My Unexpected Soulmate (Berantakan)

My Unexpected Soulmate (Berantakan)
Melepas Rindu


__ADS_3

4 tahun kemudian...


Selepas SMA, Naya, Reyhan, Alma dan Viola menjalani kehidupan mereka sendiri-sendiri. Karena mereka kuliah dengan jurusan yang berbeda-beda walaupun masih dalam satu naungan kampus yang sama.


Alma dan Viola sudah tinggal menunggu waktu wisudanya saja yang tinggal hitungan minggu. Sedangkan Reyhan, dia sudah menyelesaikan studinya sejak satu tahun yang lalu. Karena seperti yang kita ketahui, Reyhan adalah lelaki yang pintar tapi hobi sekali berpura-pura bodoh didepan Naya hanya karena ingin Naya duduk sebangku dengan dirinya sewaktu SMA.


Berbeda dengan Naya, yang masih harus menyelesaikan coas nya selama 2 tahun. Barulah Naya resmi menyandang gelar Dokternya.


---


"Reyhan lama banget sih jemputnya? Aku nunggunya capek!" Gerutu Michel teman satu jurusan Reyhan dulu yang sekarang sudah merangkap menjadi pacar Reyhan.


Tebakan Naya di hari dimana mereka melaksanakan ujian masuk perguruan tinggi tepat sasaran. Reyhan memang sedang mendekati Michel yang waktu itu dikenalkan oleh Mama dan Papanya setelah pulang dari perjalanan bisnis. Michel sendiri merupakan putri semata wayang sahabat Papa Reyhan. Dari pandangan pertama saja Reyhan langsung jatuh cinta, entah karena paras Michel yang begitu cantik walaupun masih kalah dengan Naya atau ada hal lain yang membuat Reyhan jatuh hati.


"Iya maaf ya, tadi aku gantiin Papa menemui clientnya dulu." Ucap jujur Reyhan.


"Jangan diulangi lagi." Jawab Michel langsung mendudukan tubuhnya di kursi mobil Reyhan.


Reyhan melajukan dengan cepat mobil hitamnya, karena jika terlambat sedikit saja sudah dipastikan Michel akan marah terhadapnya.


---


Sekarang dirinya sudah ditugaskan sang Papa untuk bekerja di perusahaan Arthur.corp karena Papa Aksa ingin segera pensiun untuk menikmati hari tuanya bersama Mama Chintya, Mama Reyhan.


Reyhan mengambil jurusan Menejemen Bisnis di Universitas yang sama dengan ketiga sahabatnya. Kebetulan sekali Michel yang cantik, dengan hidung yang sangat mancung, kulitnya bersih, dan tingginya yang seperti model yang sudah menjadi kekasih Reyhan sejak awal kuliah juga mengambil jurusan yang sama.


Tinggi tubuh Michel memang sangat serasi jika disandingkan dengan tinggi tubuh Reyhan. Entah apa yang membuat Michel mampu merampok hati Reyhan yang masih newbie dalam hal pacar perpacaran. Mungkin saja karena Michel cantik, tapi jika dilihat-lihat bahkan Naya lebih cantik dari Michel. Tapi kan Naya sahabat Reyhan.


Naya, Alma, Viola dan Reyhan pun sudah jarang sekali berkumpul hanya untuk nongkrong atau melepas rindu. Naya memutuskan untuk fokus pada kuliahnya, dan tidak mau berpacaran lagi. Sedangkan Alma dan Viola disibukkan dengan pekerjaannya, sekarang mereka sedang menjadi pemagang di salah satu anak perusahaan Arthur.corp bahkan Alma dan Viola tidak menyangka bahwa ternyata keluarga Reyhan sekaya raya ini, mengingat begitu banyak anak perusahaan Arthur.corp yang diketahuinya sebagai perusahaan keluarga Reyhan.


Lain halnya dengan Reyhan, sepertinya dirinya disibukan dengan urusan kantor dan juga urusan cintanya. Entahlah yang terpenting mereka tetap saling menyayangi dan berkabar walau hanya melalui pesan singkat di grub whatsappnya yang diberi nama "geng sendok".


---


Jam 09.50 WIB Reyhan dan Michel sampai digedung tempat Michel ada kelas hari ini. Reyhan sangat terkenal dikalangan mahasiswa bahkan dosen sekalipun, mengingat begitu tampan dan pandainya Reyhan. Apalagi jika disandingkan dengan Michel, kekasihnya yang begitu cantik bak model itu.


"Sayang nanti makan siang bareng ya? Aku ada kelas sampai sore." Pinta Michel pada kekasihnya.

__ADS_1


"Nggak bisa, aku harus meeting siang ini. Maaf ya." Jawab Reyhan berbohong karena sebenarnya dirinya ingin sekali menemui ketiga gadisnya dan melepas rindu pada mereka.


Karena semenjak menjalin hubungan dengan Michel, Reyhan sama sekali tidak diberi waktu oleh Michel untuk sekedar menemui sahabatnya. Michel adalah tipe pencemburu dan posesif, tapi karena Michel adalah pacar pertama Reyhan jadi dia selalu tidak mempermasalahkan hal tersebut. Entah mengapa Reyhan sangat dibutakan cinta Michel, entah itu cinta atau hanya sudah terlanjur terbiasa saja. Mungkin sebentar lagi Reyhan akan muak dengan sikap Michel.


"Perusahaan terus diurusin. Aku diambil orang baru tahu rasa kamu." Mood Michel seketika berantakan.


"Ya berarti lo nggak setia." Batin Reyhan.


"Nanti pulangnya aku jemput. Jangan ngambek gitu dong." Rayu Reyhan.


"Janji nggak?" Michel masih dengan nada ketusnya.


"Iya princess." Ucap Reyhan sambil mengusap pucuk kepala Michel membuat Michel langsung menepis tangan Reyhan.


"Berantakan ih. Ya sudah aku masuk dulu ya. Bye." Michel turun dari mobil Reyhan dan berjalan melenggang kedalam kelasnya.


"Nggak ada manis-manisnya tuh cewe." Ucap Reyhan setelah Michel berlalu menuju kelasnya.


---


Karena jarak fakultas Michel dan fakultas Naya begitu dekat, Reyhan memutuskan untuk menghubungi Naya. Siapa tahu Naya ada dikampus sekarang mengingat Naya juga sedang menyelesaikan coas nya disalah satu Rumah Sakit besar yang ternyata keluarga Reyhan juga ikut memiliki andil penting dalam Rumah Sakit tersebut.


Dalam hitungan detik Naya mengangkat telepon Reyhan. Entah karena saking senangnya Reyhan menghubungi atau karena kepencet saja.


"Assalamualaikum. Iya Rey ada apa?" Kata-kata pertama Naya diseberang sana membuat hati Reyhan merasa damai.


"Waalaikumsalam. Lagi dimana Nay?" Tanya Reyhan to the point.


"Lagi dikampus nih, baru banget selesai konsul. Kenapa?" Tanya Naya lagi.


"Oke gue kesana ya? Tungguin." Ucap Reyhan yang langsung menutup penggilannya terhadap Naya.


---


Hanya butuh waktu kurang dari 5 menit, Reyhan sudah turun dari mobilnya dan berlari menghampiri Naya yang sedang duduk disebuah kursi putih panjang didepan sebuah gedung. Tampak Naya yang bersemangat menyambut Reyhan karena sudah lama sejak mereka berkumpul, tepatnya 2 bulan yang lalu Naya tidak pernah bertemu lagi dengan Reyhan.


"Bocil kangen banget gue sama lo." Ucap Reyhan yang sudah membawa Naya ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Sama." Jawab singkat Naya dengan suara pelan seakan menahan sesuatu ditenggorokannya.


Reyhan memberi jarak agar bisa menangkup wajah Naya dengan kedua telapak tangannya.


"Ngapain sih lo?" Ucap Naya sambil mencoba melepaskan wajahnya dari cengkraman tangan Reyhan.


"Diem. Gue cuma mau lihat wajah lo ada yang dioperasi enggak? Karena lo terkenal banget di fakultas sebelah. Katanya ada calon dokter cantik banget namanya Naya." Ucap Reyhan menatap lekat wajah Naya.


Padahal Reyhan sedang berusaha menebus waktu dimana dirinya tidak bisa melihat Naya berbulan-bulan. Walaupun memang benar Naya sangat terkenal dan banyak dibicarakan oleh mahasiswa lain karena kecantikannya itu.


"Apaan sih? Nggak jelas lo! Ih awas." Naya berhasil melepaskan diri dari Reyhan.


"Gue tuh cuma mau lihat lo Nay, memastikan lo baik-baik saja. Galak amat." Reyhan berucap dengan melas.


"Ya ini kan sudah lihat, gue baik-baik saja kan? Ngomong-ngomong ngapain lo ke kampus?" Tanya Naya menyelidik.


"Sengaja. Kangen saja sama lo." Jawab Reyhan dengan cengiran kudanya.


"Dih bohong!" Naya bergidik sambil berjalan mendahului Reyhan yang masih mematung.


"Hehe tadi gue nganterin Michel terus keinget lo." Reyhan menyeimbangi langkah Naya.


Naya menghentikan langkah kakinya. Sedikit terganggu dengan nama Michel.


"Manja banget." Ucap sinis Naya tanpa sadar.


Reyhan sedikit kaget dengan ucapan Naya namun dirinya mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Makanya punya pacar biar lo bisa manja." Reyhan berucap sambil sedikit tertawa.


Naya hanya menatapnya dengan tatapan tajam.


"Eh bukannya gitu Nay. Hehe. Em yuk gue anterin balik." Reyhan mengalihkan topik pembicaraan.


"Kumpul dulu yuk sama anak-anak. Kebetulan gue udah free hari ini." Ajak Naya.


"Lo kabarin anak-anak di cafe biasanya saja. Kita kesana sekarang." Ajak Reyhan menarik tangan Naya menuju mobilnya berada.

__ADS_1


---to be continued


__ADS_2