My Unexpected Soulmate (Berantakan)

My Unexpected Soulmate (Berantakan)
Gebetan


__ADS_3

Hari mendebarkan yang ditunggu semua calon mahasiswa pun datang. Seperti yang peserta ujian lainnya lakukan, Naya juga sudah mempersiapkan seluruh amunisi ujian dengan matang. Mulai dari alat tulis, hafalan, trik, dan jemputan. Reyhan pun sudah menunggu sahabat tercantik diseluruh dunia, menurutnya.


"Ayo buruan Rey." Ucap Naya terburu-buru berjalan menghampiri Reyhan dan kedua orang tuanya.


"Ya tunggu dulu Nay gue mau minta doa juga sama calon mertua." Ucap Reyhan sambil menghampiri Ibu Elisha dan Ayah Reino yang sedari tadi duduk menemani Reyhan menunggu Naya bersiap.


Ayah Reino dan Ibu Elisha tersenyum geli dengan penuturan Reyhan. Entah mengapa mereka merasa Reyhan adalah lelaki yang baik, dan mungkin mereka akan dengan senang hati memberikan putri semata wayangnya kepada Reyhan jika mereka berjodoh kelak.


"Reyhan sama Naya pamit dulu ya om tante." Reyhan berpamitan pada kedua orang tua Naya.


"Doain Naya ya Ibu Ayah." Naya juga berpamitan mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya.


"Doa Ayah dan Ibu pasti menyertai kalian. Hati-hati ya Rey bawa mobilnya. Jangan lupa berdoa, semoga kalian sukses." Ucap Ayah Reino melepas kepergian putri dan sahabat putrinya.

__ADS_1


---


Setelah menyalami kedua orang tua Naya, Reyhan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang jalan Naya hanya diam sambil mulutnya bergerak komat kamit melafalkan rumus yang sudah diucapkannya beberapa kali. Sedangkan Reyhan hanya fokus menyetir tanpa mau mengganggu hafalan Naya.


Mereka sampai ditempat ujian dan langsung masuk ruangan ujian karena setibanya mereka disana waktu sudah menunjukan pukul 06.56 WIB sehingga membuat keduanya langsung menempati tempat duduk sesuai dengan nomer peserta yang sudah tertulis dimeja masing-masing.


Naya dengan mudahnya menjawab soal yang berkaitan dengan logika dan hitung menghitung tersebut. Sementara Reyhan? Jangan ditanya, walaupun kelihatannya dia suka menyontek Naya tapi Reyhan sebenarnya anak yang pandai jadi sangat mudah baginya menyelesaikan soal-soal itu.


---


"Gila lo Nay kenapa nggak bagi jawaban ke gue?" Protes pura-pura panik Reyhan pada Naya setelah mereka keluar dari ruangan mencekam itu.


"Mana ada bagi jawaban? Soalnya pasti juga beda-beda kali Rey." Ucap acuh Naya.

__ADS_1


"Eh kumpul yuk anak-anak pada dimana?" Sambung Naya.


"Hm nggak bisa Nay." Jawab Reyhan.


Naya mengkerutkan keningnya karena tidak biasanya Reyhan menolak permintaannya, apalagi untuk bertemu dengan sahabatnya yang lain.


"Kenapa?" Tanya Naya.


"Gue ada janji, hehe. Buru yuk gue anter pulang." Jawab Reyhan yang membuat rasa penasaran Naya memuncak.


"Janji sama siapa? Nggak biasanya banget." Tanya Naya menyelidik.


"Buru deh pulang, kalau lo nggak cepet, nggak gue anterin nih." Ancam Reyhan tanpa memperdulikan pertanyaan Naya.

__ADS_1


Naya masih saja menatap Reyhan menyelidik. Reyhan berjalan mendahului Naya menyembunyikan senyuman yang sudah tidak bisa ditahan. Karena Reyhan akan menemui perempuan cantik setelah Naya, menurut Reyhan sih begitu.


"Sepertinya Reyhan sedang bahagia. Lihat saja senyum malu-malu nya itu. Kalau dilihat-lihat dia juga memakai pakaian yang sangat bagus, lihat saja merk nya. Eh bukannya Reyhan setiap hari pakai baju bagus ya? Em tapi kenapa dia nggak bilang ada janji dengan siapa? Nggak biasanya banget. Jangan-jangan..." Pikiran Naya mulai bisa menyimpulkan.


__ADS_2