pangkuan Alex.
" emang Lo bisa? " tanya Johan,Alex hanya tersenyum tipis,ia mulai mengerakkan jari jemarinya untuk memetik senar gitar hingga menjadi suara yang khas.
Taka lama Mereka diam mencoba mengingat akan sebuah lagu yang keluar dari suara yang di buat Alex tersebut melalui gitar yang ia pegang.
" ooh gwe tau..tau..tau " saut semua teman teman Alex secara berbarengan,saat Alex mengawali awalan lagu tersebut dengan suara yang merdu" Meski bibir ini tak berkata.." Hinga pada akhirnya mereka pun menyambung lirik tersebut.
Meski bibir ini tak berkata bukan,berarti Ku tak merasa ada yang berbeda di atara kita,Dan tak mungkin ku melewatkan mu hanya karna, Dirimu tak mampu untuk bicara Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku.
pada akhirnya mereka bersenang senang dengan bernyanyi dan tertawa, kebetulan putra seperti pelawak antara lima sekawan tersebut,yang selalu membuat geli karna tingkah nya yang lucu dan receh meskipun hidupnya terkadang ada masalah karna papah nya main wanita lain selain ibunya,hingga ibunya sampai dibuat depresi karna tinggkah pak Sugono eklat--bokap dari putra sugono eklat.
Hari semakin gelap mereka pun masuk ke dalam rumah Leo yang agak megah tetapi lebih megah rumah Alex (menurut Alex sendiri ) dan tidak lupanya untuk melaksanakan sholat, walaupun dengan cara bergantian karna jika berjamaah mestinya ada yang membuat tidak fokus, dan kebetulan juga orang tua Leo sedang berada di luar kota untuk menyelesaikan pekerjaan bersama bokap nya Ardi.
Ardi yang sedari tadi berkabar dengan Agnes dan suci, ia di buat kaget ketika Johan mengintip pesan pesan mereka dari arah samping.
awal mulanya ia berkirim pesan ke suci dan lanjut ke Agnes.
Sucia🥸 :
kalau bisa Lo usahain sendiri lagi aja Ar,gwe pasti suport Lo ko
^^^Ardi^^^
__ADS_1
^^^" gwe selalu usahain ko ngak pernah lengah ngak berjuang " jawab Ardi^^^
Sucia🥸 :
emang Lo usaha Apah?gwe ngak pernah liat
^^^Ardi^^^
^^^" Yah doa lah,biar dia bisa cepet jadianya "^^^
Sucia🥸 :
Hem sip deh semoga aja doa lu kesampean
lalu Ardi melanjutkan percakapan dengan Agnes,ia membiarkan pesan dari suci ia hanya baca saja." Dih cuma di read doang " grutu suci di kamarnya,sedangkan Alex selalu menantikan kabar dari Agnes yang ia semartkan paling atas di antara bokap nyokap nya dan tak kalah suci yang sudah ia anggap sebagai sodaranya sendiri.
Ag cras :
Lo mau ngomong apa emang,sampe jam segini baru ngabarin gwe
^^^" gwe kangen sama Lo,siyapa tau kan Lo juga kangen sama ka Ardi yang ganteng ini 😅* "^^^
Ag cras :
PD Gilak loh ngarep gwe kangen sama Lo!!
Padahal dari raut wajah Agnes pipinya memerah pedam karna pesan yang di kirim Ardi,membuat ia membuka ruang sedikit.
^^^*Ardi ganteng :^^^
^^^" gwe emang PD makanya banyak cewe yang suka sama gwe,tapi gwe nya ngak terlalu suka sama mereka* "^^^
" oohhh ternyata " triak Johan yang membuat Ardi dan ke tiga temanya yang sedang duduk di lantai menjadi binggung
" kenapa? Lo baca yah " tuduh Ardi ke Johan,sontak Ardi mengembalikan hp nya ke layar utama.
__ADS_1
" kenapa emang ? " tannya Leo
" diem Luh ngak kaya apa yang Lo liat " saut Ardi ke Johan
" apaan sih? jangan bikin gwe bingung " saut Leo " apa jangan jangan Lo cabul Ar sama adek kelas " lanjut Leo
serentak ke empat nya mengucap "astagfirullahhaladhim"
" gwe yang liat aja ngak Mikir ke situ Leo " ketus Johan
" yah terus apa dong kenapa kalian ngak ngasih tau " saut Leo
" belum waktunya aja sih menurut gwe kalian tau " jawab Ardi sambil membungkam mulut Johan yang ingin memberi tahukan atas apa yang ia lihat.
lalu mereka semua menjawab denga o saja
setelah beberapa menit hening karna sibuk dengan hp masing masing Leo membuka obrolan pertama nya.
" menurut Lo semua kalau gwe deketin cewe itu, menurut kalian semua gimana " leo sembari melihat kan ekpresinya senang ke teman temannya
" siyapa? " tanya Alex
" ituloh yang sering berangkat sama pulang bareng Ardi " Leo menambh teka teki
suci yang gwe maksud!!
" suci " jawab Ardi
Blusssssss...
seketika perasaan Alex menjadi sesak,ketika Ardi menyebut nama suci
" nah itu namanya " sambung Leo sambil menepuk pundak Ardi " kalau gwe deketin ngak papa kan bro? " lanjut Leo
seketika Ardi melihat ke arah Alex yang kebetulan sedang melihat ke arahnya juga,tiba tiba muncul sebuah ide dari kepala Ardi.
__ADS_1
" jangan tanya sama gwelah gwe bukan orang tua nya " jelas Ardi,sambil melirik ke Alex yang mencoba sibuk dengan Hp nya hingga tidak ikut berbicara atau pun mendengarkan.Ia terlihat bodoamat mau cewe itu didekati oleh banyak cowo pun bukan urusanya,ia mencoba menepis jauh jauh perasanya yang menurut ia tidak tau dan aneh.