
Hari mendebarkan yang ditunggu semua calon mahasiswapun datang. Seperti yang peserta ujian lainnya lakukan, Naya juga sudah mempersiapkan seluruh amunisi ujian dengan matang. Mulai dari alat tulis, hafalan, trik, dan jemputan. Reyhan pun sudah menunggu sahabat tercantik diseluruh dunia, menurutnya.
"Ayo buruan Rey." Ucap Naya terburu-buru berjalan menghampiri Reyhan.
"Ya tunggu dulu Nay gue mau minta doa juga sama calon mertua." Ucap Reyhan sambil menghampiri Ibu Elisha dan Ayah Reino yang sedari tadi duduk menemani Reyhan menunggu Naya bersiap.
"Reyhan sama Naya pamit dulu ya om tante." Reyhan berpamitan pada kedua orang tua Naya.
"Naya berangkat ya Ibu Ayah. Jangan lupa doain Naya hehe." Naya mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya.
"Doa Ibu dan Ayah akan terus bersama kalian nak." Ucap Ibu Elisha membelai lembut pipi putrinya.
"Hati-hati ya Rey bawa mobilnya. Jangan lupa berdoa, semoga kalian sukses." Ucap Ayah Reino melepas kepergian putri dan sahabat putrinya.
---
Setelah menyalami kedua orang tua Naya, Reyhan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang jalan Naya hanya diam sambil mulutnya bergerak komat kamit melafalkan rumus yang sudah diucapkannya beberapa kali. Sedangkan Reyhan hanya fokus menyetir tanpa mau mengganggu hafalan Naya.
__ADS_1
Mereka sampai ditempat ujian dan langsung masuk ruangan karena setibanya mereka disana waktu sudah menunjukan pukul 06.56 WIB sehingga membuat keduanya langsung menempati tempat duduk sesuai dengan nomer peserta yang sudah tertulis dimeja masing-masing.
Naya dengan mudahnya menjawab soal yang berkaitan dengan logika dan hitung menghitung tersebut. Sementara Reyhan? Jangan ditanya, walaupun kelihatannya dia suka menyontek Naya tapi Reyhan sebenarnya anak yang pandai jadi sangat mudah baginya menyelesaikan soal-soal itu.
---
Bel tanda waktu selesai berbunyi, peserta ujian harus segera meninggalkan tempat ujian. Begitu kiranya suara dari pengawas ujian memberikan instruksi.
"Gila lo Nay kenapa nggak bagi jawaban ke gue?" Protes pura-pura panik Reyhan pada Naya setelah mereka keluar dari ruangan mencekam itu.
"Eh kumpul yuk anak-anak pada dimana?" Sambung Naya.
"Hm nggak bisa Nay." Jawab Reyhan.
Naya mengkerutkan keningnya karena tidak biasanya Reyhan menolak permintaannya apalagi untuk bertemu dengan sahabatnya yang lain.
"Kenapa?" Tanya Naya.
__ADS_1
"Gue ada janji, hehe. Buru yuk gue anter pulang." Jawab Reyhan yang membuat rasa penasaran Naya memuncak.
"Janji sama siapa? Ga biasanya banget." Tanya Naya menyelidik.
"Buru deh pulang, kalau nggak cepet, nggak gue anterin nih." Ancam Reyhan tanpa memperdulikan pertanyaan Naya.
Naya masih saja menatap Reyhan menyelidik.
"Sepertinya Reyhan juga sedang bahagia hari ini. Lihat saja pipinya merona dengan senyum centil yang dari tadi terpampang diwajah tampannya. Dan dia ada janji dengan seseorang, seseorang yang tidak diberitahukan ke gue siapa? Jika dilihat-lihat lagi, Reyhan juga berpenampilan lebih rapi dari biasanya. Oh my god, fix Reyhan sedang jatuh cinta." Pikiran Naya mulai bisa menyimpulkan.
Naya sedikit berlari menuju Reyhan yang sudah mendahuluinya.
"Lo jatuh cinta ya Rey?" Tembak Naya tepat sasaran karena kini pipi Reyhan lebih merona dari yang tadi.
"Ngaco lo Nay." Ucap Reyhan mengalihkan pandangannya.
"Nggak salah lagi sih gue?" Ucap Naya sambil terheran-heran.
__ADS_1