My Unexpected Soulmate (Berantakan)

My Unexpected Soulmate (Berantakan)
Satnight or Sadnight?


__ADS_3

Satnight kali ini menjadi satnight yang mendebarkan untuk Naya maupun Reyhan. Bagaimana tidak? Besok pagi-pagi sekali, mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Acara pernikahan akan digelar pada pukul 08.00 WIB tepat.


Bahkan kini seluruh keluarga besar Tuan Aksa Arthur dan Tuan Reino Wibawa berada didalam hotel tempat dimana akan diselenggarakan acara pernikahan putra putrinya. Tidak ketinggalan dengan Alma dan Viola yang saat ini sedang berada di kamar milik Naya untuk melepas status Naya yang lajang dan akan berubah menjadi seorang istri Reyhan. Memang terasa menggelikan untuk Alma dan Viola.


"Lo nggak deg-deg an apa gimana Nay? Gue lihatnya lo biasa-biasa saja nggak kayak calon pengantin pada umumnya." Celoteh Viola yang sekarang sedang tiduran di rajang besar dikamar Naya.


"Gue juga nggak ngerti Vi. Lo tahu nggak? Gue ini mimpinya panjang banget, nggak bangun-bangun." Ucap Naya yang merasa dirinya masih sedang bermimpi.


Alma dan Viola beradu pandang untuk sesaat sebelum mereka meledakan tawanya.


"Nay lo besok sudah dinikahin Reyhan, dan lo masih mengira kalau ini semua cuma mimpi? Kocak lo hahaha." Ucap Alma, bahkan Viola tidak bisa berkata apa-apa selain mengeluarkan tawanya.


"Gue bingung, kanapa gue bisa dilamar dan nikah sama Reyhan? Kenapa lagi gue ngikutin alurnya begitu saja? Ahhhhh." Ucap Naya frustasi.


"Itu artinya lo beneran sayang dan mau dinikahin sama Reyhan. Lo nggak ada penolakan sama sekali Nay." Ucap Viola bersungguh-sungguh.


"Tumben banget lo bener." Ucap Alma membenarkan Viola.


"Tapi gue jahat banget ya? Coba deh kalian bayangin bagaimana perasaan Michel saat ini?" Tutur Naya karena selama ini Michel selalu menggangu pikirannya.


"Lo nggak peka apa gimana sih Nay? Dia nggak serius sama Reyhan. Dia masih bocah yang maunya main-main doang." Jelas Alma karena memang selama ini terlihat jelas Michel hanya bermain dengan Reyhan.


Bahkan sering sekali Michel terlihat sedang bersama lelaki lain yang hanya teman, begitu katanya.


"Emmm..."


Tok tok tok


"Naya kamu dilulur dulu ya? Mama sudah siapkan perawatan kamu untuk malam ini." Ucap Mama Chintya ketika memasuki kamar Naya bersama dengan dua orang perempuan yang sudah sedang membawa segala peralatan untuk perawatan kecantikan.


"Eh tante, tidak usah repot-repot tante." Ucap Naya tidak enak.


"Mama Naya bukan tante. Sudahlah besok adalah hari bahagiamu, kamu harus terlihat 1000 kali lebih cantik. Oh iya, Alma Viola bisa tinggalkan Naya dulu? Kalian lanjutkan ngobrolnya setelah acara perikahan Naya ya?" Mama Chintya mengusir halus Alma dan Viola.


"Siap tante. Kita balik ke kamar dulu ya Nay. Permisi tante."

__ADS_1


Mama Chintya menanggapi dengan seulas senyuman. Setelah Alma dan Viola menghilang, Mama Chintya pun menyuruh kedua pegawai salon terbaik itu untuk melakukan tugasnya. Naya hanya pasrah saja dan menurut dengan Mama Chintya.


"Mama tinggal ya Nay. Sampai jumpa besok pagi." Ucap Mama Chintya meninggalkan Naya yang sedang dipijat.


"Iya tan eh Ma. Terima kasih, selamat beristirahat Ma." Ucapan selamat malam Naya ditanggapi dengan senyuman tulus Mama Chintya.


"Enak juga ya pijitan mbaknya." Akhirnya Naya menikmati juga perawatan dari Mama mertuanya itu.


---


Tok tok tok


Sekarang giliran kamar Reyhan yang diketuk oleh Mama Chintya. Terlihat Reyhan sedang duduk bersama Brian yang merupakan asisten pribadi, sekretaris, dan sahabat kecil Reyhan.


"Rey kamu itu besok menikah, kenapa masih menumpuk kertas-kertas yang bikin pusing dimeja ini?" Ucap Mama Chintya langsung menunjuk tumpukan berkas dimeja yang masih ditanda tangani oleh Reyhan.


"Iya ini juga hampir selesai Ma." Ucap Reyhan tidak mengalihkan pandangannya.


"Kamu juga Brian, kenapa kamu membawa pekerjaan kesini? Tidak sopan sama sekali." Ucap ketus Mama Chintya melipat tangannya diatas perutnya.


"Maaf nyonya, Tuan Reyhan yang memerintahkan saya." Ucap sopan Brian karena sekarang dirinya sedang bekerja lembur.


"Mama cuma mau memastikan kamu tidur secepatnya. Brian kembalilah ke kamarmu. Dan kamu Reyhan tidurlah." Perintah Mama Chintya yang sangat heboh dengan acara besok pagi.


"Baik Tante, saya permisi dulu." Ucap sopan Brian meninggalkan kamar Reyhan.


Sekarang dirinya sudah selesai bekerja. Jadi panggilannya juga otomatis akan berubah. Mungkin terlihat sedikit aneh, tetapi hal tersebut sudah terjadi bertahun-tahun sejak Brian bekerja dengan Reyhan.


Setelah Brian menutup kembali pintu kamar Reyhan, Mama Chintya kembali memperingatkan Reyhan untuk segera tidur agar besok tenaganya terjaga.


---


Sementara itu, digelapnya malam Michel masih berada di salah satu bar ternama bersama dengan sahabatnya disana.


"Ayolah Michel cerita! Kamu kenapa?" Tanya sahabat Michel karena dari tadi Michel hanya diam saja dan memaksa ingin dicarikan pasangan saat itu juga.

__ADS_1


"Kalau lo nggak bisa kasih gue temen buat besok pagi, gue nggak bakal cerita." Ucap Michel meneguk minuman dengan kadar alkohol rendah.


Sahabat Michel hanya mampu menggelengkan kepala melihat tingkah Michel yang selalu seenaknya sendiri. Tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri mereka berdua.


"Sayang sudah larut malam. Ayo pulang." Ucap Nathan pada Caca yang sudah berada disamping Caca untuk menjemputnya pulang, sesuai dengan janji mereka tadi.


Bahkan saat ini, Caca sudah menikah dengan Nathan. Benar, Caca lah sahabat Michel yang sedang menemani kegalauannya malam ini.


"Ayolah Michel, kita pulang saja. Ini sudah larut malam." Tutur Caca lembut.


"Mending lo berdua aja lah temenin gue ke nikahan Reyhan." Ucap Michel mengagetkan Caca.


Selama ini Caca hanya tahu tentang Reyhan melalui cerita Michel, dan dirinya sudah lama tidak mendengar cerita Reyhan lagi. Sehingga wajar saja jika Caca kaget mendengar kabar bahwa Reyhan akan menikah, tapi Michel hanya menjadi tamu undangan.


"Maksud kamu gimana sih Chel?" Tanya Caca penasaran.


Bahkan Nathan pun ikut tertarik dengan cerita Michel karena merasa nama Reyhan tidak asing ditelinga Nathan.


"Caaa Reyhan bakal nikah sama Naya. Sahabat konyolnya itu. Dan gue dipaksa sama Mami dan Papi buat dateng ke acara itu. Gue nggak mau kesana sendiri, gue butuh pendamping biar nggak kalah gengsi." Akhirnya Michel mengatakan semuanya.


Nathan begitu terkesiap mendengar penuturan Michel, benar saja firasatnya. Yang dibicarakan oleh Michel saat ini adalah Naya mantan kekasihnya dan Reyhan sahabat Naya yang sudah memukul Nathan tempo hari itu.


Ada rasa sedikit tidak suka dihati Nathan, padahal sudah lama sekali rasanya dirinya tidak pernah bertemu ataupun berhubungan lagi dengan Naya.


"Michel, gue bisa bantu lo. Asal Caca mengizinkan saja." Ucap Nathan menatap Caca.


"Kamu mau temenin Michel kesana sayang?" Tanya Caca memastikan.


"Kalau kamu tidak keberatan aku akan menemani Michel. Kasihan sekali dia, jika kita menemani Michel berdua apa bedanya dengan Mami dan Papi Michel yang datang bersama? Tetap saja Michel tidak punya pasangan." Jelas Nathan panjang lebar.


"Jadi lo mau jadi pasangan pura-pura gue?" Tanya Michel kegirangan.


Kemudian Michel dan Nathan menatap Caca bersamaan. Menunggu persetujuan dari Caca.


"Baiklah-baiklah. Jangan diapa-apain suamiku." Ucap Caca dengan iklas melepas Nathan menemani sahabatnya besok.

__ADS_1


"Yeaaaayyyy." Michel yang kegirangan langsung memeluk tubuh Caca.


"Naya gue akan bawa kado terindah buat lo besok." Nathan mengulas senyum licik disana.


__ADS_2