
"Assalamualaikum." Salam Naya setelah membuka pintu rumahnya.
"Waalaikumsalam. Sudah pulang Nay? Bantuin Ibu beberes di toko ya habis makan siang." Pinta Ibu Elisha.
"Iya Bu. Naya ganti baju dulu." Naya berlalu menuju kamarnya.
Begitulah kegiatan Naya sehari-hari. Pagi sampai siang ia bersekolah seperti biasa, sepulang sekolah ia membantu Ibunya mengurus toko nya. Dan malam hari ia gunakan untuk belajar. Karena Naya ingin sekali lolos seleksi perguruan tinggi negri, ia bercita-cita menjadi seorang Dokter. Cita-cita Naya sangat mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Tapi keterbatasan ekonomi keluarga Naya membuat Naya harus bekerja ekstra agar mendapat beasiswa untuk meringankan biaya yang akan ditanggung orang tua nya mengingat kuliah kedokteran tidaklah membutuhkan biaya yang sedikit.
---
Isya pun datang dengan tiba-tiba, suara adzan sudah memanggil umat islam untuk beribadah. Naya yang sedang belajar dikamarnya hendak mengambil air wudunya, tapi tiba-tiba Naya teringat sesuatu. Segera ia mengambil kalender kecil miliknya yang berada diatas meja belajarnya yang berwarna putih itu.
Naya begitu terkejut karena benar perasaannya, lingkaran merah yang sudah ditorehkan jauh jauh hari pada salah satu tanggal di kalendernya sudah terlewati, dirinya sudah telat menstruasi selama hampir satu minggu.
"Nggak mungkin kan cuma berhubungan satu kali bisa hamil? Nggak! Haha ini nggak mungkin!" Naya berperang dengan kenyataan dan pikirannya sendiri.
Segera Naya membuka aplikasi pencarian di HP nya, ia mengetikan apa saja tanda wanita hamil. Begitu banyak pilihan blogspot, jurnal, paper maupun artikel yang beradu tulisan.
"Enggak kok, aku nggak pernah mual di pagi hari. Lagian aku juga nggak sering pipis. Haa apalagi ini? Nafsu makanku pun biasa aja, ya mungkin kemarin nggak nafsu makan gara-gara galau haha." Naya berkata pada dirinya sendiri dengan sedikit tawa getir.
Naya masih bernegosiasi dengan dirinya sambil mencocokan keadaan yang dialaminya sekarang dengan informasi yang ia dapatkan disalah satu blog kedokteran. Sampai dipernyataan selanjutnya yang ia baca membuat ia berfikir keras lagi.
"Ha ha ha." Naya tertawa garing.
"Iya aku terlambat menstruasi, ta-tapi nggak mungkin kan?" Naya masih terus beradu argumen pada dirinya sendiri.
Sampai panggilan Ibunya untuk sholat berjamaah membuyarkan pikirannya.
---
Malam itu, Naya sungguh tidak bisa terlelap.
"Gimana ini? Apa yang harus gue lakukan? Kak Nathan?" Hanya Nathan yang saat ini ada di pikiran Naya.
__ADS_1
Setelah meyakinkan dirinya berulang kali, Naya sampai pada keputusannya untuk menghubungi Nathan.
"Aku telat menstruasi satu minggu. Apa yang terjadi denganku?"
Send to Kak Nathan❤️
"Kamu bohong kan?"
From Kak Nathan❤️
Tanpa disangka Nathan membalas pesan Naya secepat itu.
"Buat apa aku bohong?"
Send to Kak Nathan❤️
"Temui aku besok di Apartemenku."
From Kak Nathan❤️
---
Pikiran Naya semakin menjadi-jadi, tapi dia harus mengatakan pada Nathan apapun keadaannya. Karena mereka berdualah yang melakukannya, bukan orang lain. Walaupun Naya selalu meyakinkan dirinya untuk percaya pada Nathan, bamun pikiran buruk selalu saja menghantui Naya sampai ia lelah dan tertidur.
---
Sekolah hari ini berjalan begitu cepat. Naya sudah kembali menjadi Naya yang energic dan ceria. Naya berpikir untuk tidak menceritakan hal ini pada siapapun mengingat Reyhan yang tidak bisa melepaskan Nathan kalau tahu keadaan Naya sekarang. Tapi bagaimanapun Reyhan selalu mengawasi Naya, karena dia belum sepenuhnya percaya Naya sudah kembali baik-baik saja.
Seperti sore ini, Naya terlihat begitu bingung harus beralasan seperti apa agar Reyhan tidak perlu mengantarkan Naya pulang, karena dirinya hendak menemui Nathan di apartemennya.
"Oh iya Rey, gue pulang sendiri ya? Gue harus pergi ke suatu tempat." Pinta Naya.
"Kemana?" Jawab singkat Reyhan.
__ADS_1
"Urusan pribadi Rey." Jawab Naya.
"Gue anter." Ucap Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Nggak usah Rey." Jawab Naya cepat.
"Kenapa?" Reyhan menyerngitkan dahinya curiga terhadap Naya yang tiba-tiba ingin pulang sendiri.
"Gue, gue nggak mau ngrepotin lo. Besok deh lo boleh anterin gue pulang ke rumah atau kemanapun gue pergi lo yang anterin, sepuas lo nganterin gue kemana saja deh. Ya Rey?" Pinta Naya pada Reyhan sudah seperti meminta izin pada pacarnya saja.
"Nggak bisa Nay, gue nggak mau..."
"Makasih Rey. Daaaa." Potong Naya cepat berlari meninggalkan Reyhan didalam kelas.
"Apa yang coba lo sembunyiin dari gue Nay?" Batin Reyhan menatap kepergian Naya.
---
Setelah menunggu beberapa manit Naya pun pergi menggunakan taxi onlinenya menuju apartemen Nathan.
---
"Aku telat menstruasi satu minggu. Apa yang terjadi sama aku?"
From Naya
"Kamu bohong kan?"
Send to Naya
"Buat apa aku bohong?"
From Naya
__ADS_1