
"Ummah zahra mau pulang ini juga sudah larut malam" ucap zahra kepada ummah nisa
"Eh iya, ga tidur di sini saja nak?" tawar ummah nisa
"Lain kali aja ummah" tolak zahra
"yasudah kalo begitu, bik ijah pangil aisyah bilangiin zahra mau pulang sekalian anter" ucap ummah nisa kepada bik ijah
"baik nyonya" jawab bik ijah dan langsung pergi ke kamar aisyah memangilnya
"bibi gimana kalo zahra pulang nya sama saya saja sekalian rumah saya dan rumah zahra 1 arah" tawar zeen untuk mengoda azam lagi
"Ga perlu" tolak azam dengan cepat
"kenapa?" tanya zeen lagi
azam tak menjawab dia hanya melirik ke arah daniel, dan daniel mengerti maksud dari azam, sebelum daniel berbicara zeen kembali bicara lagi, sedangkan ummah nisa hanya geleng2 kepala melihat tigkah laku zeen
"gimana zahra kamu mau kan aku anter?" ajak zeen lagi kepada zahra
zahra bingung harus menolak zeen dgn cara apa, tidak enak kalo zahra menolak zeen ahirnya azam yang berbicara dari tadi dia puas menshan emosinya
"Tidak perlu, biar aku yang mengantarnya pulang" ucap azam dgn tegas dan emosi yg meronta-ronta
"benar, aku pulang nanti di anter sama mas zam saja" tawar zahra
__ADS_1
"eh tapi......." belum selesai zeen berbicara daniel terlebih dahulu menyeret zeen kelluar
"Bibi, bilang sama paman kami pulang...ayo" pamit daniel kepada ummah nisa sambil menyeret tangan zeen
setelah habis pertengkaran di ruang tamu dan daniel berserta zeen pulang kini bik ijah datang seorang diri
"Maaf nyonya, non aisyah bilang dia pusing jadi ga bisa ikut nganter non zahra" ucap bik ijah
"Zahra gimana, aisyah tiba2 pusing atau kamu mau nginep aja" tawar ummah nisa
"lain kali aja ummah, tadi juga belum izin sama Abi" tolak zahra dgn lembut
"yasudah kalo begitu. zam kamu anter zahra pulang," titah ummahnya
azam tak menjawab dan dia langsung pergi mengambil kunci mobil dan keluar begitu saja tanpa berkata apaapa
"ummah zahrah pulang dulu ya" pamit zahra sambil mencium pungung tangan ummah nisa dan di angui olrh ummah nisa
di dalam mobil sudah ada azam yg duduk di depan, zahra pun duduk di belakang, azam hanya melirik zahra lewat kaca dan merasa kesal atas sikap zahra
Hening beberapa saat tak ada yang berbicara, zahra pun bingung kenapa azam belum juga memajukan mobilnya, apakah dia menungguh aisyah, tapi aisyah kan pusing dan azam pun tau_ batin zahra
"Maaf mas, apakah masih ada yang di tunguh" tanya zahra
"tidak" jawab azam singkat
__ADS_1
"Apakah mobil nya rusak?" tanya zahra memastikan lagi
"tidak" jawab azam lagi dengan singkat, membuat zahra kesal atas sikap azam yang bicara seperti itu
"terus kenapa belum jalan juga" tanya zahra yang mulai kesal kepada azam
"saya kan bukan supir, terus kenapa kamu duduk di belakang?" ucap azam yang merasa kesal kepada zahra
"Astaghfirullah, Cuma gara2 hal sepele, saya pulang jadi tertunda" ketus zahrah dgn raut wajah lemes "Ga enak kalo syaa duduk di depan nanti jadi fitnah" ucap zahra lagi
"ga ada yang bakal fitnah lagian ini malam ga ada yang tau, kecuali kamu nempel2 " senyum azam dgn cengegesan sambil melirik zahra
" Maaf yah mas, mas pikir aku wanita yang seperti itu"
ucap zahra dgn kesal sambil membuka pintu dan membantingnya
Kini zahra sudah duduk di samping azam, dan azam pun melajukan mobilnya, di tengah-tengah perjalanan tidak ada yang berbicara semua nya diam dan membisu
Sampai lah mereka di rumah zahra, azam pun ikut masuk, setelah mengantar zahra dan berpamitan samakedua orang tua zahra azam pun pulang
1 bulan kemudian
......................
heppy rending guys
__ADS_1
semoga sehat terus Aamiin