My Unexpected Soulmate (Berantakan)

My Unexpected Soulmate (Berantakan)
Mahkota Yang Dirampas


__ADS_3

"Astaga, sempit banget" Nathan terus mencoba mengambil mahkota suci Naya.


"Ahhh, hentikan kak ini terlalu sakit!" Pekik Naya yang mencoba melepaskan diri dari Nathan sambil terus meneteskan air matanya.


"Sebentar lagi Nay, aku hampir mendapatkannya. Tahan sebentar. Ahhh." Nathan yang masih menahan Naya dibawahnya.


"Cukup kak, Naya mohon." Naya kembali melesatkan air matanya memohon agar Nathan berhenti melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan itu.


"Tahan Nay sebentar lagi." Nathan tidak putus asa ingin mendapatkan kepuasannya disana.


---


Sudah satu jam lamanya mereka berada didalam kamar Hotel berbintang yang sudah disewa Nathan, namun Nathan belum mampu mengambil kesucian Naya.


Ya, mereka adalah sepasang kekasih yang baru saja memulai hubungannya 3 bulan lamanya. Naya, seorang siswi Sekolah Menengah Atas yang sudah duduk dibangku kelas 12. Naya adalah gadis biasa, Ayahnya adalah seorang pemborong kelas menengah dan Ibunya hanya membuka minimarket yang menjual berbagai jenis kebutuhan sehari-hari. Dia adalah gadis yang cantik dan ceria. Dengan rambut lurus hitam sebahu dan kulit putih bersih yang membuat setiap lelaki akan diam beberapa saat hanya untuk memandanginya.


Naya mengenal Nathan karena Nathan sudah menjadi kakak kelasnya semenjak Sekolah Menengah Pertama. Mereka terpaut usia 2 tahun. Sekarang Nathan sudah harus belajar menjalankan bisnis Mamanya yang bergerak dibidang kuliner. Karena Papa Nathan yang sudah menikah lagi membuat Nathan tidak pernah berhubungan lagi dengan Papanya. Apalagi sikap Papa Nathan yang seakan tidak menginginkan Nathan menjadi darah dagingnya. Memang Nathan terlahir dari keluarga yang berantakan. Mungkin hal itu yang membuat Nathan mencari jati dirinya sendiri dengan menjadi anak nakal seperti ini.


Setelah lama mereka bertempur untuk menghancurkan tembok kesucian Naya, akhirnya mereka menyerah juga. Entah sudah terlalu lelah atau sudah mendapat kepuasan tersendiri Nathan menyudahi semua permainan gilanya diatas ranjang bersama kekasihnya. Tangis Naya pecah karena Naya berfikir dirinya sudah tidak perawan lagi.


"Hancur masa depan lo Nay. Ibuuuuu." Batin Naya merutuki dirinya sendiri sambil terus menangis sesenggukan disana.

__ADS_1


Sedangkan Nathan sudah merebahkan dirinya disamping Naya. Pandangannya menerawang jauh ke atas langit-langit ruangan berbentuk kubus itu.


"Tenang Naya, aku nggak akan ninggalin kamu." Janji Nathan tanpa menolehkan pandangannya ke Naya. Tapi yang diberi janji manis masih saja mengucurkan air matanya.


"Sudahlah, sekarang bersihkan dirimu. Jangan menangis lagi. Aku harus segera menemui Mamaku." Tegas Nathan pada Naya yang membuat bulu kuduk Naya berdiri karena ketakutan.


Naya menggerakkan tubuhnya yang terbalut selimut putih dengan gerakan perlahan karena memang untuk bergerak saja terasa nyeri dibawah sana apalagi jika harus dipaksa berdiri dan berjalan ke kamar mandi seperti ini, pastilah butuh waktu yang lama. Bahkan Nathan sama sekali tidak membantu gadis yang sudah dinodainya itu meskipun hanya sampai kamar mandi saja.


---


Setelah Nathan memastikan Naya masuk ke dalam kamar mandi, Nathan segera memindahkan dirinya dan mencari sesuatu di atas sprei putih dengan bordir nama hotel dipinggir bawah sana. Tapi Nathan tidak menemukan yang ia cari, ia tidak menemukan bercah darah akibat robeka selaput dara milik Naya disana.


"Ternyata Naya sudah nggak perawan. Nggak ada darah yang keluar dari tubuhnya. Huh brengsek!!!" Nathan mengacak rambutnya frustasi.


---


"Maafin Naya Ayah, maafin Naya Ibu. Naya bodoh, hiks hiks." Ucap Naya disela tangisnya.


---


Benar saja, sudah 1 bulan lamanya Nathan tidak menemui Naya karena sibuknya Nathan yang harus mempersiapkan diri untuk belajar bisnis dan kuliahnya yang tidak pernah memberinya jeda untuk bernafas apalagi untuk menemui Naya.

__ADS_1


Naya memang sudah menyetujui jika hari ini ia akan memberikan kesuciannya pada Nathan setelah menelan bujuk rayu dan segela macam ancaman Nathan. Namun, sudah berjuta-juta kali Naya juga menolaknya, dan hari ini Naya bertekad untuk menemui Nathan untuk bernegosiasi membujuk pacarnya itu agar tidak melakukannya pada Naya. Tapi rencana tinggalah recana, Nathan sudah menyeret Naya ke dalam kamar Hotel untuk sekedar memuaskan hawa nafsunya.


---


Setelah selesai membersihkan segala noda yang tidak akan hilang itu Naya diantar pulang oleh Nathan. Tapi Naya tidak mau pulang kerumah. Terlalu pedih bagi Naya untuk menemui kedua orang tuanya. Walaupun orang tuanya pun tidak tahu menahu apa yang terjadi pada putri semata wayangnya itu. Naya memilih pulang ke rumah sahabatnya, Alma. Walau hanya untuk sekedar menenangkan diri.


"Kamu yakin turun disini?" Tanya Nathan yang langsung mendapat anggukan dari Naya.


"Makasih kak." Ucap Naya cepat membuka pintu mobil Nathan. Bahkan Nathan belum sempat menjawabnya.


Setelah memastikan Naya sudah sampai didepan pintu rumah Alma, Nathan kembali melajukan mobilnya karena Mamanya sudah menelepon ratusan kali hanya untuk meminta Nathan segera pulang.


---


Setelah turun dari mobil Nathan, Naya berjalan gontai menuju rumah sederhana dengan pintu kayu berwarna coklat tua itu. Naya memandang kosong rumah Alma. Pikirannya berlari-larian sibuk merangkai kata-kata yang tepat untuk diberikan kepada Alma. Karena Naya tahu bagaimana sahabatnya itu akan merespon kedatangan Naya dengan mata sembabnya kali ini.


"Apa yang akan gue katakan sama Alma? Jawaban apa yang cocok buat pertanyaan Alma nantinya?"


Naya sibuk menanyai dirinya sendiri, sampai orang yang ada dipikiran Naya saat ini membuka pintu utama rumahnya, sepertinya Alma hendak membuang sampah, terlihat tangan kirinya membawa kantung besar berwarna hitam.


"Naya! Kamu kenapa?" Betapa kagetnya Alma mendapati sahabatnya yang sudah berantakan didepan pintu rumahnya itu.

__ADS_1


---to be continued


__ADS_2