My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
(>


__ADS_3

Masih dalam lingkungan pesantren,


Hari ini Akan di adahkan acara tausiyah di pesantren semua santriwan dan santriwati serta para ustad dan ustadzah pesantren itu,


tengah sibuk dan berkumpul di aula masjid yang sangat besar tersebut, zahra pun sudah berada di dalam masjid bersama ummah nya dan para ustadzah lainnya


sudah 30 menit mereka menunguh di dlaam aula masjid tapi acara nya belum juga di mulai, ada salh satu santriwati yang duduk bersebelahan dgn zahra


dia menatap kagum zahra, pasal nya dia baru pertama kali melihat zahra


Santriwati : "Punten mbak, santri baru?" tanya nya kepada zahra dgn senyum ramahnya


zahra yang mendengar pertanyaan itu pun, hanya tersenyum kecil sambil mengangukan kepala nya tanda ia santri baru di pesantern itu


Santriwati : "oooalah mbak, pantesan, wajah mbak iki loh ayu tenan" pujinya kepada zahra


lagi-lagi zahra hanya tersenyum ramah terhadap santri abah nya tersebut!


Santriwati : "kenaliin Risna ayu, biasa di pangil ina" ucap nya memperkenalkan diri


Zahra : "Salam kenal ina, Latifah qayla azzahra, biasa di pangil zahra " ucap zahra juga seraya memperkenalkan diri


Ina : "masya allah, nama nya cantik seperti orangnya" ucap risna memuji zahra


zahra : "Alhamdulillah, terimah kasih ina, kamu juga" ucap zahra


risna tersenyum kala zahra juga memujinya


ina : "baru berapa hari kamu mondok, soal nya saya baru melihat kamu" tanya ina


zahra : "kemarin" ucap zahra singkat


ina : "beruntung banget, mondok baru kemarin, kamu tau ga nanti siapa yang cermaahnya?" tanya nya kepada zahra


zahra hanya mengeleng tanda tidak tau

__ADS_1


ina : "pencermaah kita hari ini gus pondok pesantren ini, beliau juga seorang ustad, dan juga seorang CEO wah keren banget kan 1 orong 3 jabatan, heemmm paket lengkap" tutur nya dgn wajah senyum2


zahra : "ohhh" ucap nya singkat pasal nya dia tau kalo azam yg bakal jadi penceremah hari ini karan tadi di kamar azam sempat memberitahunya


ina : "kamu belum aja melihat dia, asli ra, ganteng nya masya allah baget, terus suara nya merdu, belum lagi wajah nya itu berkharisma banget, paket lengkap banget deh gus ahmad" ucap nyaa lagi


Zahra bingung dgn sebutan gus ahmad, apakah abah nya punya putra lain selain azam, atau mungkin pesantren ini hanya separuh milik abahnya, atau bisa jadi abah nya mengangkat org lain sebagai putra ke 2nya


pikiran demi pikiran terus menghujani perasaan penasaran zhara


Zahra : "ina, tdi kamu bilang gus ahmad? kn" tanyanya penasaran


ina : "iya ra, gus pesantren ini, tapi memang sih jarang kepesantren bahkan orang2 banyak yg tidak mengenal beliau tapi nama dan ketampana serta kharismah nya tersebar luas di pesantren ini, dan sayangnya nya cuek banget orangnya" ucap nya


Zahra : "ohhh" zahra hanya berooh ria "nama lengkapnya siapa? ina kalo boleh tau" ucapnya lagi


ina : "kalo ga salah, Ahmad alzam amani, ra" ucap nya seraya mikir2


zahra hanya menganguk dan tersenyum ternyata azam di pesantren abah nya di kenal dgn nama ahmad


zahra hanya menganguk paham


beberapa menit kemudian dtng lah beberapa santri dan ustad serta di belakangnya ada azam yg masuk secara bergantian


dan para santriwati ikut heboh saat azam mulai memasuki aula masjid tersebut....


"*eh lihat itu, ustad ahmad, ganteng banget"


"iya, masya allah, nambah gnteng aja"


"rinduku terobati"


"benar-benar. sempurnah ciptaan allah"


"fabiayyiallah irabikumatukazibah*"

__ADS_1


ucapan para santri yg kagum ke pada azam, sementara zahra yg mendengar ucpa para santri hanaya memasang wajah tersenyum,


tidak dapat dipungkiri azam memang tampaan, berkharismah, sehingah siapa saja yg melihat nya terpesona termasuk para kaum hawa


selang beberapa saat acara pun di mulai, azam kemudian mulai mengucapakan kata sambutan serta dan di lanjut dgn memulai tausiyah nya


tapi entah mengapa tausiyah azam kali ini begitu gugup dan cangung untuk nya, entah mengapa dia pun tak pokus menyampaikan kata2 nya sehinga mendapat teguran dari sang abah


Azam : "mo....mohon maaf sebelum nya, bisahkah para ja..jamaah menundukan pandangan" ucap azam dgn suara terbata2 dan menunduk


dan itu berhasil membuat seisi aula kebingungan oasal nya baru pertama kali ini ustad azam merasa gugup dan malu bukan hanya para santri dan santriwati tetapi juga para ustad dan ustadzah juga kebingungan, salah satu ustad menghampiri azam


ustad ridwan : "Ada apa gus? apa ada yang membuat gus ahmad tidak nyaman?" tanya ustad ridwan kepada azam


azam : "hem iya ustad, saya sendiri tidak tau mengapa saya merasa gugup dan cangung seperti ini" titah azam dgn keringat bercucuran


ustad ridwan : "astaghafirullah, mengapa antum jadi berkeringat dan gemetar seperti ini gus, apakah antum sedang sakit?" tanya ustad ridwan merasa khawatir


Azam : "tidak ustad," ucap azam sambil mengelap keringat di dahinnya


Ustad ridwan : "lantas apa sebabnya gus menyuruh para jamaah menundukan pandangnnya?" tanya ustd ridwan


azam melirik para jaamah, dan mendapati sosok yang sedari tadi terus menatapnnya tanpa henti dgn senyum terus mengembang yang berhasil membuat sosok azam gugup siapa lagi kalo bukan zahra


author said : ohh pantesan azam gugup😂🤣


ustad ridwan : "gus" ucap ustad ridwan berhasil membuyarkan lamunan azam


azam : "eh iya ustad" ucap azam gugup


"awas aja ya zahra, berani2 nya membuat seorang azam gugup " batin azam sambil *menatap tajam zahra


......................


heppy reading guys sorry author baru up*

__ADS_1


__ADS_2