My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
!


__ADS_3

Setelah kepergian zeen, tak lama dari itu, zahra pun pamit kepada fahri untuk segera pulang


" Sepertinya aku juga harus segera pulang nih, smapai jumpa lagi fahri" pamit zahra dan langsung bergegas pergi, namun suara fahri lagi2 menghentikan langkah zahra


" tunguh zahra, boleh kah aku mengatar mu pulang, plis kali ini aku tak mau menerimah penolakan" titah fahri dgn penuh harap


zahra terdiam sejenak, sambil berfikir-fikir dan kembali melihat ke arah fahri "Baiklah" ucap zahra dan di sertai senyum manis nya


fahri yang mendengar nya begitu bahagia karna baru pertama kali ini zahra tak menolak ajakannya biasanya di turki zahra selalu punya cara menolak ajakan fahri


mereka pun memasuki mobil dgn fahri membukakan pintu untuk zahra, " Zahra " ucap fahri dgn lirih


zahra pun menoleh ke arah fahri " iya " jawab zahra, tapi fahri masih ragu-ragu mengatakan apa yg ingin dia katakan sejak tadi


"ga jadi" ucap fahri dgn singkat


"kalo ada apa2 cerita aja" ucap zahra di sertai senyum yang menghangatkan bagi fahri


"duh zahra jika sikap mu terus2 begini seperti nya aku ga bisa lepas dari kamu_batin fahri"


fahri dgn gugup mengalihkan pembicaraan "ifah, alamat rumah kamu masih alamat yg lama kn" tutur fahri


"ihh udah lama banget aku ga denger orang pangil aku dgn sebutan ifah," tutur zahra sambil tersenyum


"iya, pangilan itu cuma aku yg berhak memangil kamu dgn sebutan ifah titik" ucap fahri dgn penuh penekanan tapi terlihat seperti bercanda


"ih kamu yah ga perna berubah, selalu memaksa kehendak" ucap zahra sambil tertawa


"ya gak mungkin aku berubah zahra, aku masih org yg smaa yg selalu setia mencintaimu_batin fahri"


"Alamat kamu masih alamt yg lama kan?" tanya fahri lagi


"eh..engak sekarang alamt ny di jln.xxx" tutur zahra


"rumah baru nih" ucap fahri dgn senyuman kecil


"alhamdulillah" jawab zahra


setelah berbincang-bincang akhir nya mereka sampai di mansion besar nan megah itu "fahri mau mampir ga" ucap zahra yg sudah keluar dari mobil


"lain kali aja, ifah aku masih ada sedikit urusan" ucap fahri dari dalam mobil dan di anguki oleh zahra, fahri pun pamit zahra terus melihat mobil fahri yg semakin menjauh itu


zahra tak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yg mengawasinya di balik jendela kamar tersebut, seorang itu hanya mampu menahan amara dan rasa kesal nya sjaa melihat istri nya di antar oleh pria asing


sampai ahirnya zahra masuk ke mansions nya

__ADS_1


mansions besar itu masih terlihat sepi dan sunyi "apakah ART belum datang" tutur zahra sambil melihat kesana kemari


zahra pun segera naik ke lantai atas mengunakan tanga liftnya, sesampainya di depan pintu zahra lagsung membuka gangang pintu dia melihat dgn kaget azam yg duduk di sofa dgn muka yg datar dan terlihat seperti sedang kesal


zahra pun memberanikan diri mendekat ke arah azam dan mengulur kan tangan nya untuk mencium pungung tangan azam, tapi azam dgn cepat berdiri dan mengabaikan tangan zahra,


zahra yg merasa di acuhkan bertanya2 apakah dia punya salah, zahra terus saja di penuhi segudang pertanyaan, tapi sepertinya aku ga punya salah deh monolog zahra


zahra pun melanjutkan aktivitas nya, setelah bersih2 kini zahra pergi kedapur tapi sebelum pergi ke dalur zahra sempat meghampiri azam di ruang kerjanya


tok


tok


tok


suara ketukan pintu, azam yg mendengar nya dgn segera pura-pura lagi melihat dokumen2 nya, zahra yg tidak mendengar adanya sahutan dari dalam ruang kerja tersebut memberanikan diri masuk


Zahra yg baru masuk dan melihat azam yg masih sibuk dgn dokumennya, meghampiri azam "Mas, ARTnya ga jadi datang ya?" tanya zahra dgn suara lembutnya


"gak" jawaban singkat dan penuh penegasan dari azam.


"Kenapa? bukannya mas bilang, ha_" ucapan zahra terpotong


"aku sengaja, memutuskan tidak jadi menerimah ART" titah azam


"Kamu kan ada, untuk megurus rumah tangan lagian itu sudah jadi tugas seorang istri" tutur azam yg masih sibuk dgn tumpukan beberapa dokumen di atas mejanya itu


"Iya itu memang tugas zahra, tapi mansions sebesar ini zahra ga yakin zahra bisa mengurus nya tanpa bantuan seseorang, belum lagi zahra harus masak Membereskan rumah, mencuci pakaian, mengurus taman, mas ga kasihan sama zahra?" tanya zahra dgn memasang wajah memelas


"Soal petugas kebersihan, pengurus taman dan lain2 nya daniel sudah menyiapkannya mereka akan berkerja pada waktunya dan akan pulang jika tugas mereka selesai" titah azam dgn cepat " tapi memasak di dapur tetap tugas kamu" ucap azam lagi


zahra hanya menganguk paham toh gak papa lagian kan cuma pagi dan sore, " dan 1 lagi, mulai sekarang kamu ga aku izinin pergi ke manapun" perintah azam


"ya ga bisa begitu mas, zahra masih punya tangung jawab sama restoran dan perkerjaan zahra" ucap zahra dgn lembut


" kamu ini jadi istri selalu ngebantah suami " ucap azam yg mulai kesal karna perintahnya tak diindahkan oleh zahra


" bukan begitu mas, tap_" ucap zahra terpotong


" soal restoran kn sudah ada melinda yg akan meghandle semuanya, dan soal perkerjaan akan aku pertimbangkan lagi" ucap azam dan kembali melihat2 dokumnya


zahra hanya bisa pasrah mendengar perintah azam yg tidak terima penolakan itu " ya sudah jika itu yg terbaik untuk mas azam, zahra dgn sepenuh hati akan mengikuti semua perintah mas azam" ucap zahra dgn suara lembut nya


hening beberapa saat......

__ADS_1


" tadi siapa saja yg kamu temui? " tanya azam penuh selidik tapi masih terlihat santai


"zahra tdi ketemu klien" ucap zahra


"lalu" ucap azam


"setelah itu, saya pergi kerestoran, bertemu melinda, para pelangan dan para pelayan juga" ucap zahra dgn nada agak sedikit serius


"lalu" tanya azam lagi, zahra berfikir2 dan bingung sama perkataan azam " ga ada mas" ucap zahra dgn cepat


"Lalu siapa pria yang sempat mengobrol di restoran mu tadi?" tanya azam yg mulai emosi kala mengingat zahra bersama pria lain


" oh... itu fahri temen zahra kuliah di turki" tutur zahra dgn suara lembut nya


azam mengebrrak meja nya dgn kencang sehingga zahra terperanga kaget " Mulai sekarang kamu ga boleh ketemu mau pun berbicara sama dia lagi" perintah azam dgn suara tegasnya


belum sempat zahra mengatakan perkataannya azam terlebih dahulu dgn emosi yang masih membara meningalkan zahra mematung di dalam ruang kerjanya itu


" dasar suami nyebeliin, lagian apa salah nya toh aku lebih dulu mengenal fahri di banding mengenal nya " umpat zahra


**


di tempat lain seorang pria blasteran pakistan kini tengah menikmati senja di atas mansionsnya, tak lama setelah itu ponsel milik nya berbunyi


drett...drett dret


"Halo mah" ucap nya kepada wanita paruh baya yg berada di luar negri tersebut


"Fahri apakah kamu sudah memikirkan permintaan mama tempo minggu lalu?" ucap nya


"mama sabaran dikit, sekarang fahri sudah menemukannya, tingal minta restu orang tuanya saja, doa kan saja fahri semoga berhasil" ucapn fahri kepada ibunya


" Aamiin, mama tunguh kabar baik nya, secepatnya fahri" ucap mamanya di ahir kalimat


**


kini zahra sudah selesai memasak, dia tingal memangil azam saja, "Mas ayo makan" ajak zahra kepada azam yg mendudukn tubuh nya ke sofa


tapi azam lagi2 mengacuhkan ucapan zahra


"Mas" pekik zahra lagu


"aku tidak lapar," ucap azam dan segera naik ke lantai atas, zahra yg kebingungan sama sikap azam , segera mengekor di belakang mobil


..................

__ADS_1


heppy rending


__ADS_2