
Sesampainya Naya dirumah, dirinya memutuskan untuk berdamai dengan masa lalunya. Ya dia harus segera melupakan ingatan menjijikan itu bersama Nathan. Lelaki berengsek yang sudah membodohinya habis-habisan.
"Aku bersumpah lo nggak akan bahagia Kak Nathan. Nggak akan. Karma menunggumu disana." Naya berucap dengan mengepalkan tangannya.
Walaupun Naya sudah memutuskan untuk melupakan kejadian itu, tapi sakit hatinya masih belum hilang dalam benaknya. Bagitulah tabiat wanita, mudah memafkan namun akan sangat sulit melupakan. Masih teringat persis bagaimana sakit hatinya Naya ketika Nathan meninggalkan dirinya setelah memuaskan hasratnya. Dan yang lebih menyakitkan lagi, Nathan menghina Naya habis-habisan seakan haraga dirinya sedang diinjak oleh lelaki buaya itu. Apalagi Natahan memilih untuk kembali dengan Caca. Wanita masa lalunya itu.
Teringat jelas diingatan Naya bagaimana Nathan membela Caca didepan Reyhan saat di cafe waktu itu. Teringat jelas kata-kata Nathan yang mengatakan bahwa ia sudah tidak ingin memikirkan Naya lagi, disaat dimana Naya sedang uring-uringan dengan perasaannya yang diganting. Teringat jelas diingatan Naya juga saat Nathan menghina Naya diapartemennya waktu itu. Membuat Naya tenggelam dalam pikirannya sendiri, dimana ia merasa dirinya hamil tapi Nathan dengan begitu tidak perdulinya memilih meninggalkan Naya bersama Caca.
"Bukan. Bukan salah Caca."
Hanya kalimat itu yang selalu diyakini Naya agar tidak membenci Caca. Karena semakin dipikir oleh Naya, ia semakin tersadar bahwa dirinya hanyalah selingan Nathan ketika ia bosan dengan hubungannya bersama Caca yang sudah terjalin begitu lamanya. Dan Caca sama sekali tidak bersalah dalam hal ini.
Begitulah Naya, ia bukanlah tipikal orang yang bisa menyalahkan orang lain. Apapun masalahnya, dirinya sendirilah yang bersalah. Bukan orang lain.
"Baiklah. Ayo Naya, lupakan Nathan. Tata lagi hidup yang berantakan dan berserakan ini." Tekat Naya dalam hati.
----
Hari yang ditunggupun tiba, dimana semua anak SMA bersorak bersama mengambil spidol untuk menorehkan tanda tangannya masing-masing di atas baju putih bersih yang mereka kenakan selama 3 tahun lamanya.
Berbeda dengan 4 orang yang sedang sibuk mengepaki seragam bekas dan beraneka barang lainnya yang sudah tidak dipakai tapi masih sangat layak untuk digunakan yang dimasukan ke dalam kardus yang sudah bertuliskan "Panti Asuhan X". Ya mereka adalah Reyhan, Naya, Alma dan Viola yang telah menggerakan hati sebagian besar dari teman-temannya yang memiliki kesadaran penuh bahwa kelulusan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah perjuangan hidup. Dan lebih memilih untuk berkegiatan yang lebih bermanfaat seperti apa yang mereka lakukan saat ini.
Setelah selesai dengan kegiatannya di Panti Asuhan X, Reyhan menyuarakan ajakan pada ketiga gadisnya.
"Setelah ini kita makan sushi yuk." Ajak Reyhan bersemangat.
"Horeeeeeee. Gratisan lagiii." Sorak ketiga gadis cantik dihadapan Reyhan.
"Yeee dasar muka gratisan lo pada. Buruan ayo masuk." Ajak Reyhan agar teman-temannya masuk kuda besi berwarna hitamnya itu.
---
Setelah mobil Nathan berhenti disalah satu restoran terkenal di kota ini, Naya menangkap bayangan sepasang orang yang sangat dikenali Naya berada didalam mobil berwarna putih disebrang sana. Naya sangat yakin bahwa mereka adalah Nathan dan Caca. Seketika mood Naya hilang ditelan kegelapan suasana hatinya.
"Nay ayo! Lo kenapa?" Reyhan yang menyadarkan Naya karena Alma dan Viola sudah terlebih dahulu berlari ke dalam restoran saking semangatnya.
__ADS_1
"Eh emm" pandangan Naya sekilas menatap lurus mobil Nathan diseberang sana kemudian mengalihkannya lagi.
"Nggak papa kok Rey. Ayo." Lanjut Naya langsung mengalihkan pandangannya kepada Reyhan dan hendak membuka pintu mobil Nathan.
Nathan yang sedari tadi mengikuti pandangan Naya sangat mengerti perasaan Naya sekarang ini. Terlebih saat ini Caca sudah memeluk mesra lengan Nathan. Buru-buru Reyhan menghentikan aktivitas tangan Naya yang hendak membuka pintu.
"Nay, gue janji suatu saat nanti gue bakal nikahin lo." Ucap Reyhan saat pandangan Naya sudah terkunci menatap matanya.
Hening sesaat tercipta diantara mereka sampai otak waras Naya menyadarkan empunya.
"Haha apaan sih Rey? Iya iya percaya deh, lo tu udah ngomong kayak gitu 100 kali ke gue. Dari jaman SMP sampai sekarang, nggak bosen-bosen apa? Kejadian beneran ****** deh lo bakal nikahin gue." Balas Naya sekenanya karena dia sudah terbiasa dilamar oleh Reyhan.
Naya benar-benar berhasil keluar dari mobil Reyhan.
"Eh Nay Nay, beneran tau. Ntar kalo nggak ada cewe yang srek dihati gue, tunggu aja lo, gue bakal datengin rumah lo bawa rombongan." Ucap Reyhan sambil mensejajari langkah Naya yang sudah terlebih dahulu keluar dari mobilnya.
"Gila saja gue jadi pilihan terakhir. Ogah bangettt." Tolak Naya dengan bergidik ngeri.
"Yeee nyesel deh lo nolak cowo ganteng titisan Lee Min Ho ini." Ucap Reyhan dengan gaya narsisnya.
"Ngimpiiiiii." Teriak Naya sambil berlalu ke dalam restauran.
---
Mereka sudah berada di dalam Restauran penyaji makanan luar negri dengan menu berbagai ikan dan nasi gulung. Alma dan Viola sudah menyebutkan beberapa jetnis menu ke waiters yang berseragam putih itu. Sedangkan Reyhan masih memperhatikan Naya yang hanya membolak-balikan buku menu namun arah pandangannya lurus menatap meja jauh didepan sana.
Reyhan mengikuti pandangan Naya, sampai Reyhan menyadari bahwa Naya sedang memandangi pemandangan menyakitkan. Tapi entah mengapa, hati Reyhan malah serasa lebih sakit dibanding sakit hati Naya, karena Naya sedang sakit hati akibat ulah lelaki lain. Sampai gertakan Viola si berisik menganggu kegiatan Reyhan dan Naya yang super sibuk itu.
"Woii, mba nya udah nungguin dari tadi malah pada ngalamun lo pada!" Ucap Viola sambil sedikit menggebrak meja mereka.
"Eh ehm gue pesen sama kayak Alma saja deh." Jawab asal Naya.
"Gue ngikut pesenan Naya saja deh." Putus Reyhan asal juga tapi pandangannya masih pada wanita cantik disebelahnya.
"Emang followers sejati gue kalian ya." Ucap Alma sambil mengalihkan pandangannya ke kedua sahabatnya.
__ADS_1
Alma menyadari satu hal, bahwa kedua sahabatnya ini sedang berada dalam circle cinta yang rumit, Entah siapa yang mencintai siapa dan siapa yang dicintai siapa. Entahlah, Alma belum bisa memastikan. Tapi yang sekarang diyakini oleh Alma, Naya sudah putus dengan Nathan dan Reyhan sudah mengetahuinya. Walaupun Naya belum bercerita apa-apa pada Alma tapi Alma menghargai Naya dan tidak ingin sahabatnya itu menangis lagi.
---
Setelah beberapa saat keheningan tercipta, karena Naya memperhatian Nathan dan Caca, Reyhan memperhatikan Naya, dan Alma memperhatikan Reyhan dan Naya, Viola yang tidak diperhatikan oleh siapapun langsung memecah hening dengan suara lantangnya itu.
"Eh ada kodok terbang tuh di langit." Ucap antusias Viola agar sahabatnya mengalihkan pandangan mereka masing-masing.
Dan berhasil, seketika Naya, Reyhan dan Alma melihat ke arah langit.
"Mana ada kodok terbang? Setan lo." Kesal Reyhan.
Seketika Naya, Alma dan yang paling berbahagia Viola tertawa melihat ekspresi Reyhan yang tampak begitu kesal.
Sampai pembawa obat lapar mendatangi mereka membawa beberapa jenis menu yang sudah dipesan tadi. Dengan semangat yang kembali membara mereka menghabiskan makanannya hanya dalam hitungan menit karena sejujurnya mereka sudah lapar sedari tadi.
Suara penanda kekenyangan dari Viola pun menjadi penutup acara makan sushi kali ini. Hal tersebut kembali disambut dengan gelak tawa ketiganya. Merasa terusik dengan suara tawa yang sedari tadi mengganggu pendengaran Nathan diujung depan sana, membuatnya menoleh ke arah sumber suara berisik tadi.
"Naya." Ucap Nathan dalam hati.
Nathan memandang Naya yang tertawa lepas bersama teman-temannya. Dan pandangan itu semakin dalam menggugah rasa rindu sekaligus rasa bersalah di hati Nathan pada sosok Naya yang memang begitu ceria walaupun dengan masalah apapun.
Sementara Naya yang tertawa sedikit mencuri pandangan dimeja Nathan. Entah apa yang diharapkan Naya dengan melihat Nathan tapi ia hanya ingin melihat Nathan. Tapi pandangannya langsung mengarah pada Nathan yang juga sedang memandangnya dari jauh. Pandangan mereka bertemu beberapa saat. Sampai perempuan cantik disebelah Nathan bergelayut manja dilengan Nathan. Membuat Naya tersadar lagi seperti apa Nathan itu. ******** pecinta wanita yang tidak memiliki hati, tanggung jawab, dan bahkan konsistensi.
"Persetan dengan kamu Nathan. Aku sungguh membencimu." Ucap Naya geram dalam hati.
Naya mengalihkan pandangannya lagi pada para sahabatnya itu. Mencoba mencari moodnya lagi disana dengan ikut nimbrung dengan guyonan yang siap dilontarkan oleh para sahabatnya. Dia tidak ingin lagi melihat ke arah Nathan. Tidak akan.
---
Setelah beberapa menit mereka menggunakan waktu untuk beristirahat sejenak agar makanan yang mereka makan dipastikan sudah berada dalam lambung yang paling dalam, mereka pulang dengan diantarkan oleh Reyhan. Dan seperti biasa yang terakhir menjadi penumpang adalah Naya.
Sesaat sebelum Naya membuka pintu mobil karena mereka sudah sampai didepan rumah Naya, Reyhan mengatakan sesuatu pada Naya yang membuatnya tertegun seketika.
"Nay, sebenernya lo ada masalah apa sih sama Nathan?"
__ADS_1
---to be continued