
mereka pun menghampiri wanita paruh baya yg duduk manis di kursi roda dgn bibir tersenyum mengembang
Pria p baya : "ustad ini istri saya," ucap pria paruh baya itu sembari merangkul pundak sang istri
azam dan zahra tersenyum sambil melirik wanita paruh baya itu, dan di persilakan duduk oleh pria paruh baya itu, mereka pun duduk
setelah beberapa menit mengobrol, sang wanita paruh baya itu bertanya kepada zahra
Wanita p baya : "Kalian berdua suami istri?" tanya sang wanita paruh baya itu, dan berhasil membuat azam menatap zahra dan wanita paruh baya itu dgn bergantian
zahra : "iya bibik" ucap zahra lembut di sertai senyum
wanita p baya : "Kalian pasangan yang sangat serasi, tapi kenapa pernikahan ustad azam ga ada di siaran televisi?" tanya sang wanita itu
azam : "iya memang sengaja ga di publik, dan pernikahan kami ini banyak juga yang tidak tau" ucap azam menjelaskan
pria p baya : "wah ustad, kalo begitu ustad harus hati2, secara istri ustad ini sangat cantik pasti banyak di luar sana yang menginginkan nya, tadi juga saya dan istri sempat memperhatikan perdebatan kalian bersama pria tadi, seperti nya pria itu menyukai istri ustad" ucap pria paruh baya itu
belum sempat azam membuka mulut nya zahra terlebih dahulu memegang tangan azam di bawah meja
Zahra : "hahah, terimah kasih paman atas pujiannya, in syaa allah minggu depan kami akan mengadakan acara resepsi pernikahan, pamam dan bibik jika ada waktu silakan datang keacara kami," tutur zahara
wanita p baya : "alhamdulillah pak, kita dapat undangan secara langsung dari istri ustad" ucap wanita itu dgn bahagia
wanita p baya : "satu lagi ustad, jika kalian tidak keberatan, boleh saya dan suami syaa poto bareng ustad dan istri ustad?" tanya wanita itu penuh harap
zahra : "boleh buk" ucap zahra tersenyum manis
mereka pun berpoto, setelah itu azam dan zahra pulang terlebih dahulu, singkat cerita mereka sudah sampai di mansions nya, tapi zahra kembali heran pasall nya wajah azam kembali cemberut, dan seakan2 ingin marah
beberapa kali zahra mencoba mengajak azam bicara tapi azam hanya diam dgn sejuta misteri, yang sama sekali tidak orang ketahui, sampai akhirnya azam naik ke lantai atas, dan zahra masih mematung di tempat sambil melihat kepergian azam
"mas azam kenapa ya, perasaan di restoran tadi baik2 saja, aku juga ga ngelakuiin kesalahan yang membuat mood mas azam buruk, atau mungkin mas azam masih marah sama kejadian di restoran tadi, tapi, ah ga mungkin, tadi ngobrol sama fans nya baik2 aja, ah ga tau lah, emang suami nyebeliin suka bikin istri naik darah_ucap zahra bermonolog"
sampai akhirnya, zahra memutuskan untuk memasak, setelah memasak zahra menunguh azam turun sambil duduk di sofa dan memainkan ponselnya
zahra membuka sosmet nya tanpa sengaja ada salah satu fans azam yang mengefost foto azam di akun nya dgn hastag #My ustad, my idol, aduhhh ganteng banget ustad azam meleh deh melihat nya
dan di sertai emoji saranghe, zahra yang membacca nya tersenyum saja dan kembali melihat poto azam yg di fost salah satu fansnya tersebut
"Masya allah, mas suami ini memang bener2 tampan, ga nyagkah dia suamiku, terimah kasih ya rabb, atas pilihan dan kehendak mu, aku sangat bersyukur, ya walau mas azam nyebeliin" ucap zahra
zahra masih memandang poto azam dgn lekat dan sambil tersenyum manis, semntara itu azam yang sudah turun dari lantai atas menatap zahra dgn tatapan tajam
"kenapa dia tersenyum seperti itu, pasti lagi chatan sama pria yg bukan mahram nya itu, awas saja kalo bener_pikir azam dgn wajah penuh amarah
__ADS_1
hem
azam berdehem membuat zahra tersadar dan langsung berdiri dgb raut wajah datar dan malas azam menatap zahra
azam : "lagi chatan sama siapa?" tanya azam tegass
zahra : "hah? maksudnya mas?" tanya zahra yg bingung
azam : "ga jadi, walau aku bertanya pun kamu pasti tidak mau kasih tau" ucap azam.
zahra : "beberan mas, zahra ga ngerti mas maksud mas az..." ucap zahra terpotong
azam : " saya lapar " ucap azam dan langsung pergi ke dapur
zahra hanya memandangi azam dgn muka malas, setelah itu dia menyusul azam pergi kedapur, mereka berdua menikamati makan malam nya dgn santai tanpa obrolan, setelah selesai makan malam azam pergi ke ruang tamu sambil membuka laptop milik nya
zahra masih sibuk di dapur, dia pun sempat menoleh azam yang masih sibuk dgn laptop nya tersebutt, setelah selesai membereskan dapur, zahra menyusull azam yg berada di ruang tamu tersebut sambil membawah, secangkir kopi dan beberapa cemilaan untuk azam
Zahra : "Mas ini kopi nya" ucap zahra sambil meletakan nya di atas meja
azam tak menyahut dia tetap fokus sama laptop nya tersebut
Zahra : "Mas lagi banyak kerjaan?" tanya zahra, yang melihat azam sangat pokus
masih tetap sama azam tak membalas pertannyaan zahra dia hanya diam seolah-olah tidak ada yang berbicara, zahra yang sedari tadi terus menerus di cuek kan azam, merasa kesall
zahra : "Mas kenapa sih? kalo zahra punya salah seharusnnya mas bilang, jangan mendiami zahra seperti ini," ucap zahra dgn raut muka cemberutt
tanpa sadar air mata nya mengalirr, dia berusaha menghapus air mata nya tapi lagi-lagi air mata nya jatuh, azam yang melirik Zahra pun, bertanya
azam : "Kenapa kamu menangis?" tanya azam
zahra tak menjawab pertanyaan azam dia terus berusaha menahan air mata nya agar tidak jatuh, azam pun bangkit dari duduk nya dan mendekat ke arah zahra sambil memegang pundak zahra
azam : "kamu kenapa dek?" tanya azam serius
zahra kembali tidak menjawab pertanyaan azam dia malah menagis, azam pun langsung memeluk tubuh zahra kedalam dekapannya nya sambil mengelus kepala zahra dgn lembut
Zahra : "Mas azam, jahat, zahra ga suka kalo zahra di acuhkan, abi saja tidak pernah mengacuhkan zahra" ucap zahra dgn segugukan
azam : "yaudah iya, mas azam minta maaf, di cuekin begitu saja langsung ambil hati, coba kamu di posisi saya, melihat dgn sendiri istri nya bersama pria lain" ucap azam lagi dgn nada sedikit kesal
zahra : "Maksud mas azam, mas cemburu?" tanya zahra yang mulai melepaskan pelukaan azam sambil menghapus air matanya
azam hanya berdehem, dan zahra tersenyum kecil
setelah itu azam membereskan perkerjaan nya dan mengajak zahra untuk ke kamar, karna mau tidur
__ADS_1
zahra pun mengekor di belakang azam, saat tiba di dalam kamar azam menyuruh zahra tuntuk duduk di sisi ranjangnya
azam : "Dek, kita kan suami istri" ucap azam dan zahra hanya menyimak
azam : "Kamu mau kan dapet pahala, dgn melayani suami mu, lagi pula kita pasangan halal, belum lagi kita belum melakukan malam pertama, dan...boleh kah mas meminta hak mas sebagai suami?" tanya azam sambil memegang tangan zahra
deg
zahra yang mendengar nya menjadi gelisa dan mendadak keringat halus dan wajah nya pun mulai tegang, bukan nya tidak mau memberikan hak kepada azam tapi memang zahra belum siap
merasa tak mendapat jawaban dari zahra azam mulai mendekat ke arah zahra sambil mengelus kepala zahra dgn lembut
azam : "boleh?" tanya azam lagi
zahra : "Ma..maaf m...mas, zaa.......zahra bukannya tidak mau, tapii..." ucap zahra gugup dan terpotong
azam : "tapi apa?" tanya azam lagi dgn nada seriuss
zahra yang melihat manik mata azam senduh ada rasa tak tega menolak permintaan sang suaminya itu
zahra : "untuk saat ini zahra benar2 minta maaf mas, zahra pasti akan meberikan hak untuk mas azam, tapi kalo hari ini zahra ga bisa" ucap zahra lagi
azam : "iya ga bisa nya kenapa?" tanya azam mulai melemah pasal nya azam pikir zahra tidak sudih di sentuh oleh nya
zahra berusaha mengatakannya kepada azam tapi jujur dia malu untuk mengatakannya apalagi zahra orang nya sangat tertutup
azam : " yasuda kalo kamu tidak mau di sentuh oleh ku" ucap azam pasrah dan menjauh dari zahra
zahra pun dgn sekejap menarik kembali tangan azam untuk kembalii duduk di tempatnya
zahra : "zahra bukannya tidak mau di sentuh oleh mas azam tapii zahra....zahra lagi PMS" ucap zahra malu dan menunduk tak berani menatap azam
azam yang mendengar penuturan zahra, berusaha menahan tawa nya, sambil berfikir pantesan tadi mudah nangis ternyata lagi PMS
azam perlahan mendekat ke arah zahra, semntara zahra masih dgn posisi menunduk tak berani menatap azam, azam pun mengankat dagu zahra kemudian
Cup
satu kecupan di dahi zahra berhasil di berikan azam, zahra hanya mematung
azam : "oke tidak apa2 lain kali, mas akan tanya kan lagi hak mas" ucap azam dan kemudian membaringkan tubuh nya di kasur
......................
like
vote
__ADS_1
commet
heppy reading reads