My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
*


__ADS_3

mereka pun menghampiri wanita paruh baya yg duduk manis di kursi roda dgn bibir tersenyum mengembang


Pria p baya : "ustad ini istri saya," ucap pria paruh baya itu sembari merangkul pundak sang istri


azam dan zahra tersenyum sambil melirik wanita paruh baya itu, dan di persilakan duduk oleh pria paruh baya itu, mereka pun duduk


setelah beberapa menit mengobrol, sang wanita paruh baya itu bertanya kepada zahra


Wanita p baya : "Kalian berdua suami istri?" tanya sang wanita paruh baya itu, dan berhasil membuat azam menatap zahra dan wanita paruh baya itu dgn bergantian


zahra : "iya bibik" ucap zahra lembut di sertai senyum


wanita p baya : "Kalian pasangan yang sangat serasi, tapi kenapa pernikahan ustad azam ga ada di siaran televisi?" tanya sang wanita itu


azam : "iya memang sengaja ga di publik, dan pernikahan kami ini banyak juga yang tidak tau" ucap azam menjelaskan


pria p baya : "wah ustad, kalo begitu ustad harus hati2, secara istri ustad ini sangat cantik pasti banyak di luar sana yang menginginkan nya, tadi juga saya dan istri sempat memperhatikan perdebatan kalian bersama pria tadi, seperti nya pria itu menyukai istri ustad" ucap pria paruh baya itu


belum sempat azam membuka mulut nya zahra terlebih dahulu memegang tangan azam di bawah meja


Zahra : "hahah, terimah kasih paman atas pujiannya, in syaa allah minggu depan kami akan mengadakan acara resepsi pernikahan, pamam dan bibik jika ada waktu silakan datang keacara kami," tutur zahara


wanita p baya : "alhamdulillah pak, kita dapat undangan secara langsung dari istri ustad" ucap wanita itu dgn bahagia


wanita p baya : "satu lagi ustad, jika kalian tidak keberatan, boleh saya dan suami syaa poto bareng ustad dan istri ustad?" tanya wanita itu penuh harap


zahra : "boleh buk" ucap zahra tersenyum manis


mereka pun berpoto, setelah itu azam dan zahra pulang terlebih dahulu, singkat cerita mereka sudah sampai di mansions nya, tapi zahra kembali heran pasall nya wajah azam kembali cemberut, dan seakan2 ingin marah


beberapa kali zahra mencoba mengajak azam bicara tapi azam hanya diam dgn sejuta misteri, yang sama sekali tidak orang ketahui, sampai akhirnya azam naik ke lantai atas, dan zahra masih mematung di tempat sambil melihat kepergian azam


"mas azam kenapa ya, perasaan di restoran tadi baik2 saja, aku juga ga ngelakuiin kesalahan yang membuat mood mas azam buruk, atau mungkin mas azam masih marah sama kejadian di restoran tadi, tapi, ah ga mungkin, tadi ngobrol sama fans nya baik2 aja, ah ga tau lah, emang suami nyebeliin suka bikin istri naik darah_ucap zahra bermonolog"


sampai akhirnya, zahra memutuskan untuk memasak, setelah memasak zahra menunguh azam turun sambil duduk di sofa dan memainkan ponselnya


zahra membuka sosmet nya tanpa sengaja ada salah satu fans azam yang mengefost foto azam di akun nya dgn hastag #My ustad, my idol, aduhhh ganteng banget ustad azam meleh deh melihat nya


dan di sertai emoji saranghe, zahra yang membacca nya tersenyum saja dan kembali melihat poto azam yg di fost salah satu fansnya tersebut


"Masya allah, mas suami ini memang bener2 tampan, ga nyagkah dia suamiku, terimah kasih ya rabb, atas pilihan dan kehendak mu, aku sangat bersyukur, ya walau mas azam nyebeliin" ucap zahra



zahra masih memandang poto azam dgn lekat dan sambil tersenyum manis, semntara itu azam yang sudah turun dari lantai atas menatap zahra dgn tatapan tajam


"kenapa dia tersenyum seperti itu, pasti lagi chatan sama pria yg bukan mahram nya itu, awas saja kalo bener_pikir azam dgn wajah penuh amarah

__ADS_1


hem


azam berdehem membuat zahra tersadar dan langsung berdiri dgb raut wajah datar dan malas azam menatap zahra


azam : "lagi chatan sama siapa?" tanya azam tegass


zahra : "hah? maksudnya mas?" tanya zahra yg bingung


azam : "ga jadi, walau aku bertanya pun kamu pasti tidak mau kasih tau" ucap azam.


zahra : "beberan mas, zahra ga ngerti mas maksud mas az..." ucap zahra terpotong


azam : " saya lapar " ucap azam dan langsung pergi ke dapur


zahra hanya memandangi azam dgn muka malas, setelah itu dia menyusul azam pergi kedapur, mereka berdua menikamati makan malam nya dgn santai tanpa obrolan, setelah selesai makan malam azam pergi ke ruang tamu sambil membuka laptop milik nya


zahra masih sibuk di dapur, dia pun sempat menoleh azam yang masih sibuk dgn laptop nya tersebutt, setelah selesai membereskan dapur, zahra menyusull azam yg berada di ruang tamu tersebut sambil membawah, secangkir kopi dan beberapa cemilaan untuk azam


Zahra : "Mas ini kopi nya" ucap zahra sambil meletakan nya di atas meja


azam tak menyahut dia tetap fokus sama laptop nya tersebut


Zahra : "Mas lagi banyak kerjaan?" tanya zahra, yang melihat azam sangat pokus


masih tetap sama azam tak membalas pertannyaan zahra dia hanya diam seolah-olah tidak ada yang berbicara, zahra yang sedari tadi terus menerus di cuek kan azam, merasa kesall


zahra : "Mas kenapa sih? kalo zahra punya salah seharusnnya mas bilang, jangan mendiami zahra seperti ini," ucap zahra dgn raut muka cemberutt


tanpa sadar air mata nya mengalirr, dia berusaha menghapus air mata nya tapi lagi-lagi air mata nya jatuh, azam yang melirik Zahra pun, bertanya


azam : "Kenapa kamu menangis?" tanya azam


zahra tak menjawab pertanyaan azam dia terus berusaha menahan air mata nya agar tidak jatuh, azam pun bangkit dari duduk nya dan mendekat ke arah zahra sambil memegang pundak zahra


azam : "kamu kenapa dek?" tanya azam serius


zahra kembali tidak menjawab pertanyaan azam dia malah menagis, azam pun langsung memeluk tubuh zahra kedalam dekapannya nya sambil mengelus kepala zahra dgn lembut


Zahra : "Mas azam, jahat, zahra ga suka kalo zahra di acuhkan, abi saja tidak pernah mengacuhkan zahra" ucap zahra dgn segugukan


azam : "yaudah iya, mas azam minta maaf, di cuekin begitu saja langsung ambil hati, coba kamu di posisi saya, melihat dgn sendiri istri nya bersama pria lain" ucap azam lagi dgn nada sedikit kesal


zahra : "Maksud mas azam, mas cemburu?" tanya zahra yang mulai melepaskan pelukaan azam sambil menghapus air matanya


azam hanya berdehem, dan zahra tersenyum kecil


setelah itu azam membereskan perkerjaan nya dan mengajak zahra untuk ke kamar, karna mau tidur

__ADS_1


zahra pun mengekor di belakang azam, saat tiba di dalam kamar azam menyuruh zahra tuntuk duduk di sisi ranjangnya


azam : "Dek, kita kan suami istri" ucap azam dan zahra hanya menyimak


azam : "Kamu mau kan dapet pahala, dgn melayani suami mu, lagi pula kita pasangan halal, belum lagi kita belum melakukan malam pertama, dan...boleh kah mas meminta hak mas sebagai suami?" tanya azam sambil memegang tangan zahra


deg


zahra yang mendengar nya menjadi gelisa dan mendadak keringat halus dan wajah nya pun mulai tegang, bukan nya tidak mau memberikan hak kepada azam tapi memang zahra belum siap


merasa tak mendapat jawaban dari zahra azam mulai mendekat ke arah zahra sambil mengelus kepala zahra dgn lembut


azam : "boleh?" tanya azam lagi


zahra : "Ma..maaf m...mas, zaa.......zahra bukannya tidak mau, tapii..." ucap zahra gugup dan terpotong


azam : "tapi apa?" tanya azam lagi dgn nada seriuss


zahra yang melihat manik mata azam senduh ada rasa tak tega menolak permintaan sang suaminya itu


zahra : "untuk saat ini zahra benar2 minta maaf mas, zahra pasti akan meberikan hak untuk mas azam, tapi kalo hari ini zahra ga bisa" ucap zahra lagi


azam : "iya ga bisa nya kenapa?" tanya azam mulai melemah pasal nya azam pikir zahra tidak sudih di sentuh oleh nya


zahra berusaha mengatakannya kepada azam tapi jujur dia malu untuk mengatakannya apalagi zahra orang nya sangat tertutup


azam : " yasuda kalo kamu tidak mau di sentuh oleh ku" ucap azam pasrah dan menjauh dari zahra


zahra pun dgn sekejap menarik kembali tangan azam untuk kembalii duduk di tempatnya


zahra : "zahra bukannya tidak mau di sentuh oleh mas azam tapii zahra....zahra lagi PMS" ucap zahra malu dan menunduk tak berani menatap azam


azam yang mendengar penuturan zahra, berusaha menahan tawa nya, sambil berfikir pantesan tadi mudah nangis ternyata lagi PMS


azam perlahan mendekat ke arah zahra, semntara zahra masih dgn posisi menunduk tak berani menatap azam, azam pun mengankat dagu zahra kemudian


Cup


satu kecupan di dahi zahra berhasil di berikan azam, zahra hanya mematung


azam : "oke tidak apa2 lain kali, mas akan tanya kan lagi hak mas" ucap azam dan kemudian membaringkan tubuh nya di kasur


......................


like


vote

__ADS_1


commet


heppy reading reads


__ADS_2